Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH akan melarang penggunaan dan pengadaan alat kesehatan (alkes) bermerkuri di seluruh fasilitas layanan kesehatan mulai akhir 2020. Larangan itu berlaku untuk rumah sakit, puskesmas, klinik, laboratorium, apotek, hingga unit transfusi darah.
"Larang izin edar alkes bermerkuri sudah dikeluarkan, tapi masih banyak yang beredar di pasaran seperti termometer yang dimiliki rumah tangga," sebut Dirjen Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan, Kirana Pritasari, di Jakarta, kemarin.
Sejumlah produk alat kesehatan bermerkuri antara lain termometer, sfigmomanometer (alat pengukur tekanan darah), amalgam gigi atau bahan untuk penambal gigi, baterai, lampu dan alat pencahayaan, serta kateter.
Meski demikian, sebelum alat kesehatan bermerkuri ditarik, Kemenkes minta fasilitas layanan kesehatan untuk melakukan inventarisasi.
"Sejauh ini baru 26,6% yang tidak lagi menggunakan alat kesehatan bermerkuri," papar Kirana.
Selama ini merkuri digunakan luas seperti dalam industri, pertambangan emas skala kecil, bahan bangunan, dan alat kesehatan. Dampak kesehatan yang ditimbulkan akibat pajanan merkuri di antara kerusakan sistem saraf pusat, ginjal, sistem saraf, cacat mental, dan kebutaan apabila masuk ke tubuh.
Sekjen Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi) Lia Partakusuma mengatakan akan mendata ulang rumah sakit yang masih menggunakan alkes bermerkuri. Pasalnya, masih ada RS, khususnya di daerah yang menggunakan dan menunggu penggantian alkes nonmerkuri.
Ia mengaku sudah mengantisipasi larangan penggunaan alat kesehatan bermerkuri sejak terbitnya surat edaran Kemenkes pada 2018. Pengadaan atau pembelian alkes bermerkuri juga disetop.
Dalam merespons kebijakan itu, rumah sakit telah mengganti penggunaan termo-meter air raksa dengan termometer digital, termometer alkohol, atau galinstan. Lalu, alat pengukur tekanan darah air raksa yang bisa digantikan dengan anaroid, atau pengukur tekanan darah elekronik.
Lalu, dental amalgama (bahan untuk menambal gigi) digantikan dengan composite resin, porcelain, atau glass ionomer.
"Saat ini alat kesehatan bermerkuri yang sudah tidak digunakan masih disimpan oleh rumah sakit. Kita punya tempat penaruhan sementara," ujarnya.
Masih dipikirkan
Meskipun Kementerian Kesehatan sudah menginstruksikan penarikan alkes bermerkuri, tata cara pengumpulan dan distribusi alat-alat kesehatan tersebut belum secara rinci diatur.
Sekretaris Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Beracun Berbahaya Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Sayid Muhandhar mengaku masih memikirkan tata cara pemusnahan limbah dan tempat penyimpanan sementara alkes bermerkuri.
Menurut Sayid, limbah merkuri harus diolah secara khusus dan hanya beberapa negara yang punya teknologi pengolahan limbah merkuri, di antaranya Jepang, Swiss, dan Jerman. Prosedur impor limbah ini harus antarpeme-rintah." (H-2)
AbadiNusa memulai langkah sebagai usaha distribusi alat laboratorium dan alat kesehatan dengan keyakinan atas pentingnya akses alat kesehatan berkualitas.
Penguatan daya saing industri kesehatan nasional dinilai semakin krusial di tengah meningkatnya kebutuhan layanan medis, dan ketatnya persaingan global.
Tes laboratorium presisi menjawab berbagai masalah kesehatan, mulai alergi yang tidak kunjung membaik, demam berulang pada anak, hingga berat badan yang turun naik atau yoyo.
Ketua Gakeslab Indonesia Provinsi DKI Jakarta, Andri Noviar menyampaikan bahwa banyak pelaku usaha alat kesehatan menyebut kondisi saat ini sebagai masa berduka bagi dunia alat kesehatan.
Gakeslab Indonesia menekankan pentingnya komitmen pemerintah dalam membangun dan memperkuat industri alat kesehatan (alkes) nasional.
Perusahaan fokus pada penguatan rantai distribusi, peningkatan efisiensi operasional, serta kemitraan strategis.
Petugas mengambil sampel air permukaan, air bagian dalam dan dasar, serta ikan, kemudian dibawa ke laboratorium
CEMARAN senyawa merkuri ditemukan di Waduk Cirata, Jawa Barat. Kandungan merkuri ditemukan dari tubuh ikan yang diambil dari waduk Cirata.
POLEMIK skincare abal-abal mengandung zat berbahaya menjadi perhatian tersendiri bagi berbagai pihak. Bagi kalangan medis, ini menjadi tanggung jawab publik untuk melakukan edukasi.
KEMENTERIAN Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menarik lebih dari 2 ton alat kesehatan bermerkuri yang berasal dari fasilitas pelayanan kesehatan di Bali.
Sebanyak 26 rakit PETI yang digunakan untuk menambang emas di wilayah tersebut dihancurkan dengan cara dibakar.
Proyek kolaborasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), BRIN, dan UNDP itu berhasil mengurangi penggunaan 23 ton merkuri di enam titik PESK dalam waktu sekitar lima tahun.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved