Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PENYANYI dan penulis lagu Mawar de Jongh meluncurkan singel baru berjudul Tinggal, yang akan menjadi lagu tema (OST) film Tinggal Meninggal, sebuah film drama-komedi yang disutradarai Kristo Immanuel berduet dengan istri Jessica Tjiu, sebagai ko-sutradara dan penulis skenarionya.
"Ini adalah original soundtrack pertama aku juga. Selama ini kalau aku main film, belum pernah mengisi soundtrack," ujar Mawar saat konferensi pers peluncuran lagunya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (4/6).
Dalam film, Mawar juga turut berakting sebagai tokoh perempuan yang bernama Kerin.
Awalnya, Mawar terkendala dengan penyesuaian karakter vokal karena beat lagu ciptaan Kristo Immanuel itu keras.
Setelah berdiskusi dengan Kristo, komposisi melodi awal yang terkesan maskulin karena tempo beat-nya yang keras pun bisa disesuaikan dengan karakter vokal Mawar.
Selain itu, terdapat sedikit gubahan lirik oleh Mawar sehingga menghasilkan versi lagu Tinggal yang dirilis Trinity Optima Production di kanal YouTube-nya hari ini.
Lagu tema tersebut mendapat pujian dari CEO Trinity Optima Production Yonathan Nugroho yang memperhatikan betul keselarasan bunyi antara lagu dan nuansa filmnya.
"Setelah saya dengarkan berkali-kali, mood dari lagu ini sangat, sangat mendukung filmnya sih. Dengan segala macam komedi dan
kegetirannya, saya rasa lagunya benar-benar bisa mencerminkan itu sih," kata Yonathan.
Yonathan juga terkesan dengan Mawar karena meskipun lagu-lagu sebelumnya cenderung balada bertema patah hati, ia mampu menunjukkan karakter vokal yang berbeda namun tetap berkualitas tinggi pada lagu yang upbeat ini.
"Saya rasa karakter vokal Mawar sebelumnya bisa menjadi kekuatan lagu ini," kata Yonathan.
Sementara itu, Kristo menjelaskan bahwa lagu tersebut sudah ia ciptakan sebelum film Tinggal Meninggal diproduksi.
Kristo, pada awalnya, mengira produser Ernest Prakasa dari Imajinari Pictures memesan lagu untuk dijadikan lagu tema film Agak Laen, tapi ternyata bukan.
Lebih lanjut, Kristo menjelaskan bahwa lagu Tinggal mengisahkan orang yang ingin memohon maaf kepada seseorang yang sebenarnya sudah enggan untuk memaafkannya.
"Padahal dia tuh benaran tulus, merasa bersalah, dan benaran pingin berubah. Makanya bagian reffrain lagu ini ada lirik 'Sampai kau lelah'. Maksudnya, sampai orang itu capek mendengarkan permintaan maaf berkali-kali," kata Kristo. (Ant/Z-1)
Aktris utama Dian Sastrowardoyo dilaporkan mengalami insiden jatuh dari kuda saat menjalani salah satu adegan penting saat syuting film Esok Tanpa Ibu.
Sutradara Timur Bekmambetov menjelaskan bahwa MERCY dirancang untuk memadukan ketegangan cerita dengan pendekatan visual berbasis layar digital atau Screenlife.
Selain kemitraan dengan Refinery Media dari Singapura, posisi sutradara film Esok Tanpa Ibudipercayakan kepada sineas asal Malaysia, Ho Wi-ding.
Meski berhasil memecahkan rekor untuk produksi Hollywood, Zootopia 2 harus mengakui keunggulan film animasi asal Tiongkok, Ne Zha 2.
Bagi Adinia Wirasti, bioskop bukan sekadar tempat menonton, melainkan ruang refleksi bagi manusia.
Dalam trailer film Monster Pabrik Rambut (Sleep No More), aktor Iqbaal Ramadhan tampil sangat berbeda dari yang ditampilkan di berbagai film yang ia bintangi sebelumnya.
Sutradara Fajar Martha Santosa ingin memastikan penonton Film Sebelum Dijemput Nenek dapat sepenuhnya tenggelam dalam narasi film tanpa terdistraksi oleh elemen musik vokal.
Kampiun merupakan salah satu nomor unggulan dari album debut Rimba yang bertajuk Technicolor Meeting. Album tersebut sebelumnya telah dilepas ke pasaran pada 14 November 2025.
Mengusung genre Dark Pop, Suatu Hari Kamu Akan Mengerti yang dibawakan Ardi, etna Rasti dirancang untuk memberikan nuansa emosional yang kelam, intim, sekaligus penuh ketegangan.
Lagu Tidurlah, Nak dari Bonita dan Adoi menjadi salah satu soundtrack (OST) film Bara dan Hutan Rahasia produksi High Angle Picture.
Mengejar Restu menghadirkan kisah tentang kekuatan dan keteguhan hati seorang perempuan dalam menghadapi konflik, pilihan hidup, serta realitas yang kerap tak mudah dijalani.
Dengan energi yang kuat dan kedalaman emosinya, Hoko menandai babak baru yang kuat dalam evolusi artistik Tomonari Sora.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved