Headline

Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%

Dukcapil Kemendagri: Penduduk Usia Produktif Indonesia Capai 69 Persen

Rahmatul Fajri
12/3/2026 20:44
Dukcapil Kemendagri: Penduduk Usia Produktif Indonesia Capai 69 Persen
Dirjen Dukcapil Kemendagri Teguh Setyabudi.(Dok. Antara)

DIREKTORAT Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mencatat mayoritas penduduk Indonesia saat ini berada pada kelompok usia produktif. Hingga Semester II Tahun 2025, sebanyak 199.026.595 jiwa atau 69,03 persen penduduk berada di rentang usia 15 hingga 64 tahun.

Dirjen Dukcapil Teguh Setyabudi mengungkapkan bahwa meskipun terdapat sedikit penurunan dibandingkan data Semester I, angka penduduk usia produktif ini tetap menunjukkan potensi sumber daya manusia yang luar biasa besar bagi pembangunan nasional.

"Kalau kita lihat usia produktif 69,03 persen, inilah yang kita syukuri bahwasanya Indonesia sampai dengan 2030-an sekian berada dalam masa bonus demografi. Ini adalah potensi yang luar biasa jika bisa dimaksimalkan," ujar Teguh saat memaparkan Data Kependudukan Bersih (DKB) Semester II di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (12/3/2026).

Berdasarkan rincian data Dukcapil, kelompok usia produktif terbanyak berada pada rentang usia 40 hingga 44 tahun. Kelompok ini dinilai sebagai motor penggerak ekonomi karena berada pada fase usia matang dalam dunia kerja dan profesional.

Teguh menekankan bahwa keberhasilan Indonesia dalam memanfaatkan masa bonus demografi hingga satu dekade ke depan sangat bergantung pada strategi pengoptimalan potensi penduduk usia produktif tersebut.

"Tinggal bagaimana kita mengoptimalkan potensi usia produktif tersebut karena ini sangat luar biasa kalau bisa dimaksimalkan," imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut, Teguh juga memaparkan jumlah penduduk Indonesia berdasarkan DKB Semester II Tahun 2025 mencapai 288.315.089 jiwa, meningkat 1.621.396 jiwa dibanding Semester I Tahun 2025. Rinciannya terdiri dari 145.498.092 laki-laki dan 142.816.997 perempuan.

"Rasio ini menunjukkan sedikit kelebihan jumlah laki-laki, namun masih dalam batas normal secara demografi. Pemerintah biasanya memperhatikan rasio ini untuk perencanaan jangka panjang, misalnya dalam bidang kesehatan reproduksi, pendidikan, dan kesejahteraan sosial," kata Teguh.

Teguh menjelaskan sebaran penduduk Indonesia masih terkonsentrasi di Pulau Jawa sebesar 55,55 persen, disusul Sumatera 21,88 persen, sementara wilayah lain seperti Kalimantan, Sulawesi, Bali-Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua memiliki proporsi lebih kecil. 

Adapun, tiga provinsi dengan populasi terbesar adalah Jawa Barat (52,2 juta jiwa), Jawa Timur (42,2 juta jiwa), dan Jawa Tengah (38,6 juta jiwa). Sebaliknya, wilayah dengan jumlah penduduk paling sedikit berada di wilayah timur, yakni Papua Barat (588 ribu jiwa), Papua Selatan (588 ribu jiwa), dan Papua Barat Daya (632 ribu jiwa).

Di tingkat kabupaten/kota, Kabupaten Bogor kembali mengukuhkan posisinya sebagai wilayah terpadat dengan populasi hampir menyentuh angka 6 juta jiwa. Angka ini jauh melampaui Kabupaten Bandung (3,9 juta jiwa) dan Kabupaten Tangerang (3,5 juta jiwa). Sementara itu, Kabupaten Supiori di Papua tercatat sebagai wilayah dengan penduduk paling sedikit, yakni hanya 29 ribu jiwa. (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya