Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
DEWAN PERWAKILAN RAKYAT (DPR) RI mendesak pemerintah memberikan alokasi vaksin gratis lebih banyak daripada mandiri. Saat ini perbandingan vaksin program yang gratis dengan vaksin mandiri sebesar 30% berbanding 70%. DPR meminta perbandingan tersebut dibalik sehingga mayoritas vaksin diberikan secara gratis.
"Sebagai wujud keberpihakan pemerintah terhadap kepentingan masyarakat, saya berharap pemerintah bisa meningkatkan proporsi skema vaksin program menjadi lebih besar dari vaksin mandiri dari total target vaksinasi nasional. Dengan demikian vaksinasi bagi masyarakat kurang mampu menjadi lebih banyak yang tercover," ucap anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PPP Dapil Jatim III Anas Thahir, Jumat (11/12).
Dalam rapat kerja bersama Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Kamis (10/12), DPR meminta agar target populasi yang akan divaksinasi dalam skema vaksin program gratis diperluas sehingga bisa menjangkau semua kelompok umur, termasuk usia dibawah 18 tahun dan usia diatas 59 tahun. Perluasan vaksin juga dilakukan kepada masyarakat kurang mampu.
Permintaan itu merespons keterangan Menkes bahwa program vaksinasi covid-19 akan menyasar 107 juta jiwa atau 67% dari total penduduk Indonesia yang berusia usia 18 hingga 59 tahun. Namun, dari jumlah itu mayoritas mendapatkan vaksin melalui skema mandiri sebanyak 75 juta penduduk. Sementara vaksin program gratis hanya 32 juta penduduk.
Wakil Ketua Komisi IX DPR Anshory Siregar mengatakan permintaan untuk mengubah alokasi pemberian vaksin itu menjadi hasil keputusan rapat.
"Komisi IX DPR meminta Kementerian Kesehatan RI dan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) untuk meningkatkan proporsi skema vaksin program lebih besar dari vaksin mandiri dari target vaksinasi nasional sebagai bentuk keberpihakan pemerintah terhadap masyarakat," tegasnya.
Anshory Siregar juga mengusulkan agar para pejabat negara, seperti presiden, wakil presiden, menteri, serta anggota DPR dan MPR mendapatkan vaksin terlebih dahulu untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap program vaksinasi Covid-19.
Menkes Terawan memperkirakan kebutuhan vaksin Covid-19 di Indonesia mencapai 246,51 juta dosis. Rinciannya, masing-masing untuk skema program sebanyak 73,96 juta dosis dan sebanyak 172 juta dosis untuk skema mandiri.
"Takaran itu sudah sesuai dengan rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Dengan 107 juta sasaran atau 67% dari 160 juta orang usia 18-59 tahun kebutuhan vaksin sebanyak 246 juta perhitungan kebutuhannya," paparnya.
Transparan
Anas juga mengingatkan, pemerintah jangan fokus pada produk luar. Sebaiknya, pemerintah perlu melakukan percepatan pengembangan dan produksi vaksin merah putih sebagai vaksin andalan nasional yang aman dan ampuh agar Indonesia bisa segera melepas ketergantungan terhadap produksi vaksin asing.
Dalam merespons datangnya sebanyak 1,2 juta dosis vaksin Sinovac yang jadi bagian dari 3 juta dosis vaksin, Anas mengingatkan Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) untuk menerapkan asas kehati-hatian tinggi dalam mengkaji penggunaan Vaksin Covid-19 di pada masa darurat (Emergency Use Authorization/EUA). Badan POM juga dituntut untuk transparan.
"Pemerintah harus menggunakan asas kehati-hatian dalam memprioritaskan pertimbangan keamanan, keselamatan dan khasiat vaksin covid-19. Di samping itu, Badan POM juga harus bisa bekerja secara independen, transparan dan lepas dari campur tangan siapapun," kata Anas.
Menkes Terawan mengaku belum ada vaksin yang mendapatkan izin edar dan bisa digunakan. Oleh karena itu, pihaknya mempelajari satu per satu semua vaksin yang didatangkan ke Tanah Air.
Hingga kini, baru Inggris yang menjalankan vaksinasi dengan izin penggunaan darurat (EUA) menggunakan vaksin Corona Pfizer-BioNTech. Sebab, kata Menkes, kebanyakan vaksin masih dalam tahap uji klinis fase ketiga sehingga efektivitas vaksin Sinovac juga belum bisa dipastikan.
"Kalau ada ribuan orang dikerjakan itu masih dalam kapasitas uji klinis 3 yang dilebarkan mau berapa pasiennya," lanjutnya.
Kepala Badan POM Penny Kusumastuti Lukito berjanji pihaknya berupaya untuk mempercepat proses penerbitan EUA vaksin Covid-19. Begitu juga kerja sama dengan berbagai pihak ditingkatkan guna memastikan keamanan program vaksinasi Covid-19. (H-2)
BPOM mencatat, suplemen ilegal dapat berasal dari pabrik-pabrik tersembunyi yang beroperasi di tengah permukiman padat dengan kondisi yang jauh dari standar Cara Pembuatan yang Baik (CPB).
TPID bersama Satgas Pangan bertugas menjamin kecukupan pasokan dan kelancaran distribusi bahan pokok penting, sambil aktif mengedukasi masyarakat agar tidak melakukan penimbunan
Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kemitraan dan keberhasilan Kosmesia dalam mendampingi UMKM kosmetik melalui Proaktif yang digagas BPOM.
Kolaborasi ini menegaskan komitmen bersama dalam membangun ekosistem distribusi produk yang aman, transparan, dan terpercaya.
BADAN Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyelenggarakan Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-96 di Aula Bhinneka Tunggal Ika (BTI) BPOM, Jakarta, Selasa (28/10
Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) Taruna Ikrar menegaskan komitmen Indonesia untuk memperkuat kemandirian farmasi nasional melalui pengembangan obat bahan alam.
Influenza atau yang lebih akrab dikenal sebagai flu sering kali dianggap remeh sebagai gangguan pernapasan biasa.
Daya tular campak cukup tinggi, mirip dengan covid-19. Seseorang yang terinfeksi dapat menularkan virus selama 4 hari sebelum dan sesudah gejala muncul.
Jemaah haji perlu memahami manfaat kesehatan jangka panjang dari vaksinasi, bukan sekadar memenuhinya sebagai syarat administrasi.
Data Kementerian Agama menunjukkan bahwa lebih dari 22% jemaah haji Indonesia pada 2025 merupakan kelompok lansia, dan mayoritas membawa penyakit komorbid.
Orang yang hidup dengan HIV (ODHA) memiliki risiko lebih tinggi terkena infeksi menular seksual (IMS). Selain berdampak langsung pada kesehatan.
Dalam kondisi hujan, tingkat kelembapan tinggi, dan suhu tinggi, melakukan aktivitas fisik di tempat terbuka meningkatkan peluang terserang penyakit.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved