Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
Guna menjawab berbagai masalah kesehatan, mulai alergi yang tidak kunjung membaik, demam berulang pada anak, hingga berat badan yang turun naik atau yoyo, pasien kini dapat menggunakan layanan pemeriksaan multiomics. Tes kesehatan itu dilayani di seluruh laboratorium Prodia Widyahusada yang kini membuka Prodia Clinical Multiomics Centre (PCMC).
PCMC yang didukung Mass-Spectrometry Technology memungkinkan deteksi dini penyakit dan strategi pengobatan personal, mendukung pengobatan individual dan presisi sesuai hasil pemeriksaan sesuai kebutuhan pasien. Layanan ini diresmikan pendiri dan Komisaris Utama oleh Andi Widjaja serta Direktur Utama Dewi Muliaty, Vice President Diagnostic Operations Lies Gantini di Jakarta, Sabtu (15/11).
"Tes multiomics dengan mass spectrometry yang sudah kami kembangkan sejak 14 tahun lalu, diharapkan menjadi sarana deteksi dini penyakit degeneratif, pengendalian risiko, dan manajemen kesehatan individu. Kami dapat memeriksa lebih dari 140 jenis biomarker lab kesehatan, seperti asam amino, asam lemak, vitamin, hormon, logam berat dan mineral melalui teknologi mass-spectrometry," kata Andi Widjaja.
Andi menjelaskan, biomarker atau penanda diukur dengan pendekatan multiomics yang mengintegrasikan berbagai clinical omics untuk memahami kondisi tubuh secara menyeluruh, mulai dari membantu mendeteksi tanda-tanda dini penyakit, memprediksi risiko kesehatan.
Sementara, Dewi Muliaty, menyatakan selain digunakan dalam pelayanan sehari-hari, mass spectrometry juga dikembangkan untuk riset ilmiah yang telah dipublikasikan di forum nasional maupun internasional. "Kami terdaftar dalam program Newborn Screening dari Central for Disease Control and Prevention (CDC), serta diakui telah memenuhi standar mutu global melalui akreditasi College of American Pathologist (CAP)," ujar Dewi.
Dalam penerapannya, PCMC didukung teknologi mutakhir seperti mass spectrometry dan kromatografi yang mampu menganalisis ribuan metabolit dengan tingkat akurasi tinggi, sehingga memberikan gambaran lengkap dan mendalam tentang bagaimana tubuh menjalankan metabolisme dan merespon gangguan hingga menggambarkan situasi kesehatan. Melalui integrasi multiomics dan dukungan teknologi tersebut, PCMC membuka peluang besar bagi pengembangan layanan kesehatan yang lebih personal, presisi, dan berbasis kebutuhan masing-masing individu. Layanan ini sudah terhubung dengan seluruh cabang Prodia sehingga dapat diakses lebih mudah oleh masyarakat luas.
Ia juga memaparkan pengalamannya menggunakan tes logam berat. "Ketika hasilnya menyatakan kandungan logam berat di tubuh tinggi, selama setahun saya mengurangi konsumsi ikan yang berasal dari Teluk Jakarta yang selama ini diberitakan mengandung logam berat. Hasilnya dalam tes berikutnya, kadar logam berat saya berkurang bahkan normal."
Noroyono Wibowo, subspesialis fetomaternal, menyampaikan informasi yang diperoleh dari teknologi ini dapat membantu memahami fisiologi hingga tingkat selular melalui parameter-parameter metabolomik.
“Dalam hal ini, teknologi berbasis mass spectrometry memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi zat yang dibutuhkan tubuh, mulai dari pra zat aktif, zat aktif, hingga proses metabolisme atau inaktivasi yang mencerminkan episode yang terjadi di dalam sel. Dengan dukungan teknologi cellular dissection, pemeriksaan dapat dilakukan hingga pada tingkat dinding sel, sitoplasma, dan organel-organel sel lain untuk menilai kondisi serta kecukupan nutrisi. Pendekatan ini diharapkan mampu menentukan parameter cellular wellness dan cellular stemness pada tiap organ serta mengorelasikannya dengan kadar di perifer,” ujarnya.
Noroyono menjelaskan, penggunaan pemeriksaan mass spectrometry dapat membantu mengantisipasi proses peradangan yang ditandai demam pada anak. "Jangan sepelekan demam berulang, karena jika disebabkan peradangan sehingga menimbulkan fibrosis, misalnya pada ginjal, pada jangka waktu tertentu dapat menimbulkan gagal ginjal. Pemeriksaan ini dapat membantu dokter mendeteksi ini."
Sementara, Maya Surjadjaja, dokter antiaging dan estetik, menyatakan pemeriksaan yang lebih mendetail akan menjawab penyebab seseorang di usia 40 tahun sulit menurunkan berat badan serta mengantisipasi kondisi hormon yang terus berubah seiring dengan proses penuaan.
Terkait harga, Dewi menjelaskan, paket pemeriksaan mass spectrometry mulai Rp400 ribu hingga Rp2 juta. Terkait lokasi, pemeriksaan dapat dilakukan di semua lokasi Prodia. (X-8)
Kemenkes bekerja sama dengan Philips, Graha Teknomedika, dan Panasonic Healthcare Indonesia sepakat untuk melakukan transfer teknologi dan produksi alkes berteknologi tinggi secara lokal.
AbadiNusa memulai langkah sebagai usaha distribusi alat laboratorium dan alat kesehatan dengan keyakinan atas pentingnya akses alat kesehatan berkualitas.
Penguatan daya saing industri kesehatan nasional dinilai semakin krusial di tengah meningkatnya kebutuhan layanan medis, dan ketatnya persaingan global.
Ketua Gakeslab Indonesia Provinsi DKI Jakarta, Andri Noviar menyampaikan bahwa banyak pelaku usaha alat kesehatan menyebut kondisi saat ini sebagai masa berduka bagi dunia alat kesehatan.
Gakeslab Indonesia menekankan pentingnya komitmen pemerintah dalam membangun dan memperkuat industri alat kesehatan (alkes) nasional.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved