Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Pangan Jelang Natal dan Tahun Baru

Faishol Taselan
17/12/2025 19:06
Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Pangan Jelang Natal dan Tahun Baru
Ilustrasi: Pedagang melayani pembeli bahan pangan(ANTARA/Yulius Satria Wijaya)

PEMERINTAH Kota (Pemkot) Surabaya menurunkan tim untuk melakukan pengawasan intensif harga pangan menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Ketua Tim Kerja Pengendalian dan Distribusi Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (BPSDA) Kota Surabaya Agung Supriyo Wibowo mengatakan ada kenaikan harga pada cabai.

“Namun perlu diketahui cabai memiliki fluktuasi yang sangat cepat, bisa berubah dalam waktu setengah jam saja karena dipengaruhi oleh cuaca ekstrem saat ini,” kata Agung Supriyo di Surabaya, Rabu (17/12).

Menurutnya, TPID bersama Satgas Pangan bertugas menjamin kecukupan pasokan dan kelancaran distribusi bahan pokok penting, sambil aktif mengedukasi masyarakat agar tidak melakukan penimbunan. Hasil pemantauan, Agung menyebutkan harga bahan pokok secara umum relatif stabil. Meski, komoditas cabai, khususnya cabai rawit, sempat menunjukkan fluktuasi harga yang signifikan sempat menyentuh Rp80.000 per kilogram, namun kini harga cabai rawit sudah menjadi Rp50.000 per kilogram.

Harga komoditas lain seperti bawang merah yang sempat naik, kembali menjadi Rp35.000 per kilogram di pasar. Daging sapi di kisaran Rp115.000 per kilogram masih di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan sebelumnya Rp120.000.

“Untuk ketersediaan, khususnya beras dan LPG, InsyaAllah sangat mencukupi di bulan ini. Khusus untuk beras, indeks ketersediaan pangan di Surabaya bahkan mencapai angka 8, yang berarti stok masih aman untuk delapan bulan ke depan,” ungkapnya.

Dalam rangka pengendalian harga, Pemkot Surabaya memanfaatkan Kios TPID untuk menyuplai langsung ke pedagang pasar dengan harga yang lebih rendah, sehingga mampu menahan laju kenaikan harga di pasaran. Selain Satgas Pangan, Pemkot juga menggandeng Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) dalam pengawasan barang-barang olahan, seperti parsel Nataru. Pengawasan juga difokuskan pada pengecekan tanggal kedaluwarsa, izin edar, hingga kerusakan kemasan (bocor, penyok, berkarat). Agung menegaskan, pengawasan akan terus digencarkan hingga tiga kali dalam bulan ini.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat Kota Surabaya untuk tidak panik belanja (panic buying), karena ketersediaan bahan pokok kami cukup dan terus diawasi ketat menjelang perayaan Nataru,” tukasnya.(M-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik