Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
AKTOR Angga Yunanda mengaku senang dapat tampil di film Dua Hati Biru yang akan tayang 17 April 2024 berperan sebagai karakter seorang ayah berusia muda bernama Bima dan memiliki garis waktu penceritaan yang sama dengan kehidupan nyata dirinya.
"Aku sangat senang bisa hadir lagi di film ini karena, menurut aku pribadi, karakter Bima jadi salah satu karakter paling melekat di ingatan aku," kata Angga saat ditemui dalam penayangan perdana film Dua Hati Biru di kawasan Epicentrum, Jakarta Selatan, Kamis (4/4).
Angga menambahkan, "Aku merasa (karakter) Bima itu tumbuh bersama aku, timeline-nya itu juga sebuah takdir yang pas karena (waktu) di film sama seperti di real life aku sekarang."
Baca juga : Percaya Siksa Kubur, Reza Rahadian: Ada Sesuatu Setelah Kematian
Film Dua Hati Biru merupakan sekuel dari film Dua Garis Biru, yang tayang pada 2019 lalu.
Baca juga : Jadi Ayah Glenn Fredly, Bucek Depp Belajar Budaya Ambon
Di film pertamanya, Angga memerankan karakter Bima yang masih berusia 17 tahun dan harus menikahi kekasihnya, Dara, sebagai konsekuensi atas perbuatan terlarang mereka.
Empat tahun kemudian (2024), film Dua Hati Biru dirilis dan menceritakan kembali lanjutan kisah antara Bima, Dara, serta anak dan keluarga mereka.
Dari sini, Angga merasa dirinya juga bertumbuh seperti karakter Bima yang diperankan karena kesamaan garis waktu tersebut.
Baca juga : Marthino Lio Puji Karakter Kuat Glenn Fredly
Oleh karena itu, Angga banyak mempelajari kehidupan pribadi untuk mengembangkan karakter Bima di film Dua Hati Biru yakni mulai dari kondisi dirinya sebelum pandemi, saat pandemi berlangsung, hingga setelah pandemi berakhir.
"Untuk bisa mengembangkan karakternya sendiri bisa belajar dari diri sendiri, kira-kira apa aja yang sudah kita lewatin selama empat tahun ini," kata aktor berusia 23 tahun itu.
Selain mendalami karakternya lewat pemahaman dan pengalaman dirinya pribadi, Angga juga bertukar pendapat dengan sutradara film ini serta pelatih akting yang membantu mereka.
Baca juga : Proyek Solo Rara Sekar, Hara, Isi Soundtrack Dua Hati Biru
Beruntung, Angga dapat beradaptasi dengan baik hingga proses syuting Dua Hati Biru selesai.
"Pas di lokasi syuting, terus pas lagi take, nggak ada kesulitan, seru!" katanya.
Film Dua Hati Biru dibintangi deretan aktor dan aktris Tanah Air, antara lain Angga Yunanda, Nurra Datau, Farrel Rafisqy, Cut Mini, Arswendy Bening Swara, Lulu Tobing, Keanu Angelo,dan lainnya.
Dua Hati Biru akan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia mulai 17 April 2024. (Ant/Z-1)
Christine Hakim tidak kuasa menahan air mata saat membagikan pengalamannya menghidupkan sosok Ibu Wibisana dalam film adaptasi novel karya Leila S Chudori, Laut Bercerita.
Reza Rahadian mengungkapkan bahwa dalam mendalami karakter Biru Laut, ia memilih untuk tetap setia pada pondasi awal yang telah dibangun penulis.
Film Ghost in the Cell garapan sutradara Joko Anwar menjadi debut Magistus Miftah setelah ia berhasil menembus audisi yang diikuti ratusan pendaftar.
Dalam pidato kemenangannya di BAFTA, Robert Aramayo memberikan penghormatan kepada John Davidson, seorang aktivis sindrom Tourette yang menjadi inspirasi di balik pembuatan film I Swear.
Katyana Mawira secara terbuka mengungkapkan impiannya untuk melanjutkan pendidikan tinggi di Inggris Raya (UK) demi mengejar gelar di bidang ilmu pasti.
Kabar mengejutkan datang dari dunia hiburan Korea Selatan. Dua rising star generasi muda, Shin Eun Soo dan Yu Seon Ho, dikabarkan tengah menjalin hubungan asmara.
Sejak kemunculannya, Nussa telah menjadi ikon animasi yang lekat dengan nilai-nilai positif bagi anak-anak.
Christine Hakim tidak kuasa menahan air mata saat membagikan pengalamannya menghidupkan sosok Ibu Wibisana dalam film adaptasi novel karya Leila S Chudori, Laut Bercerita.
Menurut Dian Sastrowardoyo, sosok Kinan dalam film Laut Bercerita adalah representasi perempuan yang sangat inspiratif.
Reza Rahadian mengungkapkan bahwa dalam mendalami karakter Biru Laut, ia memilih untuk tetap setia pada pondasi awal yang telah dibangun penulis.
Joko Anwar memaparkan bahwa film Ghost in the Cell bukan sekadar sajian horor biasa, melainkan sebuah eksplorasi karakter yang sangat mendalam.
Suzzanna dalam film Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa bukan sekadar tokoh hantu, melainkan representasi perlawanan terhadap ketidakadilan yang dialami wanita.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved