Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
AKTOR Bucek Depp, 52, bernyanyi lagu dangdut berjudul Feromon, yang dipopulerkan Orkes Pensil Alis, di film terbarunya, GJLS: Ibuku Ibu-Ibu garapan sutradara Monty Tiwa.
Bucek dan aktris muda Nadya Arina, yang memerankan tokoh ayah bernama Tyo dan calon ibu fiksi dari grup GJLS, Feni, membawakan lagu tersebut sebagai soundtrack (lajur suara)
"Saya ikut menyumbangkan suara untuk mengisi soundtrack film, bersama dengan Nadya," kata Bucek saat konferensi pers pemutaran terbatas film GJLS: Ibuku Ibu-Ibu, Selasa (3/6).
Orkes Pensil Alis adalah kelompok musik humor asal Yogyakarta yang turut dianggotai oleh aktor utama film GJLS: Ibuku Ibu-Ibu, Hifdzi Khoir.
Lagu Feromon pernah dibawakan Orkes Pensil Alis dalam ajang festival komedi internasional Jakarta (Jicomfest) 2019.
Film GJLS: Ibuku Ibu-Ibu" juga dibintangi komedian Rigen Rakelna, dan Ananta Rispo.
Bucek, aktor yang memiliki nama asli Al Atthur Muchtardan menjalani karier di industri hiburan selama 37 tahun, merasa tersanjung mendapat kesempatan, tidak hanya berakting, tapi, juga menyanyi dalam sebuah film yang mengusung komedi saintifik.
"Film mereka cerdas. Gue bukan komedian, tapi, ada adegan ketika skenario dieksekusi, gue ikut ketawa, ketawa berkali-kali bahkan. Sepanjang 37 tahun karier gue, baru kali itu gue harus hibernasi tiga sampai empat bulan sehabis syuting supaya bisa keluar dari kegilaan," kata Bucek.
Bucek mengaku tidak bisa menutupi kebahagiaannya bisa terlibat dalam produksi film GJLS: Ibuku Ibu-Ibu karena ada banyak momen menyenangkan saat itu, termasuk ketika mendapat kesempatan beradegan menyanyi ala film Bollywood dengan Nadya. (Ant/Z-1)
Saat ini, film GJLS: Ibuku Ibu-Ibu yang disutradarai Monty Tiwa itu telah berhasil menembus 300 ribu penonton.
Nadya Arina mengenal tiap-tiap personel GJLS, namun, tidak tahu jika mereka bertiga bergabung dalam satu grup komedi.
Memproduksi film GJLS: Ibuku Ibu-Ibu memberikan tantangan yang signifikan bagi Monty Tiwa.
Menurut Luna Maya, meski terkesan santai terkadang menghadirkan narasi tidak terduga yang dibangun dari trio GJLS sehingga menimbulkan banyak improvisasi.
Film GJLS: Ibuku Ibu-Ibu menggambarkan dinamika tiga bersaudara, Rigen Rakelna, Ananta Rispo, dan Hifdzi Khoir.
The King's Warden sendiri merupakan sebuah drama sejarah atau sageuk yang mengangkat kisah emosional Raja Danjong, raja keenam dari Dinasti Joseon yang penuh dengan intrik politik.
Leo Pictures perkenalkan 10 aktor baru hasil online casting untuk film Jangan Buang Ibu. Simak daftar pemain dan perjalanan sukses Saputra Kori di sini.
Rio Dewanto menegaskan bahwa Pelangi di Mars dirancang agar pesan dan ceritanya dapat dicerna dengan baik oleh anak-anak maupun orang dewasa.
Dalam film Jangan Buang Ibu, Nirina Zubir bertransformasi secara drastis untuk memerankan karakter Ristiana melalui tiga fase usia yang berbeda.
Bagi Reza Rahadian, bergabung dalam jagat sinema Suzzanna merupakan penantian yang cukup panjang.
Mengisi suara karakter robot bernama Batik, Bimo tidak hanya sekadar memberikan vokal mekanis, melainkan menghadirkan sosok pelindung yang terinspirasi dari realitas kehidupan keluarga.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved