Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
AKTRIS Nirina Zubir dan aktor Ringgo Agus Rahman, selaku pemeran utama film Jatuh Cinta Seperti di Film-Film (JESEDEF) gembira film tersebut ditayangkan lagi di bioskop Indonesia setelah memenangi banyak penghargaan di Festival Film Indonesia 2024.
"Sensasinya beda ya, tidak mengurangi rasa hormat dengan OTT yang sekarang sudah ada, tapi memang sensasi sinema akan berbeda," kata Nirina dalam acara Top Trending Searches Google 2024 di Jakarta Pusat, Kamis (12/12).
"Ini kejutan bagi kami sebagai pemainnya, memang selama ini film pemenang FFI ditayangkan kembali, dan mungkin ini adalah salah satu bentuk apresiasi untuk ditayangkan kembali," kata Ringgo, yang juga menghadiri acara Top Trending Searches Google 2024.
Ringgo mengemukakan penayangan kembali JESEDEF di bioskop merupakan bentuk apresiasi terhadap prestasi film di Festival Film Indonesia (FFI) 2024, bukan hanya untuk menambah jumlah penonton.
Film JESEDEF mendapat tujuh penghargaan di FFI 2024, termasuk penghargaan untuk film cerita panjang terbaik, penulis skenario asli terbaik (Yandy Laurens), pemeran utama pria terbaik (Ringgo Agus Rahman), dan pemeran utama wanita terbaik (Nirina Zubir).
Penyelenggara FFI 2024 juga memberikan penghargaan kategori pemeran pendukung pria terbaik (Alex Abbad), pemeran pendukung wanita terbaik (Sheila Dara), serta lagu tema terbaik (Bercinta Lewat Kaca karya Donne Maula) untuk film tersebut.
Film JESEDEF mulai Kamis (12/12) ditayangkan kembali di bioskop-bioskop di Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Bali, Makassar, Medan, dan
Surabaya.
Ringgo dan Nirina berharap penonton dapat lebih menyelami keunikan film tersebut.
Mereka juga berharap JESEDEF dapat memberikan hiburan dan pesan baik kepada para penonton.
Ringgo, Nirina, dan kru film yang lain berencana menonton kembali film JESEDEF di bioskop.
"Gua pribadi sama Nirina dan beberapa teman yang lain pengen nonton lagi, karena hal terbaik saat menonton film adalah ketika film itu tayang di bioskop," kata Ringgo.
Di Jakarta, film JESEDEF ditayangkan kembali di bioskop Senayan City XXI, Blok M XXI, Kota Kasablanka XXI, Kelapa Gading XXI, CGV Grand Indonesia, dan CGV Central Park.
Film itu juga diputar lagi di Ciwalk XXI dan CGV 23 Paskal di Bandung, Empire XXI dan CGV Jwalk di Yogyakarta, Level 21 XXI di Bali, Panakkukang XXI di Makassar, Ringroad City Walk XXI di Medan, serta Tunjungan 3 XXI dan CGV BG Junction di Surabaya. (Ant/Z-1)
Gina S Noer memaparkan bahwa film Esok Tanpa Ibu bukan sekadar cerita tentang teknologi, melainkan sebuah eksplorasi mengenai relasi kompleks antara AI, sosok ibu, dan lingkungan hidup.
Aktris utama Dian Sastrowardoyo dilaporkan mengalami insiden jatuh dari kuda saat menjalani salah satu adegan penting saat syuting film Esok Tanpa Ibu.
Sutradara Timur Bekmambetov menjelaskan bahwa MERCY dirancang untuk memadukan ketegangan cerita dengan pendekatan visual berbasis layar digital atau Screenlife.
Selain kemitraan dengan Refinery Media dari Singapura, posisi sutradara film Esok Tanpa Ibudipercayakan kepada sineas asal Malaysia, Ho Wi-ding.
Meski berhasil memecahkan rekor untuk produksi Hollywood, Zootopia 2 harus mengakui keunggulan film animasi asal Tiongkok, Ne Zha 2.
Bagi Adinia Wirasti, bioskop bukan sekadar tempat menonton, melainkan ruang refleksi bagi manusia.
Teaser Lastri: Arawah Kembang Desa menjadi pembuka yang kuat sekaligus emosional, karena menampilkan sosok almarhum Gary Iskak sebagai Turenggo, serta Hana Saraswati sebagai Lastri.
Aktor pemenang Piala Emmy, Timothy Busfield, 68, telah menjalani persidangan perdana setelah menyerahkan diri kepada pihak berwenang di Albuquerque, New Mexico.
Nopek Novian mengaku melakukan riset mendalam dengan mengamati berbagai referensi aktor yang pernah memerankan tokoh serupa, salah satunya adalah budayawan senior Sujiwo Tejo.
Menurut Oki Rengga, keberanian untuk mencoba genre yang berbeda merupakan upayanya untuk terus meningkatkan kualitas dan kapasitas akting di industri film tanah air.
Keberhasilan Oki Rengga dalam membawakan dialek Jawa tanpa jejak dialek Sumatra di film Sebelum Dijemput Nenek mengundang rasa penasaran mengenai proses pendalaman karakternya.
Melampaui sekadar akting di depan kamera, para aktor seperti Sri Isworowati, Dodit Mulyanto, hingga Oki Rengga harus menghadapi tantangan fisik dan emosional yang cukup berat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved