Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

5678things Rilis Ulang EP Siuversa, Merayakan Kesedihan dengan Cara yang Menyenangkan

Basuki Eka Purnama
30/1/2026 21:46
5678things Rilis Ulang EP Siuversa, Merayakan Kesedihan dengan Cara yang Menyenangkan
5678things(MI/HO)

MEMBUKA lembaran tahun 2026, unit indie-pop 5678things resmi merilis ulang mini album (EP) bertajuk Siuversa; Song Is Our Conversation. 

Melalui enam trek yang dikemas secara personal, band yang terbentuk sejak 2018 ini merangkum berbagai keresahan, percakapan batin, hingga potongan fase hidup yang lekat dengan realitas anak muda masa kini.

Grup yang digawangi oleh Alverina Gustiani (vokal), M. Ilham Ihza Mahendra (gitar), Ardian Fikri (bass), dan Yoel Abeng Pridesta (drum) ini menawarkan perspektif unik dalam memotret kesedihan. 

Nama 5678things sendiri merujuk pada tahun kelahiran para personelnya, 1995, 1996, 1997, dan 1998, sebuah identitas sederhana namun bermakna dalam bagi perjalanan musikal mereka.

Dalam EP ini, 5678things memilih jalur yang tidak biasa. Alih-alih membungkus kegagalan atau kelelahan mental dengan aransemen yang muram, mereka justru menyajikannya lewat musik yang ringan, playful, bahkan cenderung ceria. Sebuah kontras yang sengaja diciptakan untuk menjadi medium dialog yang menemani, bukan menggurui.

Vokalis Alverina Gustiani menjelaskan bahwa materi dalam Siuversa lahir dari pengalaman pribadi yang cukup berat bagi para personelnya.

“Sebagian besar lagu di Siuversa; Song Is Our Conversation sebenarnya lahir dari fase-fase yang cukup berat—tentang kegagalan, rasa sial, jarak emosional, sampai kelelahan mental yang sering kami alami sendiri. Akan tetapi kami nggak ingin membungkusnya dengan kesedihan yang berlebihan. Kami justru ingin menghadirkannya dengan cara yang lebih ringan, playful, bahkan terdengar agak funny, karena di situlah perasaan itu terasa lebih jujur dan dekat dengan keseharian,” ujar Alverina.

Lagu-lagu seperti Sial dan Oh Hello! menerjemahkan momen buruk dan emosi negatif menjadi nada-nada catchy. Sementara Eye Contact menangkap chemistry singkat tanpa kata, dan 0 Attention menjadi pernyataan sikap untuk mengabaikan asumsi orang lain demi fokus pada diri sendiri.

Gitaris sekaligus penulis lagu, Ilham, menegaskan bahwa musik bagi mereka adalah ruang untuk mengolah perasaan tanpa harus tenggelam di dalamnya.

“Buat kami, kesedihan itu bukan sesuatu yang harus ditutupi atau didramatisasi. Ia ada, dan kami memilih untuk menghadapinya dengan cara kami sendiri. Musik jadi ruang untuk mengolah perasaan-perasaan itu tanpa harus tenggelam di dalamnya—cukup diterima, lalu ditertawakan bersama,” tambahnya.

Secara musikal, EP ini menunjukkan eksplorasi yang matang dengan sentuhan twee pop hingga indie-pop ritmis yang segar. Dirilis di bawah label Heartcorner, Siuversa; Song Is Our Conversation sudah dapat dinikmati di berbagai layanan streaming digital (DSP) mulai 1 Januari 2026. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya