Headline

Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.

Strategi Nikita Willy Kenalkan Makna Ramadan dan Pentingnya Nutrisi Mikro pada Anak

Basuki Eka Purnama
12/2/2026 22:01
Strategi Nikita Willy Kenalkan Makna Ramadan dan Pentingnya Nutrisi Mikro pada Anak
Aktris Nikita Willy (kanan)(ANTARA/Niswah Qintara Rahmani)

MENJELANG bulan suci Ramadan, aktris Nikita Willy mulai memperkenalkan makna ibadah puasa kepada anak-anaknya. Sebagai ibu muda yang menerapkan pola asuh gentle parenting, Nikita memilih pendekatan bertahap yang berkesadaran tanpa unsur paksaan.

Dalam sebuah acara, Nikita membagikan ceritanya dalam mendampingi Issa Xander Djokosoetono, 3, dan Nael Idrissa, 1. Mengingat usia buah hatinya yang masih sangat kecil, ia lebih fokus pada pengenalan suasana dan nilai-nilai spiritual ketimbang praktik fisik berpuasa.

“Sekarang ini belum aku ajarin untuk berpuasa. Aku lebih memperkenalkan bahwa ini bulan Ramadan, bulan suci, dan bagaimana kita sebagai muslim menjalankannya,” ujar Nikita.

Istri dari Indra Priawan ini menjelaskan bahwa pengenalan dilakukan melalui contoh nyata dalam rutinitas sehari-hari. 

Dengan melihat kebiasaan keluarga saat Ramadan, ia berharap anak-anaknya dapat memahami makna bulan suci sesuai dengan tahap tumbuh kembang mereka.

Waspada Hidden Hunger pada Anak

Selain aspek ibadah, Nikita juga menaruh perhatian besar pada kesehatan fisik, terutama pemenuhan nutrisi mikro. Ia mengaku rutin berkonsultasi dengan dokter anak untuk memastikan gizi Issa dan Nael terpenuhi secara optimal.

“Dokter anakku menyarankan suplementasi vitamin D karena penting untuk kesehatan mata dan tulang,” katanya. 

Nikita merasa perlu lebih cermat setelah mengetahui fakta bahwa satu dari dua anak di Indonesia masih mengalami kekurangan mikronutrien penting, sebuah kondisi yang sering disebut sebagai hidden hunger.

Senada dengan hal tersebut, pakar kesehatan anak dr. Mesty Ariotedjo, Sp.A, MPH, menjelaskan bahwa hidden hunger atau kelaparan tersembunyi sering luput dari perhatian karena tidak selalu menunjukkan tanda fisik yang nyata. Banyak orangtua masih terjebak pada asumsi bahwa status gizi anak hanya diukur dari berat badan.

“Data di Indonesia menunjukkan satu dari dua anak kekurangan zat gizi penting, dan mayoritas mengalami kekurangan vitamin D yang berhubungan dengan penurunan imunitas dan pertumbuhan yang tidak optimal,” ungkap Mesty.

Investasi Nutrisi di Fase Krusial

Kekurangan mikronutrien seperti vitamin D dapat berdampak panjang, mulai dari penurunan daya tahan tubuh, kurangnya fokus, hingga terhambatnya perkembangan kognitif. Mesty menekankan bahwa dua tahun pertama kehidupan merupakan fase emas yang tidak boleh terlewatkan.

Untuk mencegah dampak berkelanjutan di masa depan, peningkatan literasi nutrisi bagi orangtua menjadi kunci utama. Orangtua diharapkan tidak hanya mengejar rasa kenyang pada anak, tetapi juga memperhatikan kualitas nutrisi yang diberikan.

“Orangtua perlu dibekali pemahaman yang benar mengenai kebutuhan gizi anak, bukan hanya soal kenyang, tetapi juga kualitas nutrisinya,” pungkas Mesty.

Melalui sinergi antara pola asuh yang penuh kasih dan kesadaran akan nutrisi, diharapkan orangtua dapat mendampingi tumbuh kembang anak dengan lebih tenang (peace of mind), terutama saat menghadapi perubahan pola aktivitas di bulan Ramadan. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya