Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Kota (Pemkot) Surabaya melakukan langkah proaktif untuk mencegah kenaikan harga beras, memastikan pasokan tetap stabil dan terjangkau bagi warga. Melalui kerja sama dengan berbagai pihak, Pemkot Surabaya berupaya keras menjaga kestabilan harga bahan pokok, terutama beras.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menjelaskan bahwa Pemkot memiliki Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) yang secara khusus bertugas menjaga harga agar tidak melonjak. “Tim ini bekerja sama dengan Bulog dan berbagai pihak terkait untuk mengendalikan harga," kata Wali Kota Eri di Surabaya, Rabu (20/8).
Menurut Wali Kota Eri, Pemkot Surabaya tidak khawatir mengenai pasokan beras karena sudah menjalin kerja sama dengan daerah-daerah penghasil beras. “Selama pasokan dari daerah lain terus terkirim sesuai dengan nota kesepahaman (MOU) yang ada, Insya Allah pasokan di Surabaya akan aman," jelasnya.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, dan Perdagangan (Dinkopumdag) Surabaya, Febrina Kusumawati, menambahkan bahwa timnya fokus pada sisi harga. Ia menekankan bahwa Pemkot Surabaya akan terus memantau situasi dan bekerja sama dengan semua pihak terkait untuk memastikan harga beras di kota tetap terkendali.
“Kami berkoordinasi dengan Bulog, para supplier, dan BPS untuk memantau harga pasar secara rutin. Tujuannya adalah untuk mengantisipasi kenaikan harga yang drastis," imbuh Febri sapaan akrabnya.
Febri juga menjelaskan pentingnya melakukan verifikasi informasi dari pedagang. "Kami mendapat laporan adanya kenaikan harga sekitar Rp500 hingga Rp1000 per kilogram, tetapi setelah kami cek, stok beras Bulog masih memadai dan harganya stabil. Jika Bulog bisa menjaga pasokan, seharusnya tidak ada gejolak harga," jelasnya.
Terkait dugaan adanya beras oplosan, Febri menegaskan bahwa timnya belum menemukan bukti di lapangan. “Dugaan seperti ini harus dibuktikan melalui uji laboratorium. Kita tidak bisa hanya berasumsi. Hasil uji lab akan menjadi dasar untuk mengambil tindakan," ujarnya.(E-2)
Harga cabai rawit merah melonjak drastis dari Rp100.000 menjadi Rp140.000 per kilogram. Selain karena permintaan, faktor cuaca juga berpengaruh besar.
Cuaca buruk yang terjadi beberapa bulan terakhir cukup memengaruhi produksi yang berdampak berkurangnya pasokan. Di sisi lain, permintaan masyarakat cenderung meningkat.
Berdasarkan pantauan di Pasar Gedhe Klaten pada Minggu (22/2), harga cabai rawit merah di tingkat pedagang eceran telah mencapai Rp110.000 per kilogram.
Cabai besar keriting dijual seharga Rp70.000 per kilogram dari harga sebelumnya yang hanya Rp45.000 per kilogram.
Cek harga cabai di 5 pasar utama Batam (Tos 3000 hingga Penuin) per 18 Februari 2026. Harga rawit merah tembus Rp85.000/kg jelang Ramadan.
Update harga pangan di Pasar Induk Kramat Jati per 18 Februari 2026. Harga cabai rawit merah mulai turun ke Rp80.000/kg jelang Ramadan 1447 H.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved