Sabtu 09 Januari 2021, 22:25 WIB

3 Diet Ini Bakal Jadi Tren Sepanjang 2021

Zubaedah Hanum | Humaniora
3 Diet Ini Bakal Jadi Tren Sepanjang 2021

www.fast-diet.com
Ilustrasi

 

AWAL tahun menjadi waktu yang cocok untuk memulai diet baru. Bila kamu bingung mau mulai diet yang mana, mungkin kamu bisa mencoba tiga diet terbaik di tahun 2021 ini. Seperti dilansir Health.
 
1. Diet mediterania

Diet mediterania dikatakan sebagai diet yang berada di urutan teratas lagi tahun ini. Diet ini dianggap sebagai standar emas untuk nutrisi, pencegahan penyakit, kesehatan, dan umur panjang.

Dalam menerapkannya, kamu diminta untuk konsumsi sayuran, buah-buahan, ikan, kacang-kacangan, buncis, lentil, kacang polong, dan minyak zaitun. Diet yang satu ini sangat membatasi makanan olahan dan gula, daging merah, serta secara alami menyediakan berbagai antioksidan anti-inflamasi.

Sejumlah penelitian telah menunjukkan bahwa orang yang tinggal di negara-negara yang berbatasan dengan Laut Mediterania, dan terus makan makanan tradisional kawasan itu, hidup lebih lama. Selain itu memiliki tingkat penyakit kronis yang lebih rendah, termasuk penyakit jantung. Diet ini juga telah terbukti mendukung kualitas tidur yang lebih baik dan mencegah depresi.
 
2. DASH

DASH adalah singkatan dari Dietary Approaches to Stop Hypertension. Tetapi yang perlu kamu ketahui bahwa diet ini tidak hanya untuk orang dengan tekanan darah tinggi. Konsep diet ini  meminjam elemen dari makanan Mediterania, tetapi pola makannya sangat spesifik yang telah diteliti secara mendalam.

DASH efektif untuk menurunkan tekanan darah. Dalam penelitian, DASH mampu meningkatkan penurunan berat badan, melindungi kesehatan jantung, serta menurunkan risiko diabetes tipe 2, sindrom metabolik, dan kanker tertentu. DASH merekomendasikan porsi tertentu dari berbagai kelompok makanan, bergantung pada kebutuhan kalori harian seseorang.
 
3. Diet fleksibel

Diet fleksibel pada dasarnya adalah vegetarian dengan sesekali memasukkan daging atau ikan. Sejumlah penelitian telah menunjukkan bahwa peralihan ke pola makan nabati terkait dengan penurunan berat badan dan penurunan kejadian penyakit kronis. Termasuk peningkatan penanda kesehatan metabolik, tekanan darah, dan penurunan risiko diabetes tipe 2.

Tidak ada satu cara  yang ‘harus’ untuk mengikuti diet Flexitarian, sejauh berapa kali produk hewani dikonsumsi per minggu atau komposisi keseluruhan dari makanan sehari dalam hal porsi produk, biji-bijian, dan lain-lain.

Cara terbaik untuk mengikuti diet ini adalah untuk memaksimalkan asupan makanan nabati utuh dan meminimalkan makanan yang diproses secara tinggi. Meskipun sepenuhnya nabati. (Medcom.id/H-2)

Baca Juga

Ist

KNPI dan FKPPI Siap Bersinergi Bantu Pemerintah Tangani Covid-19

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 25 September 2021, 23:21 WIB
Saatnya pemuda menyatukan tekad guna membantu pemerintah, di antaranya menyukseskan program vaksinasi guna menekan angka penyebaran...
MI/SUMARYANTO BRONTO

Jaringan Internet BAKTI Membuat Pulau Auki tidak Lagi Kelam

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 25 September 2021, 21:35 WIB
Sayangnya, dari 19 distrik atau kecamatan yang ada di Kabupaten Biak Numfor baru 2 distrik yang terkoneksi dengan sambungan telekomunikasi...
Dok FKG Univ Moestopo

FKG Universitas Moestopo Sukses Gelar Pelatihan Dental Implan 

👤RO 🕔Sabtu 25 September 2021, 21:10 WIB
Melalui program KIT GTI di PBIKG, dokter gigi dapat memperoleh sertifikat yang berlaku lima tahun untuk bekerja melayani pemasangan gigi...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Cegah Konflik di Myanmar semakin Memburuk

Bentrokan antara pasukan perlawanan bersenjata dan militer dalam beberapa hari terakhir telah mendorong gelombang evakuasi baru di wilayah barat laut

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya