Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
GRUP musik Killing Me Inside Re:union resmi menandai kembalinya mereka ke industri musik dengan merilis single terbaru berjudul Senyawa dan Candu. Karya ini mulai tersedia di berbagai platform musik digital tepat pada Jumat (13/2).
Lagu ini bukan sekadar rilisan rutin bagi grup yang digawangi Onadio Leonardo, Sansan, dan Raka. Senyawa dan Candu memiliki kedalaman emosional yang personal, lantaran ditulis oleh Onad saat dirinya sedang menjalani masa pemulihan di tempat rehabilitasi akibat kasus penyalahgunaan narkoba.
Dalam siaran pers, dikutip Sabtu (14/2), Onad mengungkapkan bahwa proses kreatif lagu ini lahir dari ruang sempit masa-masa sulitnya.
"Saat rehab, gue enggak tahu mau ngapain, akhirnya gue nulis lagu lagi," kenang Onad.
Bagi Onad, lagu ini merupakan medium komunikasi jujur kepada publik dan dirinya sendiri.
Ia tidak menampik bahwa karya ini lahir dari rasa bersalah yang mendalam.
"Ini adalah bentuk penyesalan terbesar gue karena membuat kesalahan fatal," tegasnya.
Proses penggarapan Senyawa dan Candu menjadi ajang reuni kreatif yang hangat. Onad menceritakan bahwa rekan-rekan setimnya, Sansan (vokal) dan Raka (gitar), memberikan respons positif sejak pertama kali mendengar draf lagu tersebut.
"Mereka langsung terima, katanya 'Ini lo banget sih'. Akhirnya kayak 'Ya udah ini pas banget sih' mereka bilang: 'Personal, momennya lagi dapat, lo baru cabut dari rehab, let’s go'," ujar Onad.
Tidak hanya personel inti, proses produksi musik ini juga melibatkan Rudye, mantan personel Killing Me Inside.
Kehadiran Rudye memberikan sentuhan warna musik yang sudah lama dirindukan oleh para penggemar lama mereka.
Keputusan untuk menggunakan lirik berbahasa Indonesia dalam lagu ini juga menjadi sorotan. Onad menyebut langkah ini sebagai bagian dari strategi rebranding grup, mengingatkan kembali pada masa transisi ikonik mereka di masa lalu.
"Setelah bertahun-tahun tidak membuat lagu dengan Bahasa Indonesia, akhirnya kejadian juga waktu kami mau rebranding. Kayak waktu itu dari era The Tormented ke Biarlah, dan kayaknya itu deh yang kami suka," jelasnya.
Menatap masa depan, Killing Me Inside Re:union dipastikan tidak akan berhenti di satu single saja.
Onad menegaskan bahwa fokus utamanya tahun ini adalah membawa grup ini kembali ke puncak performa melalui perilisan Extended Play (EP).
"Killing Me kan (merilis) single melulu. Nah udah lama nih kita enggak ngeluarin EP. Itu salah satunya. Yang jelas, priority gue tahun ini adalah Killing Me Inside Re:Union," tutup Onad. (Z-1)
Artis Onadio Leonardo mengaku menyesal setelah ditangkap terkait kasus ganja. Polisi menyebut status sementara Onad adalah korban penyalahgunaan narkoba
MUSISI sekaligus aktor Onadio Leonardo atau Onad, ditangkap Polres Metro Jakarta Barat terkait kasus penyalahgunaan narkoba pada Kamis (30/10) malam.
Sebelumnya, Onad dan Beby ditangkap di sebuah perumahan di kawasan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan.
Polisi menyebut Onadio Leonardo alias Onad dinyatakan positif mengonsumsi narkoba jenis ganja dan esktasi setelah menjalani tes urine.
Simak profil lengkap Onadio Leonardo alias Onad, mantan vokalis Killing Me Inside yang kini dikenal sebagai aktor, presenter, dan podcaster.
PENYANYI pendatang baru Giusti Raka merilis single terbarunya berjudul Masihkah Ada. Single ini menjadi lagu keempatnya yang dirilis.
Bagi Sajama Cut, konsistensi Recollecting adalah bentuk tanggung jawab untuk memberikan sorotan pada karya-karya yang sering kali luput dari arus utama.
Angel Lelga mengajak pendengar untuk sejenak berhenti dari hiruk-pikuk dunia dan mengingat kembali bahwa hanya kepada Allah tempat terbaik untuk berserah diri.
Sejak merilis gitar akustik, elektrik, dan ampli pertamanya pada 1966, Yamaha secara konsisten menjadi bagian dari perjalanan musik global.
Makna merupakan salah satu lagu paling personal dalam album penuh Adikara yang bertajuk Klise, yang sebelumnya telah menyapa pendengar pada 30 Mei 2025 lalu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved