Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

BPOM Pastikan Susu Formula di Indonesia Aman, Hanya Satu Produk Spesifik yang Ditarik

Basuki Eka Purnama
01/2/2026 19:27
BPOM Pastikan Susu Formula di Indonesia Aman, Hanya Satu Produk Spesifik yang Ditarik
Warga memilih produk susu yang akan dibelinya di pusat perbelanjaan Hypermart Thamrin City,Jakarta,Kamis (10/2/2011).(Dok MI/ROMMY PUJIANTO)

BADAN Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memberikan kepastian kepada masyarakat terkait keamanan produk susu formula bayi di pasar domestik. BPOM menegaskan bahwa selain satu produk impor spesifik dari Nestle yang sedang ditarik, produk susu formula lainnya yang beredar di Indonesia saat ini aman untuk dikonsumsi.

Direktur Standarisasi Pangan Olahan BPOM, Dwiana Andayani, menjelaskan bahwa langkah penarikan ini merupakan respons cepat terhadap notifikasi global dari European Union Rapid Alert System for Food and Feed (EURASFF) dan The International Food Safety Authorities Network (INFOSAN). Peringatan tersebut menyoroti adanya potensi cemaran keamanan pangan pada produk formula bayi produksi Nestlé Suisse SA-Pabrik Konolfingen, Swiss.

Berdasarkan laporan tersebut, potensi cemaran berupa toksin cereulide ditemukan pada bahan baku arachidonic acid (ARA) oil tertentu. 

Produk yang terdampak secara spesifik di Indonesia hanyalah S-26 Promil Gold pHPro 1 (untuk usia 0–6 bulan) dengan nomor izin edar ML 562209063696 serta nomor bets 51530017C2 dan 51540017A1.

Toksin cereulide sendiri dihasilkan oleh bakteri Bacillus cereus dan memiliki sifat tahan panas (heat stable). Artinya, racun ini tidak dapat dimusnahkan melalui proses penyeduhan dengan air mendidih maupun pemasakan biasa. 

Jika terpapar, bayi dapat mengalami gejala antara 30 menit hingga 6 jam, meliputi muntah parah, diare, hingga kelesuan yang tidak biasa.

Meskipun hasil penelusuran menunjukkan dua bets tersebut sempat masuk ke Indonesia, BPOM membawa kabar baik dari hasil uji laboratorium. 

”Dari hasil pengujian terhadap sampel produk dari 2 bets terdampak menunjukkan toksin cereulide tidak terdeteksi (limit of quantitation/LoQ <0,20 µg/kg),” ujar Dwiana.

Sebagai langkah preventif, BPOM telah memerintahkan PT Nestlé Indonesia untuk menghentikan distribusi dan menghentikan sementara importasi produk tersebut. 

Sejalan dengan instruksi tersebut, PT Nestle Indonesia juga telah melakukan penarikan sukarela (voluntary recall) terhadap seluruh produk dari bets yang terdampak di bawah pengawasan ketat BPOM.

Di sisi lain, masyarakat diminta tidak perlu khawatir berlebihan terhadap produk dari produsen lain. Dwiana memastikan produk susu formula seperti keluaran Danone Indonesia (SGM, Lactamil, Nutrilon Royal, dan Bebelac) berada dalam kondisi aman. 

“Kami pastikan produk-produk formula ini aman untuk dikonsumsi,” tegasnya.

Menutup keterangannya, Koordinator Humas BPOM Eka Rosmalasari menekankan pentingnya peran aktif masyarakat. BPOM berkomitmen terus melakukan pengawasan pre-market dan post-market untuk menjamin standar keamanan dan gizi nasional.

“Karenanya, BPOM mengajak masyarakat untuk menjadi konsumen cerdas dan berdaya dengan selalu menerapkan Cek KLIK (Kemasan, Label, Izin edar, dan Kadaluarsa) sebelum membeli atau mengonsumsi produk pangan seperti halnya susu formula ini,” pungkas Eka. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya