Headline

RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.

Diduga Terkontaminasi Bakteri, Nestle Tarik Produk Susu Formula di 49 Negara

M Iqbal Al Machmudi
13/1/2026 14:22
Diduga Terkontaminasi Bakteri, Nestle Tarik Produk Susu Formula di 49 Negara
Logo Nestle.(Dok. AFP/Coffrini)

NESTLE dilaporkan telah mengeluarkan penarikan produk secara global di 49 negara, setelah produk susu formula bayi mereka diduga terkontaminasi racun yang dapat menyebabkan mual dan muntah parah. Penarikan kembali produk dimulai pada bulan Desember 2025 lalu. 

Susu formula bayi tersebut dijual di seluruh Eropa, Turki, dan Argentina diduga terkontaminasi dengan cereulide, racun yang diproduksi oleh bakteri Bacillus cereus .

"Keamanan pangan dan kesejahteraan semua bayi tetap menjadi prioritas utama kami. Kami memahami bahwa berita ini dapat menimbulkan kekhawatiran, dan kami berkomitmen untuk memberikan informasi yang jelas dan transparan serta dukungan bagi orangtua dan pengasuh selama proses ini," demikian keterangan Nestlé, dikutip dari USA Today, Selasa (13/1).

Hingga kini Nestlé menyatakan bahwa tidak ada kasus penyakit yang dikaitkan dengan penarikan produk tersebut. 

Produk yang ditarik dari peredaran berbeda-beda di setiap negara. Sejak pengumuman penarikan produk, Nestle mengumumkan telah memeriksa minyak asam arakidonat (ARA) dan campuran minyak terkait yang digunakan dalam susu formula bayi dan telah mengaktifkan pemasok alternatif untuk minyak tersebut.

Susu formula bayi telah ditarik dari peredaran di negara dan wilayah, untuk Wilayah Eropa antara lain Austria, Belgia, Bosnia dan Herzegovina Bulgaria, Kroasia, Republik Ceko, Denmark, Finlandia, Perancis, Jerman, Yunani, Hungaria, Irlandia, Italia, Makedonia, Belanda, Norwegia, Polandia, Portugal, Rumania, Serbia, Slovakia, Slovenia, Spanyol, Swedia, Swiss, Turki, Inggris, dan Ukraina.

Kemudian untuk wilayah Amerika seperti Argentina, Brazil, Chili, Meksiko, Paraguay, Peru, dan Uruguay. Kawasan Asia dan Oseania seperti Australia, Tiongkok, Hong Kong, Selandia Baru, Filipina.

Penarikan juga terjadi di Timur Tengah dan Afrika Utara seperti di Bahrain, Mesir, Iran, Kuwait, Oman, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirats Arab (UEA). (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya