Headline
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Kumpulan Berita DPR RI
AKTOR Adipati Dolken menyampaikan siasatnya berperan dalam film What's Up with Secretary Kim?, yang ceritanya diadaptasi dari serial drama Korea Selatan berjudul What's Wrong with Secretary Kim?.
Serial drama What's Wrong with Secretary Kim? (2018) dibintangi oleh aktor Park Seo-joon, yang berperan sebagai pejabat eksekutif perusahaan besar bernama Lee Young-joon, dan aktris Park Min-young, yang memerankan sekretaris kompeten Kim Mi-so.
Dalam sesi tanya-jawab tentang What's Up with Secretary Kim?, dikutip Sabtu (8/11), Adipati menuturkan siasatnya dalam memerankan tokoh Rendra Prakasa, yang karakternya dibangun berdasarkan karakter tokoh Lee Young-joon dalam serial What's Wrong with Secretary Kim?.
Dalam serial drama aslinya, tokoh Lee Young-joon digambarkan sebagai pria yang terlalu mencintai diri sendiri dan suka menebar pesona.
"Yang satu negatif, yang satu negatif banget, itu gimana menyatukannya gitu, simpelnya, ya gimana supaya bisa seimbang?" kata Adipati mengenai upayanya menampilkan tokoh Rendra.
Adipati menjadikan Park Seo-joon selaku pemeran Lee Young-joon sebagai rujukan dalam memerankan tokoh Rendra di What's Up with Secretary Kim?.
"Referensinya ya nonton Park Seo-joon pastinya ya. Itu referensinya, karena memang kan ya walaupun kita berangkatnya dari webtoon/webnovel populer What's Wrong with Secretary Kim?, yang sebelumnya juga sukses di Korea, Filipina, dan Thailand gitu kan," katanya.
Adipati menuturkan bahwa dia bersama sutradara Rako Prijanto mengupayakan agar tidak terlalu berlebihan dalam menampilkan
sifat narsistik Rendra.
"Jadi, karismatiknya seperti itu dan narsistiknya juga enggak dibikin terlalu berlebihan. Karena kita mau lebih realistis gitu sebenarnya," kata Adipati, yang sudah dua kali menamatkan serial drama What's Wrong with Secretary Kim?.
Tokoh Rendra digambarkan sebagai orang yang merasa sempurna dan kehadirannya menjadi anugerah bagi siapapun yang ada di sekitarnya.
"Tidak semua orang sepertimu. Sepanjang hidupku, aku tidak pernah melihat pria se-sempurna dirimu," kata Adipati mengutip perkataan Rendra kepada dirinya.
Adipati mengatakan bahwa film What's Up with Secretary Kim? diproduksi oleh Falcon Pictures sejak 2021.
Aktris Mawar De Jongh didapuk berperan sebagai Kimberly Laksono dalam film yang dijadwalkan ditayangkan di platform Vidio pada 8 November 2025 itu. (Ant/Z-1)
Cari rekomendasi drakor Joseon terbaik? Dari Mr. Queen hingga Kingdom, inilah daftar drama Korea kerajaan (Sageuk) dengan rating tertinggi dan alur cerita terbaik.
Serial drama Korea bergenre thriller romantis Siren's Kiss menjanjikan perpaduan ketegangan psikologis yang intens dengan daya tarik emosional yang mematikan.
Kumpulan kutipan ikonik drama Korea The Art of Sarah. Dialog tajam Sarah Kim tentang kebenaran, kemewahan, dan pengkhianatan yang bikin merinding.
Suka duka cinta dengan bintang idola? Cek rekomendasi 7 drakor idol romance terbaik, mulai dari Lovely Runner hingga Doona! yang bikin baper.
Ini rekomendasi drama dan film Korea yang dapat ditonton untuk menunggu waktu berbuka.
Siapa saja pemain film Korea Pavane di Netflix? Simak profil Go Ah-Sung, Moon Sang-Min, hingga Byun Yo-Han dalam adaptasi novel Pavane for a Dead Princess.
Sejak kemunculannya, Nussa telah menjadi ikon animasi yang lekat dengan nilai-nilai positif bagi anak-anak.
Christine Hakim tidak kuasa menahan air mata saat membagikan pengalamannya menghidupkan sosok Ibu Wibisana dalam film adaptasi novel karya Leila S Chudori, Laut Bercerita.
Menurut Dian Sastrowardoyo, sosok Kinan dalam film Laut Bercerita adalah representasi perempuan yang sangat inspiratif.
Reza Rahadian mengungkapkan bahwa dalam mendalami karakter Biru Laut, ia memilih untuk tetap setia pada pondasi awal yang telah dibangun penulis.
Joko Anwar memaparkan bahwa film Ghost in the Cell bukan sekadar sajian horor biasa, melainkan sebuah eksplorasi karakter yang sangat mendalam.
Suzzanna dalam film Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa bukan sekadar tokoh hantu, melainkan representasi perlawanan terhadap ketidakadilan yang dialami wanita.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved