Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memberikan kepastian kepada masyarakat terkait keamanan produk susu formula bayi di pasar domestik. BPOM menegaskan bahwa selain satu produk impor spesifik dari Nestle yang sedang ditarik, produk susu formula lainnya yang beredar di Indonesia saat ini aman untuk dikonsumsi.
Direktur Standarisasi Pangan Olahan BPOM, Dwiana Andayani, menjelaskan bahwa langkah penarikan ini merupakan respons cepat terhadap notifikasi global dari European Union Rapid Alert System for Food and Feed (EURASFF) dan The International Food Safety Authorities Network (INFOSAN). Peringatan tersebut menyoroti adanya potensi cemaran keamanan pangan pada produk formula bayi produksi Nestlé Suisse SA-Pabrik Konolfingen, Swiss.
Berdasarkan laporan tersebut, potensi cemaran berupa toksin cereulide ditemukan pada bahan baku arachidonic acid (ARA) oil tertentu.
Produk yang terdampak secara spesifik di Indonesia hanyalah S-26 Promil Gold pHPro 1 (untuk usia 0–6 bulan) dengan nomor izin edar ML 562209063696 serta nomor bets 51530017C2 dan 51540017A1.
Toksin cereulide sendiri dihasilkan oleh bakteri Bacillus cereus dan memiliki sifat tahan panas (heat stable). Artinya, racun ini tidak dapat dimusnahkan melalui proses penyeduhan dengan air mendidih maupun pemasakan biasa.
Jika terpapar, bayi dapat mengalami gejala antara 30 menit hingga 6 jam, meliputi muntah parah, diare, hingga kelesuan yang tidak biasa.
Meskipun hasil penelusuran menunjukkan dua bets tersebut sempat masuk ke Indonesia, BPOM membawa kabar baik dari hasil uji laboratorium.
”Dari hasil pengujian terhadap sampel produk dari 2 bets terdampak menunjukkan toksin cereulide tidak terdeteksi (limit of quantitation/LoQ <0,20 µg/kg),” ujar Dwiana.
Sebagai langkah preventif, BPOM telah memerintahkan PT Nestlé Indonesia untuk menghentikan distribusi dan menghentikan sementara importasi produk tersebut.
Sejalan dengan instruksi tersebut, PT Nestle Indonesia juga telah melakukan penarikan sukarela (voluntary recall) terhadap seluruh produk dari bets yang terdampak di bawah pengawasan ketat BPOM.
Di sisi lain, masyarakat diminta tidak perlu khawatir berlebihan terhadap produk dari produsen lain. Dwiana memastikan produk susu formula seperti keluaran Danone Indonesia (SGM, Lactamil, Nutrilon Royal, dan Bebelac) berada dalam kondisi aman.
“Kami pastikan produk-produk formula ini aman untuk dikonsumsi,” tegasnya.
Menutup keterangannya, Koordinator Humas BPOM Eka Rosmalasari menekankan pentingnya peran aktif masyarakat. BPOM berkomitmen terus melakukan pengawasan pre-market dan post-market untuk menjamin standar keamanan dan gizi nasional.
“Karenanya, BPOM mengajak masyarakat untuk menjadi konsumen cerdas dan berdaya dengan selalu menerapkan Cek KLIK (Kemasan, Label, Izin edar, dan Kadaluarsa) sebelum membeli atau mengonsumsi produk pangan seperti halnya susu formula ini,” pungkas Eka. (Z-1)
Selain dari sinar matahari, asupan melalui minuman adalah cara praktis untuk memenuhi kebutuhan harian vitamin D Anda.
Temukan inspirasi resep minuman kekinian dengan susu yang viral dan mudah dibuat. Lengkap dengan tips bisnis, modal, dan variasi rasa untuk pemula.
Dalam konsep piramida gizi seimbang, susu hanyalah salah satu opsi dari kelompok sumber protein.
Susu sejatinya berfungsi sebagai bagian dari makanan lengkap atau sekadar makanan selingan, terutama saat sarapan.
Orang tua disarankan lebih cermat menyiasati pemenuhan gizi anak di rumah, terutama bagi anak yang lebih menyukai susu dibandingkan makanan utama.
BADAN POM memerintahkan PT Nestlé Indonesia untuk menghentikan distribusi serta melakukan penghentian sementara importasi produk formula bayi.
NESTLE dilaporkan telah mengeluarkan penarikan produk secara global di 49 negara, setelah produk susu formula bayi mereka diduga terkontaminasi racun.
Berbeda dari banyak susu formula lain, Mirugo tidak menambahkan maltodekstrin, sirup jagung, atau gula tambahan.
Melalui pendekatan berbasis experience marketing, program ini tidak hanya meningkatkan penjualan produk, tetapi juga memperkuat brand engagement lewat pengalaman edukatif yang bermakna.
Susu formula harus diberikan kepada bayi yang mengalami kelainan metabolisme bawaan atau kelainan genetik yang menyebabkan dirinya tidak bisa mencerna ASI.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved