Headline
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMPROV DKI Jakarta mewajibkan anak usia dini untuk mengikuti Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) selama satu tahun, sebelum masuk pendidikan sekolah dasar (SD). Hal ini dilakukan bertujuan untuk mencetak generasi emas berkualitas.
Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Nahdiana mengatakan, Pendidikan Anak Usia Dini merupakan proses stimulasi agar anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. Oleh karena itu, pihaknya mewajibkan anak usia 5- 6 tahun untuk ikut PAUD.
"Kita wajibkan satu tahun PAUD sebelum ke jenjang SD. Wajib PAUD ini merupakan bentuk investasi pada generasi penerus bangsa," kata Nahdiana, Kamis (10/12).
Baca juga: Optimisme Investor Masih Kuat, IHSG Berpotensi Terus Menguat
Seiring dengan itu, Dinas Pendidikan DKI Jakarta hingga akhir 2019 sudah mendirikan 100 PAUD Negeri yang terdiri dari 67 Taman Kanak-kanak (TK) dan 13 Taman Penitipan Anak (TPA) serta 20 Satuan PAUD Sejenis (SPS).
Untuk 13 TPA dan 20 SPS Negeri berada di Kantor Balaikota, Kantor Walikota, Kantor Kecamatan, dan Pasar Jaya. Pada 2020 ini, dibangun 18 PAUD Negeri yang tersebar di beberapa instansi.
Seluruh PAUD Negeri yang didirikan oleh Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, sambung Nahdiana, dapat diakses secara gratis oleh masyarakat, terutama warga dari keluarga pra-sejahtera.
"Semoga dengan mengikuti wajib PAUD selama setahun, dapat membuahkan hasil pendidikan terbaik bagi anak usia dini," tandasnya. (OL-4)
Anak-anak adalah peniru ulung yang belajar dari apa yang mereka lihat sehari-hari.
Perlindungan ruang digital memerlukan langkah komprehensif yang mencakup edukasi publik dan penguatan kapasitas pengguna dalam memahami risiko siber.
Selain AI, gim daring populer seperti Roblox dan Minecraft juga dinilai menghadirkan risiko karena anak-anak sering kali sulit membedakan antara dunia gim dan realitas.
Aktivitas fisik dan sosial tidak hanya efektif mengalihkan perhatian dari layar, tetapi juga mendorong perkembangan interaksi anak dengan lingkungan sekitar.
Mengalihkan kebiasaan anak dari ketergantungan gawai ke aktivitas yang lebih produktif memerlukan pendekatan yang bersifat mengarahkan dan menginspirasi, bukan sekadar pelarangan.
Berdasarkan data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2024, sekitar 20,1% anak Indonesia berpotensi tumbuh tanpa pengasuhan ayah.
Kesempatan halalbihalal setelah menjalankan ibadah di bulan Ramadan juga menjadi ajang untuk saling memaafkan dan kembali ke fitrah
Dia juga menambahkan bahwa pemerintah daerah harus mampu mengoptimalkan penggunaan kendaraan umum agar dapat dimanfaatkan oleh para siswa.
JIKA bencana ialah guru, ia mengajar dengan cara paling kejam, melalui tangis dan nyawa yang melayang.
Pemerintah memastikan sekolah tetap berlangsung tatap muka di tengah krisis global, dengan fokus pada capaian akademik dan penguatan pendidikan karakter siswa.
Saat ini, banyak platform telah menyediakan fitur kendali orangtua (parental control), namun belum semua orangtua memahami cara mengoperasikannya.
Banjir besar November 2025 menyisakan duka yang belum usai, menjadikan perayaan tahun ini pengingat pahit bahwa bencana datang silih berganti.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved