Selasa 28 Januari 2020, 18:25 WIB

Sroke Bisa Diatasi dengan Terapi Trombolitik

mediaindoonesia.com | Humaniora
Sroke Bisa Diatasi dengan Terapi Trombolitik

Istimewa
Seminar

 

Neurologis, dr. Dina Meilana, Sp.S,mengatakan bahwa angka kejadian stroke masih sangat tinggi di Indonesia. Dengan demikian diharapkan bisa tetap menjaga kualitas hidup penderita pascaterkena stroke.

"Salah satu penanganan terkini pada penderita stroke adalah pemberian terapi trombolitik. Hal itu bahkan telah di lakukan pada pasien stroke yang berusia 83 tahun," papar Dina pada seminar 'Stroke and Pain Management' di Aula Pertemuan Siloam Hospitals TB Simatupang.di Jakarta, Selasa (28/1).

"Hasilnya sangat baik dan mengalami perbaikan. Bahkan kualitas hidupnya tidak berkurang walau telah mengalami stroke," jelas Dina.

Seluruh penanganan terkini tersebut dapat dilakukan Siloam Hospitals TB Simatupang dengan didukung para dokter yang mumpuni di bidangnya serta berbagai alat yang mendukung," jelas Dina.

Adapun dikesempatan yang sama, pembicara lainnya, spesialis Neuro Surgeon, Dr. dr. Ferry Senjaya, Sp.BS, AFAANS,  turut mengingatkan akan penanganan stroke secara tepat dan cepat.

Terlebihlagi, menurut Ferry, periode emas dari stroke hanyalah 3-4 jam sejak timbulnya gejala, guna mencegah terjadinya kecatatan atau bahkan kematian.

"Namun nyeri kepala sering disalahartikan sebagai hipertensi, kolesterol atau nyeri secara umum sehingga berobat saat sakit saja,"ujar Ferry.

"Padahal dalam fakta, banyak juga hipertensi dan kolesterol namun tidak mengalami nyeri kepala sehingga tiba tiba jatuh sakit dan stroke. Hal ini yang harus disampaikan ke publik, bahwa tekan faktor resiko sedini mungkin dengan segera cek kesehatan secara berkala, " papar Ferry.

Menurut Ferry, penangan darurat serangan stroke, adalah segera memanggil ambulans atau segera dibawa ke rumah sakit yang lengkap secara fasilitas.

"Penanganan mendadak kepada Pasien strokw jangan diberi air atau makan, cukup kasih obat nyeri jika merasa nyeri, laku segera larikan ke rumah sakit. Apabila sulit untuk makan atau sulit kencing, harus ditangani sebelum 1x24 jam untuk masuk ruang operasi. Ini untuk menyelamatkan hidup pasien, " tutup Ferry.

Di sisi lain, teknologi kesehatan pada penanganan stroke dan nyeri semakin berkembang. Untuk itu, Siloam Hospitals TB Simatupang berbagi pengetahuan mengenai penanganan terkini stroke dan nyeri kepada para dokter umum pun masyarakat yang hadir dalam seminar 'Stroke and Pain Management'.

"Kami berharap melalui seminar ini para dokter umum khususnya dan masyarakat turut mendapatkan pengetahuan baru atau penyegaran terkini mengenai stroke dan nyeri," sambut Direktur Rumah Sakit Siloam TB Simatupang, dr Harijanto Solaeman MM. (OL-09)

Baca Juga

dok:Basarnas

TNI AD Bangun RS Darurat untuk Korban Gempa Sulbar

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 25 Januari 2021, 07:00 WIB
TNI AD membangun rumah sakit (RS) darurat untuk menampung pasien korban gempa di Mamuju Tengah, Sulawesi Barat. RS lapang ini akan...
MI/M Irfan

Ada Pelonggaran Usia Umrah bagi Jemaah Indonesia

👤Syarief Oebaidillah 🕔Senin 25 Januari 2021, 04:10 WIB
Pembukaan penerbangan umrah internasional telah mulai digelar pemerintah Saudi sejak 3 Januari...
ANTARA/Fauzan

Reaksi KIPI Vaksinasi Covid-19 Tahap 1 masih dalam Kajian

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Senin 25 Januari 2021, 03:20 WIB
Tidak ada laporan para nakes yang disuntik pertama mengalami KIPI dengan gejala...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya