Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang Brodjonegoro menegaskan bahwa pengembangan vaksin Merah-Putih untuk Covid-19 masih terus dilakukan. Meski dinilai lambat, upaya pengembangan vaksin harus terus didukung supaya bisa mencapai target kemandirian vaksin di masa depan.
"Masih terus dikembangkan kalau di sisi laboratorium. Saat ini beberapa (pengembang vaksin) masuk tahap penyiapan bibit vaksin sebelum ke manufaktur," ungkapnya kepada Media Indonesia, Sabtu (27/3).
Menurutnya, upaya pengembangan vaksin harus diapresiasi. Mengingat, Indonesia merupakan salah satu diantara lebih dari 20 negara yang mengembangkan vaksin Covid-19.
Bila dilihat dari capaian negara lain, pengembangan vaksin yang cepat dilakukan perusahaan-perusahaan farmasi besar. Perusahaan-perusahaan tersebut sudah lama mendominasi industri vaksin dengan riset dan manufaktur yang jauh lebih maju dan terintegrasi.
"Bagi Indonesia, ini pengalaman pertama mengembangkan vaksin dari nol sampai nantinya vaksinasi dengan riset dan manufaktur yang terpisah. Hanya 20-an negara yang saat ini coba kembangkan vaksin Covid-19," jelasnya.
Lebih lanjut, vaksin Merah-Putih yang dikembangkan merupakan upaya untuk kemandirian vaksin. Meski tidak dapat digunakan sesegera mungkin, vaksin tersebut tetap bermanfaat di masa depan. Apalagi, penelitian terkait virus korona pun masij terus dilakukan dan pandemi hingga kini belum diketahui kapan akan berakhir.
Baca Juga: DPR Minta Pemerintah Optimalkan Vaksin Covid-19 Dalam Negeri
"Mungkin bagian akhir dan nantinya kalau harus ada vaksinasi ulang atau booster, karena vaksin-vaksin covid tidak seumur hidup berikan daya tahan tubuh," imbuhnya.
Bambang menegaskan, vaksin Merah-Putih sangat penting bagi Indonesia. Dengan penduduk yang banyak, Indonesia tidak bisa terus bergantung pada vaksin-vaksin impor. Begitu pula dengan bahan baku obat dan peralatan kesehatan lainnya harus disiapkan dari sekarang untuk mencapai ketahanan dan kemandirian di sektor kesehatan.
"Negara 270 juta penduduk perlu punya kemandirian vaksin untuk mendukung kesehatan preventif dan antisipasi berbagai penyakit menular yang ada dan yang mendatang," tandasnya. (OL-13)
Baca Juga: Sudah Berjalan Baik, Vaksinasi Covid Jangan Sampai Temui ...
Riset terbaru menunjukkan vaksin Covid-19 berbasis mRNA seperti Pfizer dan Moderna dapat memicu sistem imun melawan sel kanker.
DUA tenaga kesehatan menerima vaksin Covid-19 di hari yang sama, pola respons antibodi setiap orang ternyata berbeda-beda menentukan berapa lama perlindungan vaksin bertahan
Pengurus IDI, Iqbal Mochtar menilai bahwa kekhawatiran masyarakat terhadap vaksin berbasis Messenger Ribonucleic Acid (mRNA) untuk covid-19 merupakan hal yang wajar.
Menteri Kesahatan AS Robert F. Kennedy Jr. membuat gebrakan besar dengan mencabut kontrak dan membatalkan pendanaan proyek vaksin berbasis teknologi mRNA, termasuk untuk covid-19.
Sejalan dengan penjelasan Kementerian Kesehatan yang menyebutkan vaksinasi booster covid-19 tetap direkomendasikan.
Pemakaian masker, khususnya di tengah kerumunan mungkin dapat dijadikan kebiasaan yang diajarkan kepada anak-anak.
Pemerintah pusat dan pemerintah daerah dapat meningkatkan koordinasi dan sinergi guna mencari solusi terbaik dalam penanganan krisis.
Wiku berharap vaksin Pfizer yang sudah disebar ke berbagai daerah digunakan dengan baik. Supaya masyarakat semakin terlindungi dari penularan covid-19.
Vaksin Inavac merupakan vaksin covid-19 dengan platform inactivated virus yang dikembangkan oleh peneliti di Universitas Airlangga.
Vaksin Sars-CoV-2 (sel vero) inaktif hasil karya anak bangsa ini sudah menuntaskan uji klinis tahap 1, 2, dan 3.
Setelah mendapatkan izin EUA dari Badan POM pihaknya akan menyiapkan 10 juta vaksin sesuai kebutuhan dalam negeri.
Prosen uji praklinis vaksin merah putih BRIN memerlukan waktu enam bulan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved