Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Departemen Kehakiman AS Ajukan Permintaan Baru untuk Membuka Materi Grand Jury Kasus Epstein

Thalatie K Yani
25/11/2025 06:17
Departemen Kehakiman AS Ajukan Permintaan Baru untuk Membuka Materi Grand Jury Kasus Epstein
Jeffrey Epstein(Media Sosial X)

DEPARTEMEN Kehakiman Amerika Serikat kembali mengajukan permintaan untuk membuka materi grand jury terkait penyelidikan Jeffrey Epstein, yang berujung pada dakwaan perdagangan seks terhadapnya pada 2019. Permohonan ini ditandatangani Jaksa AS untuk Distrik Selatan New York, Jay Clayton.

Dalam pengajuan tersebut, Clayton menyatakan langkah Kongres yang pekan lalu menyetujui rilis dokumen investigasi menunjukkan catatan pengadilan tersebut memang harus dibuka. Ia juga meminta agar proses pembukaan dokumen dilakukan segera, mengingat aturan baru memberi tenggat 30 hari sejak Presiden Donald Trump menandatanganinya.

Departemen Kehakiman menilai keputusan Kongres telah mengesampingkan ketentuan hukum sebelumnya, sehingga memungkinkan pembukaan dokumen grand jury.

Namun, upaya serupa pernah ditolak Hakim Richard Berman. Pada permintaan sebelumnya, Berman menilai terdapat “alasan signifikan dan kuat” untuk menolak publikasi transkrip grand jury tersebut. Dalam putusan Agustus lalu, Berman menyebut sekitar 70 halaman transkrip dan lampiran, yang mencakup presentasi PowerPoint, catatan panggilan, serta surat dari korban dan kuasa hukum mereka, tidak sebanding dengan volume dokumen lain yang sudah dimiliki pemerintah.

Ia menulis “100.000 halaman berkas dan materi Epstein yang dimiliki pemerintah jauh melampaui sekitar 70 halaman materi grand jury tersebut”. Permintaan membuka dokumen tampak sebagai “pengalihan” dari kewajiban merilis berkas lain, yang sudah berada dalam penguasaan pemerintah.

Materi grand jury itu sebagian besar berisi kesaksian seorang agen FBI yang menjadi saksi tunggal dalam proses tersebut. Hakim Berman menyebut  agen tersebut “tidak memiliki pengetahuan langsung mengenai fakta kasus dan sebagian besar kesaksiannya bersifat hearsay”. Ia menegaskan alasan terkuat untuk tetap menyegel dokumen adalah “kemungkinan ancaman terhadap keselamatan dan privasi para korban”.

Permintaan serupa untuk membuka materi grand jury terkait kasus Ghislaine Maxwell juga ditolak. Hakim Paul Engelmayer menulis permintaan itu “mengisyaratkan materi grand jury merupakan tambang informasi yang belum terungkap tentang Epstein atau Maxwell atau rekan-rekan mereka, padahal jelas bukan demikian.”

Permintaan terbaru Clayton diajukan tidak lama setelah ia ditugaskan menyelidiki hubungan Epstein dengan sejumlah tokoh Partai Demokrat. Hal ini terjadi empat bulan setelah Maurene Comey, salah satu jaksa utama dalam kasus Epstein dan Maxwell, diberhentikan sebelum Wakil Jaksa Agung Todd Blanche melakukan wawancara dengan Maxwell di Florida.

Ketika ditanya pekan lalu soal bagaimana penyelidikan baru di New York dapat memengaruhi rilis dokumen Epstein yang dimiliki pemerintah, Jaksa Agung Pam Bondi menjawab, “Kami tidak akan mengatakan apa pun lagi tentang hal itu karena kini merupakan penyelidikan yang sedang berjalan di distrik selatan New York.” (The Guardian/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik