Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
BAND indie Pop Alternatif, Cocolite, kembali hadir dengan karya terbaru mereka, Lagu Untuk Kamu. Lagu itu dirilis di berbagai Digital Streaming Platform (DSP) pada 25 Oktober 2024 melalui label Sintesa Pro.
Dengan harapan memberikan warna segar dalam khazanah musik Indonesia, Cocolite berharap lagu ini dapat diterima dan disukai oleh para penikmat musik di tanah air.
Cocolite, yang terdiri dari Ayu (vokal), Coco (gitar), Azzam (bass), dan Faris (keyboard), dibentuk pada Agustus 2022. Sejak itu, mereka telah merilis beberapa single, termasuk Sosok Favorit dan Oh, Sayang!.
Lagu Untuk Kamu adalah ungkapan cinta yang tulus dan mendalam. Dalam liriknya, Cocolite menggambarkan perasaan saat pertama kali bertemu dengan seseorang yang sangat berarti. Kehadiran orang tersebut bagaikan sinar pelangi yang membawa kebahagiaan dalam hidupnya.
Lagu ini menggambarkan perjalanan cinta yang penuh suka dan duka, ketika keduanya saling melengkapi dan berkomitmen untuk bersama selamanya.
Refrain lagu menegaskan betapa pentingnya kehadiran sang seseorang tersebut, mengekspresikan rasa cinta yang abadi dan keinginan untuk bersama dalam setiap keadaan.
Setiap bait dalam lagu ini diisi dengan kenangan manis dan harapan untuk masa depan, menjadikannya sebuah dedikasi yang sempurna bagi orang tercinta.
Dengan melodi yang catchy dan lirik yang puitis, Lagu Untuk Kamu tidak hanya menjadi sebuah lagu cinta, tetapi juga sebuah pernyataan komitmen dan rasa syukur atas kehadiran orang yang dicintai.
Cocolite berharap lagu ini dapat menyentuh hati para pendengar dan menjadi bagian dari momen-momen berharga dalam hidup mereka. (Z-1)
Sony menghadirkan LinkBuds Clip dengan desain terbuka dan WF-1000XM6 dengan peredam kebisingan canggih. Dua earbud untuk pengalaman audio berbeda.
Onadio Leonardo mengungkapkan bahwa proses kreatif lagu terbaru Killing Me Inside Re:union lahir dari ruang sempit masa-masa sulitnya.
PENYANYI pendatang baru Giusti Raka merilis single terbarunya berjudul Masihkah Ada. Single ini menjadi lagu keempatnya yang dirilis.
Bagi Sajama Cut, konsistensi Recollecting adalah bentuk tanggung jawab untuk memberikan sorotan pada karya-karya yang sering kali luput dari arus utama.
Angel Lelga mengajak pendengar untuk sejenak berhenti dari hiruk-pikuk dunia dan mengingat kembali bahwa hanya kepada Allah tempat terbaik untuk berserah diri.
Sejak merilis gitar akustik, elektrik, dan ampli pertamanya pada 1966, Yamaha secara konsisten menjadi bagian dari perjalanan musik global.
Onadio Leonardo mengungkapkan bahwa proses kreatif lagu terbaru Killing Me Inside Re:union lahir dari ruang sempit masa-masa sulitnya.
Angel Lelga mengajak pendengar untuk sejenak berhenti dari hiruk-pikuk dunia dan mengingat kembali bahwa hanya kepada Allah tempat terbaik untuk berserah diri.
Makna merupakan salah satu lagu paling personal dalam album penuh Adikara yang bertajuk Klise, yang sebelumnya telah menyapa pendengar pada 30 Mei 2025 lalu.
Lagu Diam Seribu Diam dari Daun Jatuh dan Syiqin Azln membawa pendengar menyelami sisi rapuh sebuah hubungan.
Melalui Static Mind, Blind Phase mencoba memotret kondisi mental yang penuh kebisingan, sebuah situasi di mana pikiran terus berputar di antara fluktuasi emosi tanpa jeda.
Berbeda dengan versi aslinya yang kental dengan nuansa pop-rock era 90-an, Chandra Satria membawa nyawa baru ke dalam lagu Dan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved