Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
ANGGA Yunanda, aktor muda dikenal dengan totalitasnya dalam menjalani peran di berbagai film yang ia bintangi. Untuk proyek film terbarunya, My Annoying Brother ini, Angga didapuk memerankan karakter atlet judo. Demi menghidupkan peran ini, Angga menjalani latihan judo intensif selama sebulan penuh tanpa henti di akademisi khusus.
Dalam konferensi pers yang diadakan di XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (16/10), Angga berbagi pengalamannya tentang persiapan dalam latihan judo.
Tidak hanya itu, jauh sebelum sesi reading, Angga menuturkan ia dengan timnya pergi ke Solo untuk menyaksikan latihan para atlet judo difabel yang ikut berkompetisi di ajang paralimpiade di Paris.
Dengan melihat lebih dalam aktivitas latihan atlet, mulai dari bagaimana aktivitas sehari-hari mereka, pola latihan dan interaksi para atlet, akhirnya Angga merasa bisa mendalami perannya.
"Saya sampai harus latihan judo selama sebulan. Bahkan sebelum itu, kami (Angga dan para kru tim film) pergi ke Solo untuk melihat langsung bagaimana sih para atlet berlatih, terutama atlet judo ya, gimana keseharian mereka, interaksi mereka antara para atlet, sampai ke pada pola latihan mereka," ujar Angga.
Peran yang dibawakan Angga di film My Annoying Brother mengharuskannya menjadi seorang atlet judo profesional seperti karakter yang dimainkan. Oleh karena itu, ia merasa perlu untuk mendalami teknik-teknik judo agar gerakannya terlihat natural.
"Saya ingin adegan-adegan judo yang saya mainkan terasa nyata," tambah Angga dalam sesi konferensi press.
Film My Annoying Brother merupakan adaptasi dari film Korea yang berjudul serupa, dengan karakter yang diperankan Angga memiliki hubungan yang yang bisa dikatakan tidak harmonis dengan kakaknya, Jaya, yang diperankan oleh Vino G Bastian.
Untuk menyempurnakan peran ini, Angga tidak hanya fokus pada latihan fisik, tetapi juga mendalami karakter emosional yang ia bawakan.
Hubungan antara karakter kakak beradik dalam film ini sangat emosional seperti love-hate relationship. Istilah love-hate relationship ini merujuk pada hubungan kakak adik yang didominasi benci dan sayang yang sama-sama kuat.
Selain latihan fisik, Angga juga mendapatkan bimbingan dari pelatih judo profesional yang didatangkan khusus untuk proyek ini.
Menurut sumber dari laman resmi film My Annoying Brother, pelatih tersebut merupakan atlet judo dengan pengalaman internasional, sehingga Angga mendapatkan pelatihan yang sangat intensif dan mendalam. Hal ini membantunya menguasai gerakan dasar hingga teknik lanjutan dalam judo.
Dalam film ini, Angga juga harus melakukan beberapa adegan aksi yang menantang. Ia mengaku sempat merasa cemas pegal-pegal setelah latihan, tetapi ia bisa menjalani setiap adegan dengan baik.
"Ada beberapa adegan di mana saya harus melakukan gerakan lemparan judo yang cukup berat. Awalnya agak khawatir, tapi setelah latihan keras dan latihan bersama stuntman, saya merasa lebih percaya diri," ungkap Angga di akhir sesi wawancara doorstop.
Dengan totalitas Angga Yunanda dalam berakting dan dedikasinya dalam mempelajari judo, penonton pasti akan menyaksikan penampilan yang penuh aksi dan emosi dalam film My Annoying Brother. (Z-1)
Sejak kemunculannya, Nussa telah menjadi ikon animasi yang lekat dengan nilai-nilai positif bagi anak-anak.
Christine Hakim tidak kuasa menahan air mata saat membagikan pengalamannya menghidupkan sosok Ibu Wibisana dalam film adaptasi novel karya Leila S Chudori, Laut Bercerita.
Menurut Dian Sastrowardoyo, sosok Kinan dalam film Laut Bercerita adalah representasi perempuan yang sangat inspiratif.
Reza Rahadian mengungkapkan bahwa dalam mendalami karakter Biru Laut, ia memilih untuk tetap setia pada pondasi awal yang telah dibangun penulis.
Joko Anwar memaparkan bahwa film Ghost in the Cell bukan sekadar sajian horor biasa, melainkan sebuah eksplorasi karakter yang sangat mendalam.
Suzzanna dalam film Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa bukan sekadar tokoh hantu, melainkan representasi perlawanan terhadap ketidakadilan yang dialami wanita.
Christine Hakim tidak kuasa menahan air mata saat membagikan pengalamannya menghidupkan sosok Ibu Wibisana dalam film adaptasi novel karya Leila S Chudori, Laut Bercerita.
Reza Rahadian mengungkapkan bahwa dalam mendalami karakter Biru Laut, ia memilih untuk tetap setia pada pondasi awal yang telah dibangun penulis.
Film Ghost in the Cell garapan sutradara Joko Anwar menjadi debut Magistus Miftah setelah ia berhasil menembus audisi yang diikuti ratusan pendaftar.
Dalam pidato kemenangannya di BAFTA, Robert Aramayo memberikan penghormatan kepada John Davidson, seorang aktivis sindrom Tourette yang menjadi inspirasi di balik pembuatan film I Swear.
Katyana Mawira secara terbuka mengungkapkan impiannya untuk melanjutkan pendidikan tinggi di Inggris Raya (UK) demi mengejar gelar di bidang ilmu pasti.
Kabar mengejutkan datang dari dunia hiburan Korea Selatan. Dua rising star generasi muda, Shin Eun Soo dan Yu Seon Ho, dikabarkan tengah menjalin hubungan asmara.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved