Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Memaknai Sisi Pahit Manis Cinta, Papion Gandeng Musisi Korea Selatan Dept dalam Single Chocolate

Basuki Eka Purnama
30/1/2026 16:19
Memaknai Sisi Pahit Manis Cinta, Papion Gandeng Musisi Korea Selatan Dept dalam Single Chocolate
Artwork untuk single Chocolate dari Papion dan Dept(MI/HO)

GRUP musik asal Indonesia, Papion, resmi memulai langkah internasional perdananya melalui kolaborasi lintas negara. Mereka menggandeng musisi indie-pop asal Korea Selatan, Dept, untuk merilis single terbaru bertajuk Chocolate. 

Dirilis berdekatan dengan momen Valentine, lagu ini tidak hanya menjadi perayaan romansa, tetapi juga sebuah refleksi mendalam tentang dinamika sebuah hubungan.

Di banyak budaya Asia Timur, cokelat identik dengan simbol kasih sayang. Namun, Papion dan Dept memilih untuk melampaui stereotipe manis tersebut. Melalui Chocolate, mereka mengeksplorasi analogi cinta yang lebih kompleks: sebuah rasa yang mendewasakan karena mengandung unsur manis sekaligus pahit.

Bagi Dept, lagu ini berakar dari pengalaman personalnya. Ia ingin menggambarkan bahwa spektrum emosi manusia dalam mencintai sangatlah luas.

"Aku mengalami banyak cinta yang rasanya manis sekaligus pahit. Cinta itu tidak selalu manis. Kadang pahit, kadang sedih, dan sering kali semuanya bercampur. Lagu ini memuat banyak spektrum emosi dalam cinta, dan itu alasan kenapa aku membuatnya," ungkap Dept.

Interpretasi serupa disampaikan oleh member Papion, Naia. Saat mendalami liriknya, ia membayangkan sebuah hubungan yang kehilangan kehangatan awalnya.

"Aku membayangkan sebuah hubungan yang awalnya terasa luar biasa, penuh cinta di awal, hampir seperti love bombing. Seiring waktu, perlahan jadi menjauh dan lupa bagaimana rasanya di awal. Kamu ingin kembali ke momen itu, tapi sudah tidak bisa. Rasanya pahit manis, seperti cokelat," jelas Naia.

Secara musikal, Chocolate menghadirkan atmosfer intim melalui perpaduan nuansa melankolis khas Dept dengan karakter vokal lembut dari para member Papion. 

Menariknya, Dept memberikan sentuhan lokal dengan memasukkan instrumen kendang ke dalam aransemennya. Hal ini dilakukan setelah Dept menghabiskan waktu hampir seminggu di Indonesia untuk mendalami budaya setempat.

Meski hasil akhirnya terdengar mellow dan tenang, proses produksinya justru penuh dengan energi. Member Papion lainnya, Naufa, mengenang kontras kepribadian sang produser selama bekerja di studio.

"Dia orangnya kocak dan energinya tinggi banget, berseberangan dengan genre musiknya yang mellow dan slow. Justru kontras itu yang bikin proses kerja bareng jadi seru," tutur Naufa.

Chocolate dirilis dalam dua versi, yakni bahasa Indonesia dan bahasa Inggris, sebagai upaya menjangkau pendengar yang lebih luas tanpa mengaburkan pesan utamanya. 

Selain tersedia di berbagai platform musik digital, kolaborasi ini juga dilengkapi dengan visualizer resmi di YouTube yang mengusung konsep minimalis untuk memperkuat kesan sunyi dan reflektif dari lagu tersebut. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya