Headline

Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa. 

Titik Balik Onadio Leonardo, Killing Me Inside Re:union Rilis Senyawa dan Candu sebagai Simbol Penebusan

Basuki Eka Purnama
14/2/2026 20:03
Titik Balik Onadio Leonardo, Killing Me Inside Re:union Rilis Senyawa dan Candu sebagai Simbol Penebusan
Killing Me Inside Re:union(Instagram @reunion_jkt)

GRUP musik Killing Me Inside Re:union resmi menandai kembalinya mereka ke industri musik dengan merilis single terbaru berjudul Senyawa dan Candu. Karya ini mulai tersedia di berbagai platform musik digital tepat pada Jumat (13/2).

Lagu ini bukan sekadar rilisan rutin bagi grup yang digawangi Onadio Leonardo, Sansan, dan Raka. Senyawa dan Candu memiliki kedalaman emosional yang personal, lantaran ditulis oleh Onad saat dirinya sedang menjalani masa pemulihan di tempat rehabilitasi akibat kasus penyalahgunaan narkoba.

Dalam siaran pers, dikutip Sabtu (14/2), Onad mengungkapkan bahwa proses kreatif lagu ini lahir dari ruang sempit masa-masa sulitnya. 

"Saat rehab, gue enggak tahu mau ngapain, akhirnya gue nulis lagu lagi," kenang Onad.

Bagi Onad, lagu ini merupakan medium komunikasi jujur kepada publik dan dirinya sendiri. 

Ia tidak menampik bahwa karya ini lahir dari rasa bersalah yang mendalam. 

"Ini adalah bentuk penyesalan terbesar gue karena membuat kesalahan fatal," tegasnya.

Kolaborasi Formasi Ikonik

Proses penggarapan Senyawa dan Candu menjadi ajang reuni kreatif yang hangat. Onad menceritakan bahwa rekan-rekan setimnya, Sansan (vokal) dan Raka (gitar), memberikan respons positif sejak pertama kali mendengar draf lagu tersebut.

"Mereka langsung terima, katanya 'Ini lo banget sih'. Akhirnya kayak 'Ya udah ini pas banget sih' mereka bilang: 'Personal, momennya lagi dapat, lo baru cabut dari rehab, let’s go'," ujar Onad.

Tidak hanya personel inti, proses produksi musik ini juga melibatkan Rudye, mantan personel Killing Me Inside. 

Kehadiran Rudye memberikan sentuhan warna musik yang sudah lama dirindukan oleh para penggemar lama mereka.

Momentum Rebranding dan Rencana EP

Keputusan untuk menggunakan lirik berbahasa Indonesia dalam lagu ini juga menjadi sorotan. Onad menyebut langkah ini sebagai bagian dari strategi rebranding grup, mengingatkan kembali pada masa transisi ikonik mereka di masa lalu.

"Setelah bertahun-tahun tidak membuat lagu dengan Bahasa Indonesia, akhirnya kejadian juga waktu kami mau rebranding. Kayak waktu itu dari era The Tormented ke Biarlah, dan kayaknya itu deh yang kami suka," jelasnya.

Menatap masa depan, Killing Me Inside Re:union dipastikan tidak akan berhenti di satu single saja. 

Onad menegaskan bahwa fokus utamanya tahun ini adalah membawa grup ini kembali ke puncak performa melalui perilisan Extended Play (EP).

"Killing Me kan (merilis) single melulu. Nah udah lama nih kita enggak ngeluarin EP. Itu salah satunya. Yang jelas, priority gue tahun ini adalah Killing Me Inside Re:Union," tutup Onad. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya