Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
OLAHRAGA sebelum belajar ternyata dapat meningkatkan kapasitas kognitif dan konsentrasi anak sehingga kegiatan belajar menjadi lebih efektif. Demikian hasil studi
Universitas Northeastern yang dirilis, pekan lalu.
Dalam penelitian itu, anak-anak praremaja diminta berjalan di atas treadmill selama 20 menit dan setelah itu diberikan tes kognitif. Hasilnya ditemukan bahwa latihan aerobik
berintensitas sedang selama 20 menit dengan 60% detak jantung maksimum dapat meningkatkan kapasitas belajar pada anak-anak dengan segera.
Studi tersebut juga mendapati anak yang berolahraga sebelum belajar mencapai skor pencapaian yang lebih tinggi dalam membaca dan menghitung.
“Fokus ini memungkinkan mereka untuk memproses informasi lebih cepat,” kata Charles Hillman, penulis utama penelitian tersebut sekaligus Direktur Asosiasi Pusat Kognitif
dan Kesehatan Otak di Universitas Northeastern, seperti dikutip Washington Post, Senin (17/8).
Pada 2012, penelitian serupa juga dilakukan pada anak dengan gangguan attention-defi cit/hyperactivity disorder (AD/HD). (Ant/H-2)
Psikolog Sani B. Hermawan menyarankan anak di bawah 16 tahun berkolaborasi di akun orangtua guna mematuhi PP Tunas dan menjaga keamanan digital.
Psikolog UI Prof. Rose Mini dan Alva Paramitha menyarankan orangtua kreatif berikan alternatif kegiatan nyata untuk kurangi ketergantungan gawai anak.
Penggunaan gawai justru memutus kebutuhan stimulasi tersebut karena sifatnya yang searah. Anak cenderung hanya menjadi peniru pasif tanpa memahami makna di balik kata-kata yang didengar.
Jika orangtua melarang anak bermain ponsel namun mereka sendiri sibuk dengan perangkatnya, hal itu akan mengirimkan pesan yang bertentangan bagi anak.
Anak-anak adalah peniru ulung yang belajar dari apa yang mereka lihat sehari-hari.
Perlindungan ruang digital memerlukan langkah komprehensif yang mencakup edukasi publik dan penguatan kapasitas pengguna dalam memahami risiko siber.
Memaksakan diri kembali ke porsi normal atau lebih tinggi secara mendadak meningkatkan risiko mulai dari cedera sampai terkena sindrom overtraining
Lansia yang aktif secara fisik cenderung memiliki kondisi tubuh yang lebih bugar dibandingkan mereka yang kurang bergerak.
Orang dewasa yang aktif antara pukul 07.00–08.00 pagi mencatatkan kemungkinan terendah terkena penyakit arteri koroner.
Peneliti Duke University mengungkap fakta mengejutkan, pembakaran kalori saat olahraga tidak otomatis menambah total pembakaran harian karena tubuh melakukan kompensasi.
Di dalam tubuh manusia, terdapat hormon tertentu yang bertugas mengatur nafsu makan, rasa kenyang, hingga rasa lapar.
Kurang berolahraga dapat berdampak buruk bagi kesehatan tubuh. Aktivitas fisik penting untuk menjaga fungsi organ, kebugaran, dan keseimbangan metabolisme.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved