Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
NEIL L Schechter dari Departemen Anestesiologi, Perawatan Kritis, dan Pengobatan Nyeri, Rumah Sakit Anak Boston, mengatakan bahwa setiap anak yang mengalami nyeri kronis, sebagian besar akan ditanggapi dengan perawatan rehabilitasi yang menggabungkan terapi perilaku-kognitif dan fisik.
Namun, ada faktor lain yang harus dipahami dokter untuk mengetahui cara membantu keluarga melalui rencana perawatan berbasis fakta tersebut, dari sisi biologis, psikologis, dan sosial terkait nyeri. Sebab, nyeri pediatrik kronis mungkin serupa dengan 'jam berharga' dalam trauma atau perawatan neonatal.
Dalam artikel The Golden Half Hour in Chronic Pediatric Pain—Feedback as the First Intervention yang ditulisnya di Jama Network, Neil menyarankan dokter untuk mengoptimalkan 30 menis masa emas pada intervensi pertama.
Selama masa kritis, kata Neil, ada kesempatan untuk terhubung dengan keluarga, mengklarifikasi kesalahpahaman, pindah menuju pemahaman biopsikososial bersama tentang nyeri, dan melibatkan keluarga dalam rencana pemulihan yang komprehensif. Dengan demikian, pihaknya pun meninjau bagaimana ekspektasi dan bias pasien dan dokter mempengaruhi diskusi umpan balik.
Umumnya, pasien dengan nyeri kronis dievaluasi oleh banyak dokter, termasuk dokter anak dan spesialis, yang masing-masing mungkin hanya menangani satu dari gejala persisten anak yaitu, sakit kepala, sakit perut, pusing, mual, atau kelelahan.
Namun, ketika setiap gejala ditangani secara terpisah, jarang memberikan bantuan yang komprehensif. Selain itu, proses ini dapat menumbuhkan keyakinan keluarga bahwa setiap gejala mewakili penyakit yang berbeda jika sering kali merupakan masalah yang saling terkait.
"Sayangnya, dengan evaluasi yang berturut-turut dan upaya pengobatan yang gagal, anak-anak sering kali mengalami kelemahan yang lebih besar, orang tua menjadi semakin khawatir bahwa ada sesuatu yang terlewatkan, dan kepercayaan keluarga terhadap dokter mereka dapat terkikis," imbuhnya.
Penelitian menunjukkan bahwa untuk keluarga dengan kecemasan kesehatan yang tinggi, pendekatan dengan cara kunjungan rutin pada pasien tidak banyak mengurangi kekhawatiran keluarga.
Sebaliknya, dokter perlu menumbuhkan harapan orang tua dan anak sejak awal. Hal itu memfasilitasi pemahaman menyeluruh tentang masalah utama keluarga, mengurangi kecemasan, dan meningkatkan kepuasan. Misalnya, jika orang tua melaporkan bahwa mereka mengharapkan anaknya menjalani tes diagnostik tambahan, ini perlu dihargai dan ditangani selama umpan balik.
"Sesi umpan balik yang dibangun dengan hati-hati yang menawarkan validasi, edukasi, dan harapan dapat menjadi titik balik bagi pasien dan orang tua mereka dan berfungsi sebagai intervensi pertama yang kritis yang dapat meningkatkan pemulihan dan kesejahteraan jangka panjang anak secara bermakna," tandasnya. (H-2)
Gemas sama anak orang boleh, tapi jangan main cium, pegang, apalagi asal suapin. Kita gak tau kuman apa yang nempel di tangan kita.
Penguatan pelayanan kesehatan primer, terutama Puskesmas dan Posyandu, harus menjadi prioritas dalam strategi nasional penanganan kesehatan mental anak.
Pemerintah mengajak para orangtua untuk kembali menghadirkan waktu berkualitas di rumah melalui gerakan #SatuJamBerkualitas Bersama Keluarga.
Tingginya mobilitas masyarakat, terutama pada momen libur lebaran, menjadi salah satu faktor risiko yang patut diwaspadai orangtua mengenai risiko campak pada anak.
Waktu ideal untuk pemberian vaksinasi adalah minimal 14 hari atau dua pekan sebelum keberangkatan guna memastikan perlindungan optimal selama liburan.
Selain gangguan perilaku seperti hiperaktif dan sulit konsentrasi, paparan layar berlebih juga memicu gangguan tidur.
Mengapa emosi bisa berujung kekerasan? Psikolog UGM & UI jelaskan peran Amigdala vs Prefrontal Cortex serta cara mencegah perilaku impulsif.
Jangan keliru! Pahami perbedaan antara emophilia (mudah jatuh cinta) dan love bombing (taktik manipulasi) agar terhindar dari hubungan toksik.
Posisi di tengah membuat seorang anak merasa perlu melakukan upaya ekstra untuk mendapatkan perhatian orangtua yang sering kali terbagi.
Remaja lebih mudah tergoda melakukan hal-hal yang menyenangkan atau sedang tren karena sistem limbik mereka lebih dominan
Ada mekanisme psikologis dan neurologis yang sangat kompleks yang membuat manusia modern begitu terobsesi dengan urusan privasi orang lain, seperti netizen yang terobsesi dengan artis.
PEMAHAMAN mendalam mengenai tahapan perkembangan psikologi anak bukan sekadar wawasan tambahan, melainkan fondasi utama dalam pola asuh modern di tahun 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved