Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
PETUGAS Keamanan Dalam Negeri (Homeland Security) menemukan baby oil, ketamin berwarna merah muda, dan uang tunai sebesar US$9.000 di kamar hotel, saat menangkap Sean “Diddy” Combs.
Petugas itu mempresentasikan foto-foto dari suite milik Combs di Park Hyatt New York pada Senin, 16 September, dalam persidangan kasus perdagangan seks di Pengadilan Distrik AS untuk Distrik Selatan New York (SDNY).
Combs ditangkap di hotel tersebut atas tuduhan perdagangan seks, pemerasan, dan pengangkutan untuk tujuan prostitusi, tuduhan yang telah ia bantah keras.
Agen Khusus Yasin Binda, yang mengambil foto barang bukti tersebut, bersaksi di dalam salah satu tas lorong di lemari kamar hotelnya, terdapat kantong Ziploc berisi baby oil merek Johnson dan satu lagi berisi pelumas merek Astroglide.
Selain sebuah hard drive, Binda juga bersaksi terdapat “alat pencahayaan” yang digunakan untuk menciptakan “pencahayaan suasana” di ruang tamu, serta “beberapa botol baby oil” di kamar mandi.
Petugas juga menemukan sebuah iPhone, tas Louis Vuitton berisi sebotol obat resep atas nama “Frank Black,” serta dua botol pelumas di atas meja samping tempat tidur. Beberapa foto tambahan yang memperlihatkan minyak dan pelumas juga ditampilkan.
Botol obat dari apotek Walgreens tersebut memiliki label Clonazepam, yang menurut Mayo Clinic digunakan “sendiri atau bersama obat lain untuk mengobati gangguan kejang tertentu.” Obat ini juga dapat digunakan untuk mengobati gangguan panik.
Namun, di dalam botol obat tersebut ditemukan dua kantong berisi “bubuk merah muda,” menurut kesaksian Binda.
Bubuk merah muda dalam satu kantong dinyatakan positif mengandung ketamin, sementara bubuk dalam kantong lainnya mengandung MDMA dan ketamin. Kedua sampel tersebut kemudian diedarkan kepada para anggota juri untuk diperiksa.
Menurut Badan Penegakan Narkoba AS (DEA), ketamin adalah “anestesi disosiatif yang memiliki beberapa efek halusinogen.” Obat ini “mengganggu persepsi terhadap penglihatan dan suara serta membuat pengguna merasa terlepas dari kenyataan dan kehilangan kendali.”
MDMA “bertindak sebagai stimulan dan halusinogen, menghasilkan efek memberi energi, distorsi waktu dan persepsi, serta peningkatan kenikmatan terhadap sentuhan,” menurut DEA.
Binda juga bersaksi bahwa Homeland Security menemukan tas pinggang hitam tergantung di tempat tidur dengan uang tunai sebesar $9.000 di dalamnya. (People/Z-2)
Departemen Kehakiman AS kembali meminta pembukaan materi grand jury dalam penyelidikan Jeffrey Epstein setelah Kongres menyetujui aturan yang mengizinkan rilis dokumen itu.
Presiden AS Donald Trump menandatangani RUU yang mewajibkan publikasi seluruh berkas penyelidikan Jeffrey Epstein dalam 30 hari, meski sebelumnya menolak.
Ribuan pesan antara Jeffrey Epstein dan tokoh-tokoh elite Amerika dirilis DPR AS, mengungkap jejaring pengaruhnya meski berstatus predator seksual sejak 2008.
RUU Epstein Files Transparency Act resmi menuju meja Presiden Donald Trump. Publik menanti apakah pemerintahan Trump akan membuka seluruh dokumen terkait Jeffrey Epstein.
Ketua DPR AS Mike Johnson memastikan voting RUU yang memaksa Departemen Kehakiman merilis seluruh berkas kasus Jeffrey Epstein akan digelar pekan depan.
Gedung Putih menepis tuduhan Donald Trump mengetahui kasus pelecehan seksual Jeffrey Epstein setelah perilisan email lama.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved