Headline
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Kumpulan Berita DPR RI
PRIME Video telah merilis film Amazon Original Thailand pertamanya yang berjudul Love Stuck. Film tersebut merupakan sebuah remake dari film Amazon Original yang telah diakui para kritikus berjudul The Map of Tiny Perfect Things, yang dinominasikan untuk penghargaan Critics' Choice Award kategori Best Movie Made for Television.
Love Stuck menghadirkan narasi yang memikat dan menyentuh hati yang diperankan oleh aktor berbakat, termasuk James-Teeradon Supapunpinyo dan Junei-Plearnpichaya Komalarajun sebagai pemeran utama, bersama Baipor-Thitiya Jirapornsilp, Doo-Sanya Kunakorn, Grace Mahadumrongkul, dan Pide-Monthapoom Sumonvarangkul.
Love Stuck mengeksplorasi tema tentang cinta, kehidupan, keluarga, dan perkembangan diri. Film ini menceritakan kehidupan Toy (James), seorang pria lucu yang terjebak dalam suatu lingkaran waktu. Apa pun yang dia lakukan, dia selalu kembali ke posisi semula, yaitu di pagi hari sebelum malam Tahun Baru.
Saat mencoba melarikan diri dari siklus yang membosankan ini, dia bertemu dengan Vee (Junei), seorang wanita muda misterius yang ternyata terjebak dalam situasi yang sama.
Keduanya menghabiskan hari yang berulang-ulang sekaligus mencari momen-momen sempurna yang tersembunyi di sekitar mereka. Saat Toy berupaya mencari cara untuk keluar dari lingkaran waktu, Vee meninggalkannya dan rencananya.
Di tengah kekecewaannya, Toy mengetahui kenyataan pahit tentang keluarganya yang akhirnya mengubah pandangannya tentang kehidupan. Sementara itu, Vee dihadapkan dengan ketakutan terbesarnya yang mengungkapkan alasan mengapa dia dan Toy terjebak dalam lingkaran waktu.
"Sebenarnya, saya sudah lama ingin membintangi film komedi romantis, tetapi sudah lama saya tidak menerima tawaran untuk peran tersebut hingga saat ini. Saya pernah memainkan beberapa film komedi romantis sebelumnya, jadi ini terasa seperti pengalaman baru," ungkap James Teeradon tentang perannya di Love Stuck.
"Salah satu tantangan terbesar bagi saya dalam film ini adalah menjaga suasana yang menyenangkan. Saya menginterpretasikan Toy sebagai sosok pemuda berumur 25 tahun — usia yang sedikit lebih muda dari saya dan terjebak dalam putaran waktu — yang membuat hidupnya tampak lebih bahagia daripada orang lain. Seiring bertambahnya usia, hidup tidak terasa begitu menyenangkan. Jadi, saya perlu menggunakan rasa kebahagiaan itu saat berakting dan menurut saya hal itu cukup menantang. Berakting sebagai seseorang yang lebih muda dari diri kita bisa menjadi sangat sulit. Selain itu, saya merasa saya lebih introvert dibandingkan Toy," lanjutnya.
Love Stuck adalah film ketika James Teeradon dan Junei Plearnpichaya berakting bersama untuk pertama kalinya. Junei menyebutkan bahwa selain alur cerita yang menarik, James menjadi salah satu alasan dia menerima peran ini.
"Saya dan James sudah saling kenal sejak lama, namun ini adalah pertama kalinya kami benar-benar bekerja sama di dalam satu proyek. Jadi, selama adegan-adegan romantis, kami terkadang merasa sedikit malu. Saya sebenarnya memiliki energi yang agak maskulin, sementara James memiliki energi yang lebih feminin, yang menurut saya bisa menciptakan keseimbangan yang baik di antara kami. Saya merasa nyaman bekerja dengan James, dan kami dapat dengan mudah berbagi ide ketika kami ingin menyarankan sesuatu. Ditambah lagi, James adalah orang yang sangat fokus dan memiliki dedikasi tinggi seperti bagaimana orang-orang mengenalnya," kata Junei Plearnpichaya.
"Junei sangat berbakat dan benar-benar berdedikasi pada pekerjaannya. Dia juga sangat fotogenik. Ini adalah pertama kalinya kami bekerja sama, dan sejak awal kami berusaha untuk menyelaraskan gaya kerja dan akting agar dapat saling melengkapi sejak awal, terutama karena kami akan bekerja bersama selama dua bulan. Saya percaya pentingnya berkomunikasi sejak awal daripada harus melakukan penyesuaian di kemudian hari," timpal James Teeradon.
"Di Love Stuck, James dan saya bisa mencoba banyak pengalaman baru yang belum pernah kami lakukan sebelumnya, seperti Muay Thai, naik tuk-tuk, dan berpakaian seperti penyanyi rock. Saya berharap penonton memberikan banyak dukungan saat mengikuti perjalanan kami dalam film ini!" ujar Junei Plearnpichaya.
Love Stuck diproduksi oleh Amazon MGM Studios bekerja sama dengan Benetone Films. Disutradarai oleh Chongdol Sukulworaphat, dengan Noppharat Ramwong sebagai sutradara pendamping, film ini diproduksi oleh Rachvin Narula dan Kulthep Narula.
Film aslinya, The Map of Tiny Perfect Things, adalah film rilisan Amazon MGM Studios yang diproduksi oleh Weed Road Pictures, FilmNation Entertainment, bekerja sama dengan Wishmore Entertainment. Akiva Goldsman, Gregory Lessans, Aaron Ryder, Ashley Fox berperan sebagai produser, dengan Alison Cohen, Christos Konstantakopoulos, Scott Lumpkin sebagai produser eksekutif. (Z-1)
Sejak kemunculannya, Nussa telah menjadi ikon animasi yang lekat dengan nilai-nilai positif bagi anak-anak.
Christine Hakim tidak kuasa menahan air mata saat membagikan pengalamannya menghidupkan sosok Ibu Wibisana dalam film adaptasi novel karya Leila S Chudori, Laut Bercerita.
Menurut Dian Sastrowardoyo, sosok Kinan dalam film Laut Bercerita adalah representasi perempuan yang sangat inspiratif.
Reza Rahadian mengungkapkan bahwa dalam mendalami karakter Biru Laut, ia memilih untuk tetap setia pada pondasi awal yang telah dibangun penulis.
Joko Anwar memaparkan bahwa film Ghost in the Cell bukan sekadar sajian horor biasa, melainkan sebuah eksplorasi karakter yang sangat mendalam.
Suzzanna dalam film Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa bukan sekadar tokoh hantu, melainkan representasi perlawanan terhadap ketidakadilan yang dialami wanita.
Serial drama Korea bergenre thriller romantis Siren's Kiss menjanjikan perpaduan ketegangan psikologis yang intens dengan daya tarik emosional yang mematikan.
Konten dari Jepang, Korea, dan India kini telah bertransformasi menjadi kekuatan budaya yang signifikan dalam hiburan global.
Prime Video bisa diakses melalui smartphone, smart TV, laptop atau PC melalui browser atau aplikasi Windows, dan konsol game tertentu.
Di serial Spider-Noir, Nicolas Cage berperan sebagai Ben Reilly, seorang detektif swasta yang tengah berada di titik terendah hidupnya.
Scarpetta mengikuti perjalanan Dr. Kay Scarpetta (diperankan oleh peraih Academy Award, Nicole Kidman), seorang pemeriksa medis yang dikenal karena ketajaman insting dan dedikasinya.
Serial live-action Spider-Noir segera tayang di MGM+ dan Prime Video. Nicolas Cage memerankan Ben Reilly dalam kisah gelap ala noir dengan visual hitam-putih dan versi berwarna.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved