Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
CASANDRA “Cassie” Ventura memberi kesaksian kepada juri dalam sidang kasus perdagangan seks di Persidangan Federal, dengan terdakwa Sean 'Diddy' Combs. Ia mengaku dipaksa berhubungan seks saat sedang menstruasi.
Penyanyi "Me & You" itu menjelaskan kepada juri pada Selasa (13/5), bagaimana mogul hip-hop tersebut memaksanya ikut serta dalam kegiatan seksual yang disebut “Freak Offs,”. Kegiatan itu sering direkam Combs.
Ventura mengatakan kepada juri, ia menuruti semua permintaan Combs, sebagian besar karena takut. “Aku diharapkan untuk melakukan freak off saat sedang menstruasi,” katanya dalam kesaksian. “Sean mengharapkannya. Aku rasa tidak ada orang yang ingin melakukan itu.”
Ia melanjutkan, Combs atau salah satu pria bayaran yang disewa untuk berhubungan seks dengannya, kadang-kadang “akan buang air kecil padaku” selama Freak Offs tersebut.
Ketika Jaksa AS Emily Johnson menanyakan apakah Ventura menginginkan hal itu, Ventura menjawab tegas, “Tidak. Tapi tidak ada pembicaraan. Itu hal yang membuat (Combs) bergairah, jadi itu terjadi.”
Ventura bersaksi dirinya “tersedak”, karena “terlalu banyak air kencing di mulutku,” kadang berasal dari Combs dan pria lain secara bersamaan.
“Aku tidak ingin ada yang buang air kecil padaku,” tegasnya. “Sean akan kencing di mulutku — tidak terlalu sering, tapi cukup sering.”
Johnson kemudian bertanya mengapa ia tidak menolak. Ventura menjawab, “Aku merasa jijik, dalam keadaan terpengaruh (obat) dan berada dalam situasi dengan pria ini, jadi itulah yang terjadi. Tidak banyak kendali yang kamu miliki saat ada dua pria berdiri di atasmu sambil buang air kecil. Kupikir sudah jelas aku tidak menginginkannya.”
Setelah Freak Off selesai, Ventura mengatakan ia dibiarkan membersihkan kamar hotel yang biasanya penuh darah dan urine.
Combs ditangkap pada September 2024 dan mengaku tidak bersalah atas lima dakwaan termasuk perdagangan seks, pemerasan, dan membawa orang untuk tujuan prostitusi.
Pada hari pertama sidang, Senin, 12 Mei, di pengadilan federal Manhattan, juri diperlihatkan rekaman CCTV saat Combs memukul dan menendang Ventura di area lift sebuah hotel pada tahun 2016.
Jaksa Johnson dalam pernyataan pembukaannya mengatakan Combs adalah dalang di balik jaringan kriminal besar yang digunakan untuk memikat perempuan, membius mereka, lalu memaksa mereka melakukan hubungan seks.
Sementara itu, pengacara pembela Combs, Teny Geragos, menyatakan dalam pembukaannya bahwa semua hubungan seksual antara kliennya dan Ventura dilakukan secara suka sama suka. Begitu pula dengan keputusan Ventura yang tetap bersamanya selama lebih dari satu dekade.
Jika terbukti bersalah atas semua dakwaan, Combs dapat menghadapi hukuman penjara seumur hidup. Sejak penangkapannya pada 2024, ia ditahan di Metropolitan Detention Complex di Brooklyn. (People/Z-2)
Sean “Diddy” Combs mengecam docuseries terbaru Netflix yang diproduseri 50 Cent.
Rapper 50 Cent menyetujui penyelesaian gugatan sipil terkait dugaan penyerangan hanya beberapa hari sebelum Netflix merilis dokumenter mengenai Sean “Diddy” Combs.
Tanggal pembebasan Sean “Diddy” Combs diundur hampir sebulan menjadi 4 Juni 2028. Penundaan ini terjadi di tengah laporan dugaan pelanggaran aturan.
Sean “Diddy” Combs dipindahkan ke penjara federal Fort Dix, New Jersey, untuk menjalani hukuman 50 bulan atas kasus prostitusi.
Sean “Diddy” Combs dijadwalkan menjalani sidang vonis pada 3 Oktober 2025 terkait dua dakwaan perdagangan seks.
Setelah divonis bersalah atas dua dakwaan ringan, Sean "Diddy" Combs masih terancam penjara. Mungkinkah ia bangkit kembali?
Departemen Kehakiman AS kembali meminta pembukaan materi grand jury dalam penyelidikan Jeffrey Epstein setelah Kongres menyetujui aturan yang mengizinkan rilis dokumen itu.
Presiden AS Donald Trump menandatangani RUU yang mewajibkan publikasi seluruh berkas penyelidikan Jeffrey Epstein dalam 30 hari, meski sebelumnya menolak.
Ribuan pesan antara Jeffrey Epstein dan tokoh-tokoh elite Amerika dirilis DPR AS, mengungkap jejaring pengaruhnya meski berstatus predator seksual sejak 2008.
RUU Epstein Files Transparency Act resmi menuju meja Presiden Donald Trump. Publik menanti apakah pemerintahan Trump akan membuka seluruh dokumen terkait Jeffrey Epstein.
Ketua DPR AS Mike Johnson memastikan voting RUU yang memaksa Departemen Kehakiman merilis seluruh berkas kasus Jeffrey Epstein akan digelar pekan depan.
Gedung Putih menepis tuduhan Donald Trump mengetahui kasus pelecehan seksual Jeffrey Epstein setelah perilisan email lama.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved