Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
IBU dari mantan kekasih Sean "Diddy" Combs, Cassie, bersaksi tentang ancaman dan kekerasan yang dialami putrinya selama berhubungan dengan Combs selama satu dekade.
Regina Ventura naik ke mimbar setelah beberapa hari kesaksian yang melelahkan dari putrinya, Casandra 'Cassie' Ventura, yang merinci penyiksaan mengerikan oleh Combs serta pesta seks penuh paksaan dan narkoba yang dikenal sebagai "freak-offs."
Combs, 55, menghadapi dakwaan federal atas tuduhan perdagangan seks dan memimpin jaringan seks ilegal yang menggunakan kekerasan seperti pembakaran, penculikan, dan suap untuk mempertahankan kekuasaannya.
Pada Senin, jaksa menanyakan kepada Ventura tentang email yang dikirimkan putrinya, yang menjadi saksi kunci dalam persidangan, pada 23 Desember 2011.
Cassie, 38, bersaksi minggu lalu, Combs pada akhir 2011 menjadi sangat marah setelah mengetahui ia telah menjalin hubungan dengan rapper Kid Cudi, yang bernama asli Scott Mescudi. Mescudi kemungkinan akan memberikan kesaksian dalam persidangan beberapa hari ke depan.
Cassie mengatakan kepada ibunya dalam email, Combs kemudian mengancam akan merilis video dirinya yang sedang ikut dalam pesta seks sebagai bentuk balas dendam.
“Ancaman yang diberikan Sean Puffy Combs kepada saya adalah bahwa ia akan merilis dua rekaman eksplisit tentang saya,” ujar Ventura membaca email secara lantang.
“Dia juga mengatakan bahwa dia akan menyuruh seseorang untuk menyakiti saya dan Scott Mescudi secara fisik.”
Ventura mengatakan ia merasa “sakit secara fisik” saat mengetahui ancaman itu. “Saya tidak bisa memahaminya, video seks itu sangat mengguncang saya.”
Pengacara pembela Combs berusaha meragukan kesaksian Cassie tentang pesta seks itu, dengan menuduh ia ikut serta secara sukarela.
Ventura mengatakan Combs sempat menuntut uang sebesar US$20.000, untuk mengganti biaya yang katanya telah ia keluarkan untuk Cassie. Uang itu akhirnya dibayarkan, kata ibu Cassie, dengan alasan untuk menjamin keselamatan putrinya.
Ventura juga diminta untuk menjelaskan tentang foto-foto Cassie yang memperlihatkan luka memar di tubuhnya, yang terjadi pada waktu yang sama pada akhir 2011. “Dia penuh memar. Kami ingin memastikan ada dokumentasi bahwa dia dipukuli oleh Sean Combs,” katanya.
Pengacara Combs, Xavier Donaldson, juga menanyai seorang saksi lain, Sharay Hayes, yang dijuluki “The Punisher,” seorang penari telanjang yang sering dipekerjakan pasangan tersebut.
Hayes mengatakan menurut pendapatnya, Cassie tidak pernah menunjukkan "ketidaknyamanan" saat Combs memerintahkan mereka untuk berhubungan seks sementara ia menonton, namun dia menegaskan semua arahan datang dari Combs.
Combs menghasilkan ratusan juta dolar dari industri musik, fesyen, media, dan minuman keras, dan sering disebut sebagai sosok yang membantu membawa hip-hop ke arus utama.
Namun produser rap dan superstar global yang dulunya terkenal karena pesta mewahnya kini tampak menua setelah berbulan-bulan mendekam di penjara.
Ia mengaku tidak bersalah atas semua dakwaan, namun menghadapi hukuman penjara seumur hidup jika terbukti bersalah.
Pihak pembela berargumen bahwa meskipun hubungan Ventura dengan Combs memang rumit dan melibatkan kekerasan dalam rumah tangga, hal itu tidak memenuhi unsur kejahatan perdagangan seks. (AFP/Z-2)
Sean “Diddy” Combs mengecam docuseries terbaru Netflix yang diproduseri 50 Cent.
Rapper 50 Cent menyetujui penyelesaian gugatan sipil terkait dugaan penyerangan hanya beberapa hari sebelum Netflix merilis dokumenter mengenai Sean “Diddy” Combs.
Tanggal pembebasan Sean “Diddy” Combs diundur hampir sebulan menjadi 4 Juni 2028. Penundaan ini terjadi di tengah laporan dugaan pelanggaran aturan.
Sean “Diddy” Combs dipindahkan ke penjara federal Fort Dix, New Jersey, untuk menjalani hukuman 50 bulan atas kasus prostitusi.
Sean “Diddy” Combs dijadwalkan menjalani sidang vonis pada 3 Oktober 2025 terkait dua dakwaan perdagangan seks.
Setelah divonis bersalah atas dua dakwaan ringan, Sean "Diddy" Combs masih terancam penjara. Mungkinkah ia bangkit kembali?
Perkara ini bermula dari hubungan kerja sama bisnis di bidang pemasaran asuransi. Pada 6 Agustus 2018,
Menjelang persidangan, Ammar Zoni tampak percaya diri. Ia bahkan menyatakan keyakinannya akan segera bebas dari jeratan hukum.
Efektivitas waktu menjadi pertimbangan utama di balik kebijakan penangkapan tanpa izin tersebut.
Plea bargain merupakan mekanisme baru yang mengatur pengakuan bersalah terdakwa dalam proses persidangan dengan syarat-syarat tertentu sebagaimana diatur dalam KUHAP.
Konsistensi etik merupakan fondasi utama kehakiman yang tidak boleh dikompromikan meski berada dalam pusaran kepentingan.
Merujuk sejumlah survei publik pada 2005, Amzulian menyebut Mahkamah Agung kala itu hanya berada di posisi kelima dalam tingkat kepercayaan publik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved