Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Transformasi Aulia Sarah dalam Sengkolo Petaka Satu Suro: Menyelami Luka dan Teror Kesurupan

Basuki Eka Purnama
07/1/2026 11:29
Transformasi Aulia Sarah dalam Sengkolo Petaka Satu Suro: Menyelami Luka dan Teror Kesurupan
Aktris Aulia Sarah saat syuting film Sengkolo Petaka Satu Suro.(MI/HO)

AKTRIS Aulia Sarah kembali menyapa pencinta sinema horor melalui proyek terbarunya bertajuk Sengkolo Petaka Satu Suro. Namun, berbeda dengan peran-peran sebelumnya, kali ini, Aulia ditantang untuk mengeksplorasi sisi emosional yang lebih dalam melalui karakter Bidan Rahayu.

Bidan Rahayu digambarkan sebagai sosok perempuan yang sangat disegani di desanya. Ia dikenal memiliki kehidupan keluarga yang harmonis, sebelum akhirnya badai permasalahan menimpa. 

Bagi Aulia, daya tarik utama film ini terletak pada jalinan ceritanya yang tidak hanya mengandalkan teror visual, melainkan juga muatan drama yang solid.

"Ceritanya berat. Filmnya horor, tapi dramanya sangat kuat. Aku pribadi suka banget drama, dan ini bisa dibilang film horor yang dibalut drama yang emosional. Aku belum pernah main di genre seperti ini sebelumnya," ungkap Aulia saat ditemui di Jakarta.

Eksplorasi Perdana Adegan Kesurupan

Salah satu tantangan teknis peran yang paling menonjol adalah adegan kerasukan. Meski Rahayu adalah karakter manusia biasa, tuntutan skenario mengharuskannya mengalami fase kesurupan—sebuah pengalaman akting yang baru pertama kali dirasakan oleh aktris kelahiran Jakarta ini.

Aulia mengaku antusias sekaligus tegang saat menjalaninya. "Ini hal baru buat aku untuk eksplor. Seumur hidup belum pernah kesurupan, jadi di film ini aku ngerasain ala-ala kesurupan," tuturnya.

Membawa Kesedihan dari Set ke Dunia Nyata

Selain aspek supranatural, kedalaman drama dalam film ini ternyata memberikan dampak psikologis bagi Aulia. 

Ia menceritakan bagaimana salah satu adegan kehilangan anggota keluarga menjadi momen yang paling membekas. 

Kehilangan tersebut dirasakan begitu nyata hingga sulit baginya untuk langsung keluar dari karakter (switch off) setelah kamera berhenti merekam.

"Banyak scene berat, tapi ada satu momen yang nggak bisa aku lupain, yaitu momen kehilangan. Bahkan setelah sutradara bilang cut, aku masih sedih. Biasanya kalau sudah cut ya sudah, tapi di film ini sedihnya nggak hilang," kenangnya.

Dari pendalaman karakter tersebut, Aulia memetik sebuah pesan kehidupan tentang keseimbangan dalam mencintai. Ia menekankan pentingnya keikhlasan agar seseorang tidak hancur saat menghadapi perpisahan. 

Menurutnya, sebagai manusia, kita tidak bisa mencintai secara berlebihan karena rasa sakit saat kehilangan akan luar biasa dampaknya.

Tantangan Fisik: Belajar Motor dalam Satu Jam

Tidak hanya urusan emosi, aspek teknis di lapangan pun menghadirkan cerita unik. Aulia yang aslinya tidak bisa mengendarai sepeda motor, dipaksa keadaan untuk mampu mengoperasikannya dalam waktu singkat demi kebutuhan adegan Bidan Rahayu.

"Scene tersulit itu waktu Rahayu naik motor, karena aslinya aku nggak bisa naik motor sama sekali. Aku belajar spontan di lokasi cuma satu jam. Setiap adegan naik motor deg-degan parah, demam panggung," ujarnya sembari tertawa.

Melalui Sengkolo Petaka Satu Suro, Aulia Sarah tampaknya ingin membuktikan bahwa genre horor bisa menjadi medium yang kuat untuk menyampaikan pesan tentang cinta, kehilangan, dan ketabahan manusia di tengah teror yang mencekam. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya