Headline
Polisi harus usut tuntas hingga ke aktor intelektualnya.
Polisi harus usut tuntas hingga ke aktor intelektualnya.
Kumpulan Berita DPR RI
GRUP K-Pop global BTS dikabarkan menjadi korban dugaan manipulasi oleh pemerintah Korea Selatan selama masa kepemimpinan Presiden Yoon Suk Yeol.
Hal ini terkait dengan konser gratis BTS yang digelar di Busan dua tahun lalu sebagai bagian dari promosi Busan World Expo.
Berdasarkan laporan dari berbagai media Korea, BTS seharusnya menerima kompensasi sebesar 7 miliar KRW, atau sekitar US$4,75 juta (Rp76 miliar), untuk konser tersebut. Namun, pemerintah diduga tidak memenuhi kewajiban tersebut, membuat BTS tidak hanya tampil tanpa bayaran tetapi juga harus menanggung seluruh biaya penyelenggaraan konser.
Pemerintah bahkan memberikan beban tambahan kepada BTS terkait dengan logistik acara.
Awalnya, pemerintah mengusulkan lokasi konser yang tidak memenuhi standar keamanan untuk acara besar, sehingga membahayakan keselamatan penggemar.
Usulan ini ditolak langsung oleh para anggota BTS, yang kemudian memilih Stadion Busan Asiad sebagai lokasi alternatif untuk menjamin keamanan.
Dugaan manipulasi ini semakin memperburuk reputasi pemerintah, terutama mengingat upaya promosi Busan World Expo yang penuh kontroversi.
Sebagai salah satu event berskala global, World Expo diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi setara dengan penyelenggaraan Olimpiade atau turnamen sepak bola internasional.
Namun, tanggung jawab besar tersebut justru dilimpahkan kepada BTS tanpa dukungan yang memadai.
Tak berhenti di sana, pemerintah Korea Selatan juga beberapa kali diduga mencoba memanfaatkan BTS untuk kepentingan promosi lainnya.
Pada 2023, konser Jambore yang bertujuan mendukung agenda nasional sempat menuai kritik tajam akibat buruknya pengelolaan acara. Bahkan, Kementerian Pertahanan sempat mendesak agar BTS diwajibkan tampil, meskipun anggota grup tersebut sudah terdaftar dalam wajib militer. Beruntung, usulan tersebut berhasil ditolak oleh BigHit Entertainment.
Selain itu, pemerintah sempat mengajukan rancangan undang-undang yang memungkinkan anggota BTS tampil selama masa dinas militer untuk mendukung ekonomi nasional.
Namun, aturan ini menuai kontroversi karena bertentangan dengan regulasi yang melarang tentara aktif menerima bayaran dari pekerjaan lain.
Langkah tersebut dianggap sebagai upaya eksploitasi tanpa memberikan perlakuan istimewa yang layak bagi BTS, mengingat kontribusi besar mereka terhadap ekonomi dan budaya Korea Selatan.
Di sisi lain, situasi politik di Korea Selatan juga memanas. Presiden Yoon Suk Yeol yang telah dimakzulkan kini menghadapi surat perintah penangkapan resmi dari Pengadilan Korea Selatan.
Laporan pada Selasa (31/12) menyebutkan bahwa surat tersebut dikeluarkan menyusul upaya gagal Presiden Yoon untuk memberlakukan darurat militer, yang semakin memicu ketidakpercayaan publik.
“Surat perintah penangkapan dan penggeledahan terhadap Presiden Yoon Suk Yeol telah dikeluarkan pagi ini oleh Markas Besar Investigasi Gabungan,” demikian pernyataan resmi pihak berwenang.
“Proses selanjutnya belum dijadwalkan.”
Kisah ini menambah daftar panjang kontroversi yang melibatkan pemerintah Korea Selatan, khususnya terkait eksploitasi BTS, yang selama ini telah menjadi simbol diplomasi budaya negara tersebut di mata dunia. (MBC News/Z-10)
Mantan Presiden Korsel Yoon Suk Yeol terancam hukuman tambahan dari 6 kasus baru, mulai dari spionase drone ke Korut hingga skandal dana kampanye ilegal.
Mantan Presiden Korsel Yoon Suk-yeol dijatuhi hukuman 5 tahun penjara.
Pengadilan Seoul akan membacakan vonis terhadap mantan Presiden Yoon Suk Yeol atas tuduhan menghalangi penyidikan terkait deklarasi darurat militer 2024.
Jaksa khusus menuntut hukuman mati bagi mantan Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol terkait upaya pemberontakan melalui deklarasi darurat militer yang gagal.
Tim penasihat hukum khusus menuntut hukuman 10 tahun penjara bagi mantan Presiden Korsel Yoon Suk Yeol atas dakwaan perintangan keadilan terkait darurat militer.
Mantan Presiden Korsel Yoon Suk Yeol jalani sidang tuntutan hari ini terkait kasus darurat militer Desember 2024. Vonis dijadwalkan pada Januari 2026.
Berdasarkan pantauan real-time pada Senin (16/3/2026), jumlah pengikut V BTS di TikTok telah menembus angka 15,4 juta followers.
Kemunculan V di platform video pendek ini menjadikannya anggota BTS ketiga yang memiliki akun pribadi, menyusul Jungkook dan J-Hope yang sudah lebih dulu aktif.
Menelusuri jejak BTS di Seoul. Panduan lokasi BTS Pilgrimage mulai dari Hakdong Park hingga restoran favorit member BTS di Mapo.
BTS rilis teaser animasi ARIRANG yang angkat sejarah musik Korea 1896. Cek jadwal rilis album, konser Gwanghwamun, dan link nonton Netflix di sini!
Pemerintah Korea Selatan menyelidiki 1.868 penjualan tiket ilegal konser reuni BTS. Polisi dilibatkan untuk memberantas calo dan melindungi penggemar.
Modus operasional yang digunakan adalah dengan menciptakan situs web palsu yang meniru platform fandom resmi BTS, Weverse.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved