Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Dari Layar Lebar ke Kursi Produksi: Acha Septriasa Perluas Kiprah Lewat di Industri Film

Basuki Eka Purnama
16/12/2025 07:22
Dari Layar Lebar ke Kursi Produksi: Acha Septriasa Perluas Kiprah Lewat di Industri Film
Aktris Acha Septriasa(Instagram @septriasaacha)

AKTRIS Acha Septriasa secara resmi memperluas kiprahnya di industri film nasional, melangkah dari depan kamera ke sektor produksi. Langkah ini ditandai dengan peluncuran Avarta Media, sebuah perusahaan media terintegrasi, tempat Acha terlibat sebagai salah satu pendiri.

Keterlibatan Acha sebagai Co-Founder di Avarta Media menandai fase baru setelah lebih dari dua dekade ia berkarier sebagai bintang film.

“Setelah 20 tahun dan 55 film di depan kamera, saya memahami apa yang membuat penonton Indonesia tertawa, menangis, dan berpikir,” kata Acha dalam rilis pers.

Avarta Media dibentuk Acha bersama pengusaha kembar Ardi dan Arya Setiadharma. Sebelumnya, Ardi dan Arya telah mengembangkan Virtuelines Entertainment, sebuah entitas pendanaan perfilman yang sejak 2023 tercatat telah mendanai lebih dari delapan film layar lebar, termasuk Qodrat 2 dan Kuasa Gelap.

Dalam struktur perusahaan baru ini, Acha tidak hanya meminjamkan nama. Ia berperan aktif dalam penyusunan slate kreatif, dengan fokus pada pengembangan cerita yang mengedepankan hiburan, namun tetap relevan secara sosial dan bermakna.

“Sebagai Co-Founder Avarta Media, saya tidak sekadar meminjamkan nama, saya aktif membentuk slate kreatif kami. Kami berkomitmen pada cerita yang menghibur sekaligus bermakna,” ujarnya.

Membawa Disiplin Modal Ventura ke Dunia Kreatif

Arya Setiadharma menjelaskan, Avarta Media berupaya membawa disiplin modal ventura ke dalam penceritaan kreatif. Ini mencakup proses mengidentifikasi talenta, mengelola risiko melalui slate yang terdiversifikasi, hingga membangun franchise dengan nilai jangka panjang.

Arya menilai, kehadiran Acha melengkapi kemampuan bisnis mereka. Pengalaman panjang Acha di layar kaca, ditambah latar belakang pendidikan formalnya dalam produksi film, serta pemahamannya terhadap preferensi penonton Indonesia menjadi aset kunci.

"Dengan rekam jejak Virtuelines dan visi kreatif Acha, kami siap memproduksi film yang sukses secara komersial maupun artistik," kata Arya.

Avarta Media, melalui Virtuelines Entertainment, menerapkan model kolaboratif. Perusahaan telah menjalin hubungan erat dengan sejumlah rumah produksi terkemuka, seperti MAGMA Entertainment, Paragon Pictures, BION Studios, Wahana Kreator, dan Caravan Studio. Model ini memungkinkan mereka terlibat dalam beragam proyek dengan berbagi risiko dan mengakses talenta kreatif terbaik.

Sebagai proyek perdana yang menunjukkan komitmen pada konten bermakna, Avarta Media saat ini tengah mengembangkan 9 Aku, Cinta Tanpa Syarat. Drama orisinal yang diproduksi melalui kerja sama dengan Shanaya Films ini bercerita tentang seorang wanita yang hidup dengan gangguan identitas disosiatif. Film ini diarahkan untuk meningkatkan kesadaran tentang kesehatan mental dan kekerasan dalam rumah tangga terhadap anak.

Ardi Setiadharma menambahkan bahwa ambisi mereka sangat besar, mengingat potensi pasar. 

“Indonesia adalah pasar film terbesar ke-9 di dunia, dan kami ingin membantu industrinya naik ke level berikutnya,” tutupnya. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik