Kamis 04 Februari 2021, 19:42 WIB

KPK Rekomendasikan Vaksinasi Gunakan Data Dukcapil

Dhika Kusuma Winata | Humaniora
KPK Rekomendasikan Vaksinasi Gunakan Data Dukcapil

Antara/Ari Bowo Sucipto
Tenaga kesehatan menunjukkan vaksin Covid-19

 

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) menyarankan agar program vaksinasi tenaga kesehatan yang dilakukan Kementerian Kesehatan menggunakan data kependudukan Ditjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri. KPK menekankan pentingnya program vaksinasi harus dilakukan secara akuntabel dari sisi data.

"Untuk pelaksanaan vaksinasi ke depan KPK mendorong Kemenkes menggunakan data kependudukan yang dimiliki Ditjen Dukcapil dan dikombinasikan dengan data Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan sebagai basis untuk proses pendataan penerima vaksin covid-19," kata Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ipi Maryati, Kamis (4/2).

Menurut KPK, data yang dipunyai Kemenkes saat ini bersumber dari Sistem Informasi Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK), Konsil Tenaga Kesehatan Indonesia (KTKI), dan Konsil Kedokteran Indonesia (KKI). Data itu belum terhubung dengan Ditjen Dukcapil Kemendagri.

KPK menilai data Dukcapil sudah lebih rapi dan padu padan. Penggunaan data Dukcapil dalam vaksinasi akan mempercepat pendataan secara terintegrasi dan valid lantaran data berasal dari satu sumber. Ipi mengatakan saran itu sudah disampaikan KPK kepada Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Kemenkominfo, Ditjen Dukcapil Kemendagri, Kemenkes, dan BPJS Kesehatan.

Baca juga : Luhut Kumpulkan Epidemiolog, Bahas PPKM Skala Mikro

"Informasi yang diterima dari Kemendagri, saat ini hanya 8% data NIK yang menunjukkan perbedaan antara alamat di KTP dengan domisili aktual," ujarnya.

Ipi mengatakan komisi antirasuah memetakan belum optimalnya program vaksinasi tenaga kesehatan saat ini disebabkan persoalan pendataan.

Dari data yang dirilis Kemenkes, sekitar 42% tenaga kesehatan sudah divaksinasi dari total target 1,5 juta. Jumlah itu memang sudah menunjukkan kemajuan lantaran KPK mencatat pekan lalu baru 25% yang mendapat vaksinasi. (OL-7)

Baca Juga

ANTARA/HO.MCH2022

Calon Haji Bervisa tidak Resmi Dipulangkan ke Indonesia

👤Basuki Eka Purnama 🕔Minggu 03 Juli 2022, 04:15 WIB
Sejumlah jamaah mengaku telah mengeluarkan biaya antara Rp200 juta hingga Rp300 juta agar bisa berangkat haji dengan jalur tanpa antre...
 ANTARA/Maulana Surya

Benarkah Cabut Gigi Atas Bisa Sebabkan Kebutaan?

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 02 Juli 2022, 23:55 WIB
Rumor tersebut juga masih saja menjadi keyakinan bagi sebagian masyarakat, bahkan sering kali dijadikan sebagai salah satu alasan untuk...
Antara

50,8 Juta Masyarakat Sudah Divaksin Booster

👤Fachri Audhia Hafiez 🕔Sabtu 02 Juli 2022, 22:35 WIB
Penyuntikan vaksin dosis kedua juga bertambah...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya