Kamis 14 Mei 2020, 19:17 WIB

Menristek Ingin Bentuk BLU Pengelola Dana Abadi Penelitian

Atikah Ishmah Winahyu | Humaniora
Menristek Ingin Bentuk BLU Pengelola Dana Abadi Penelitian

AFP/Paul Ellis
Ilustrasi peneliti yang bekerja di laboratorium.

 

MENTERI Riset dan Teknologi (Menristek), Bambang Brodjonegoro, berencana membentuk badan layanan umum (BLU) di bawah kementerian untuk mengelola dana abadi penelitian.

Saat ini, dana tersebut masih dikelola oleh LPDP, sebuah BLU di bawah Kementerian Keuangan. “Rencana 2021 paling tidak. Kalau memang ada kepastian mengenai dana abadi tahunan dari pemerintah kepada penelitian,” ujar Bambang dalam diskusi virtual, Kamis (14/5).

“Saya memang berniat untuk membuat pengelolaan dana abadi penelitian dalam Kemenristek sendiri. Jadi semacam BLU di bawah Kemenristek,” imbuh Bambang.

Baca juga: Hasil Penelitian AS, Kabar Baik Bagi Indonesia

Rencananya, tugas pengelolaan dana abadi penelitian akan diberikan kepada Dana Ilmu Pengetahuan Indonesia (DIPI) sebagai BLU. Menurutnya, pengelolaan dana abadi yang masih dipegang LPDB, menyebabkan menkanismenya bergantung pada aturan Kementerian Keuangan.

Hal itu membuat Kemenristek kurang leluasa memanfaatkan dana. Sehingga sulit merealisasikan program 100%. “Kita akan kelola nantinya keluar dari LPDP. Jadi kita bisa mengelola lebih mudah dan lebih langsung kepada apa yang menjadi tujuan kita,” pungkas Bambang.

Baca juga: Isu Covid-19 Hasil Konspirasi, Penelitian Ini Beri Jawabannya

Ke depan, dana abadi penelitian akan digunakan untuk dua hal. Pertama, mendukung pendanaan penelitian, termasuk riset dasar, riset jangka panjang dan riset yang sudah mendekati invensi dan inovasi. Kedua, untuk hilirisasi hasil riset. Menurutnya, untuk mendorong swasta masuk dalam hilirisasi hasil riset, pemerintah harus investasi terlebih dahulu.

“BLU dimungkinkan untuk melakukan investasi untuk pengembangan. Kita harapkan kalau pemerintah sudah mau step in investasi, swasta lebih berani untuk berinvestasi. Kalau pemerinth tidak turun tangan, swasta tidak tertarik untuk masuk area yang menurut mereka high risk,” tandasnya.(OL-11)

 

 

Baca Juga

BKM-PPI

Pandemi Covid-19 Tuntut Kemandirian Pengadaan Alat Kesehatan

👤Syarief Oebaidillah 🕔Selasa 26 Januari 2021, 03:22 WIB
Saat ini, semua negara berlomba memenuhi kebutuhan dalam negeri sebelum melakukan ekspor alat kesehatan ke negara...
Tatalogam

Produk Lokal Ramah Lingkungan Dukung Pembangunan Berkelanjutan

👤Syarief Oebaidillah 🕔Selasa 26 Januari 2021, 02:58 WIB
Mulai tahun ini, penggunaan barang impor akan dilarang dalam seluruh proyek propertI dan konstruksi yang ada di bawah Kementerian...
DOK MI

Pendaftar Pendanaan Kampus Merdeka belum Serahkan Proposal

👤Syarief Oebaidillah 🕔Selasa 26 Januari 2021, 01:55 WIB
Pendaftar program Kompetisi Kampus Merdeka lebih banyak PTS ketimbang...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya