Rabu 25 November 2020, 07:30 WIB

Terbukti Aman dan Teruji, Jangan Takut Divaksinasi

Ferdian Ananda Majni | Humaniora
Terbukti Aman dan Teruji, Jangan Takut Divaksinasi

ANTARA/AJI STYAWAN
Petugas Puskesmas menyuntikkan vaksin TD pada siswa saat Bulan Imunisasi Anak Sekolah di SD Kangkung 3, Mranggen, Demak,Selasa (17/11).

 

Sebagian kecil masyarakat masih ada yang enggan untuk divaksin dan masih mendapatkan informasi yang kurang tepat seputar vaksin. Padahal, para pakar kesehatan jelas menyatakan imunisasi masih menjadi cara paling ampuh dalam mencegah penyebaran penyakit menular dan berbahaya yang berdampak buruk bagi kesehatan masyarakat.

Dokter Spesialis Anak, dari Yayasan Orang Tua Peduli dr. Endah Citraresmi, mengatakan pada prinsipnya, vaksinasi akan membuat seseorang memiliki kekebalan tubuh sehingga tidak perlu melalui fase sakit saat diserang virus atau bakteri tertentu. Hal ini tentu berbeda dengan kekebalan alami tubuh yang muncul setelah seseorang diserang penyakit.

"Pada kondisi tersebut, perlu ada fase sakit dulu sampai akhirnya sembuh dan kebal," ujarnya dalam Dialog Produktif bertema Imunisasi Aktif: Mewujudkan Kualitas Hidup yang Lebih Baik yang digelar Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Selasa (24/11).

Endah mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya pada informasi tidak benar mengenai vaksin dan imunisasi. "Vaksin yang sudah beredar telah dipastikan keamanannya. Karena proses produksi vaksin telah melalui tahapan-tahapan yang sesuai prosedur keamanan, dimulai dari pra uji klinik pada hewan, dilanjutkan dengan tiga tahap uji klinik pada manusia, hingga akhirnya mendapat izin penggunaan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM)," kata Endah.

Baca juga: udisi Rektor, Dekan Fisip USU Paparkan Program

Saat vaksin beredar di masyarakat, BPOM dan Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas KIPI) tetap dan terus memantau vaksin tersebut. Sebagai contoh pemantauan, laporan KIPI dari catatan vaksinasi MR fase 1 tahun 2018 memperlihatkan, sangat sedikit sekali kejadian ikutan pasca imunisasi yang terkait langsung dengan pemberian vaksin.

“Laporan KIPI hanya 255 dari 35 juta dosis vaksin, dan ternyata setelah diperiksa hanya 18 kasus yang berhubungan langsung dengan imunisasi, yang lainnya adalah kebetulan," terang Endah.

Endah menyebutkan, kejadian ikutan yang paling umum terjadi pascaimunisasi adalah reaksi ringan seperti nyeri dan bengkak di sekitar lokasi penyuntikan. Reaksi ini alamiah dan bisa sembuh dalam waktu singkat. Dibandingkan dengan reaksi ringan tersebut, manfaat vaksin jauh lebih besar.

“Penyakit berat yang bisa mengakibatkan kecatatan dan kematian, kita buat vaksinnya. Itulah kenapa angka kematian balita di Indonesia jauh menurun dibandingkan sebelum ditemukan vaksin. Misalnya pada kasus pneumonia di Indonesia yang turun karena sudah ditemukan vaksinnya, dan itu adalah penyakit yang paling banyak menimbulkan kematian pada balita," ungkap Endah.

Baca juga: Iuran BPJS tengah Dikaji

Endah pun menegaskan pada intinya, tidak ada pemerintah manapun yang mau mengorbankan warga negaranya. Semua negara baik negara maju maupun negara berkembang membuat vaksin. Sebenarnya negara sudah menjamin keamanan vaksin. Bahkan negara tetap aktif memantau keamanan vaksin untuk melindungi warga negaranya.

“Vaksin ini sangat penting, tidak hanya untuk anak tapi juga bagi orang dewasa dan lansia. Dengan vaksin kita menjaga agar kita tetap sehat dan produktif, dan untuk anak-anak kita, vaksin berguna agar tumbuh kembangnya menjadi lebih baik," pungkas Endah. (H-3)

Baca Juga

ANTARA/Muhammad Adimaja

Olahraga Bantu Anak Tahan Lama Belajar

👤Basuki Eka Purnama 🕔Kamis 20 Januari 2022, 12:16 WIB
"Penelitian menunjukkan, dengan olahraga, fokus belajar menjadi lebih baik, stamina jadi lebih bagus sehingga anak betah berlama-lama...
Dok UPH

Profesor Baru di Lingkungan LLDikti Wilayah III: Inspirasi dan Pencerah untuk Indonesia

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 20 Januari 2022, 11:49 WIB
Guru Besar merupakan jabatan akademik tertinggi dalam dunia pendidikan tinggi yang diberikan oleh pemerintah kepada dosen yang sudah...
Dok Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Sumatera Utara (USU).

Mahasiswa Bangun Sinergi Wujudkan Visi Indonesia Emas Jokowi

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 20 Januari 2022, 11:39 WIB
Perlu adanya peran aktif dari generasi muda terutama mahasiswa untuk merealisasikan visi besar Presiden Jokowi...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya