Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
PENYANYI Rossa menjajal dunia seni peran dan mengisi original soundtrack (OST) di film terbaru garapan sutradara Robert Ronny berjudul Tak Ingin Usai di Sini.
Pelantun lagu Tegar itu mengaku saat diajak untuk ikut berperan di film tersebut sempat tidak percaya diri karena merasa tidak bisa akting. Namun, dia akhirnya menerima karena peran yang ditawarkan sutradara adalah sebagai dirinya sendiri dengan nama aslinya.
"Aku enggak ngerti gimana cara akting. Tapi di sini (akting) sebagai penyanyi, sebagai Rossa. Oh ya udah deh kalau sebagai Rossa," kata Rossa, dikutip Minggu (1/6).
Rossa menjelaskan mengenai karakternya dalam film tersebut, dirinya memerankan seorang penyanyi yang sedang frustasi dalam mencari lagu terbaru yang bagus. Namun, Rossa dalam film tersebut akhirnya menemukan lagu yang cocok dan mencari penyanyi dari lagu tersebut.
"Di situ tuh aku lagi nyari lagu dan aku dibikinin lagu yang astagfirullahaladzim di awal. Jadi aku memutuskan, aku harus mencari sebuah single yang bagus. Dan akhirnya justru dikasih tahu sama asisten aku, suara dari lagu itu. Ini sih harus dicari sih lagunya," jelasnya.
Menurut Rossa, momen tersebut dalam film itu menggambarkan sebagai kejadian nyata bagaimana dalam perjalanannya mencari sebuah lagu.
"Tapi sebetulnya dalam kehidupan sehari-hari mencari lagu itu kurang lebih seperti apa yang kalian lihat tadi di film. Itu gak selalunya aku mendapatkan lagu yang bagus tiba-tiba," ujarnya.
Rossa juga turut mengisi original soundtrack untuk film ini lewat lagu Aku Baik Saja yang ditulis oleh Monty Tiwa dan musiknya dibuat oleh Andi Rianto. Menurutnya, liriknya sangat dalam dan menyentuh untuknya.
"Kalau Pak Monty bikin lirik itu kayaknya seperti mengirimkan racun kepada hati kita, saking sedihnya. Aku udah paham banget ini lagu
akan menjadi sebuah lagu yang indah dalam pikiran aku," katanya.
Rossa juga mengatakan dalam lagu tersebut salah satu lirik menyentuh berbicara tentang memori suara orang terdekat. Hal itu mengingatkannya akan pentingnya mendokumentasi suara-suara dari orang terdekat.
Menurutnya, saat orang terdekat dari kita sudah tidak ada terkadang suara menjadi hal yang cepat hilang atau lupa.
"Kalau wajah, perlakuan itu cepat di dalam pikiran kita masih ada akan selalu ingat, lihat foto kita akan ingat. Tapi lama-lama lupa suara dia tuh seperti apa sih, ketika kita ngobrol ataupun nelfon. Jadi aku sekarang sama adik-adik, mama, papa selalu kirim-kiriman voice note, supaya itu ada direkam," ucapnya.
Tak Ingin Usai di Sini merupakan sebuah film drama romantis mengangkat kisah cinta yang penuh pengorbanan, mengisahkan hubungan sahabat
lama antara Cream (Vanesha Prescilla) dan K (Bryan Domani) yang telah berteman sejak SMA, tumbuh bersama dan diam-diam saling jatuh cinta.
Namun, di balik kedekatan itu, K menyimpan rahasia bahwa dirinya mengidap penyakit keras dan diam-diam menyiapkan perpisahannya dengan memilih sosok yang bisa membahagian Cream.
Dibintang oleh Vanesha Prescilla, Bryan Domani, Davina Karamoy, Rayn Wijaya, Indian Akbar, Asha Assuncao, Jinan Safa, Anya Zen, Tanta Ginting, Rossa, dan Rukman Rosadi, film Tak Ingin Usai di Sini dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 5 Juni 2025. (Ant/Z-1)
SEBAGAI bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial, penyanyi solo, Rossa, menyalurkan zakat mal senilai Rp500 juta untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana alam di sejumlah wilayah di Sumatra.
Rossa menjadi pengisi suara pameran imersif Pipilaka Calling yang digelar di Gedung Sarinah, Jakarta, 15 Desember 2025 - 8 Maret 2026.
Rossa mengaku bahwa ini adalah pengalaman pertamanya terlibat dalam sebuah proyek seni di luar keperluan komersial.
Rossa mengatakan ingin menghidupkan lagu-lagu klasik dengan warna musik yang segar, modern, dan berjiwa muda yang pernah dipopulerkan oleh Chrisye & Sheila Majid.
Rossa juga mengungkapkan bahwa lagu Tegar sebagai perjuangannya selama tiga tahun dan menyatakan rasa syukur lagu itu masih relevan sampai saat ini.
Queen of Pop Indonesia, Rossa, menorehkan prestasi di Malaysia dalam konser bertajuk Here I Am,
Sejak kemunculannya, Nussa telah menjadi ikon animasi yang lekat dengan nilai-nilai positif bagi anak-anak.
Christine Hakim tidak kuasa menahan air mata saat membagikan pengalamannya menghidupkan sosok Ibu Wibisana dalam film adaptasi novel karya Leila S Chudori, Laut Bercerita.
Menurut Dian Sastrowardoyo, sosok Kinan dalam film Laut Bercerita adalah representasi perempuan yang sangat inspiratif.
Reza Rahadian mengungkapkan bahwa dalam mendalami karakter Biru Laut, ia memilih untuk tetap setia pada pondasi awal yang telah dibangun penulis.
Joko Anwar memaparkan bahwa film Ghost in the Cell bukan sekadar sajian horor biasa, melainkan sebuah eksplorasi karakter yang sangat mendalam.
Suzzanna dalam film Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa bukan sekadar tokoh hantu, melainkan representasi perlawanan terhadap ketidakadilan yang dialami wanita.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved