Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
SINGER, songwriter, multiinstrumentalist, dan produser, Atlesta kembali merilis lagu berbahasa Indonesia berjudul Gelora Bertemu setelah single berbahasa Indonesia sebelumnya, Selayang Serindu, yang dirilis 2 bulan lalu.
Gelora Bertemu memiliki pendekatan yang berbeda dari biasanya. Atlesa secara mengejutkan melakukan eksperimen berani dengan memasukkan esensi dangdut dalam balutan nada khasnya.
"Sejak awal, Gelora Bertemu memang aku treatment punya racikan yang istimewa, karena secara notasi, lagu ini capable banget untuk di aneh-anehin," ucap penyanyi dengan nama asli Fifan Christa itu.
Baca juga : Jessia Rilis Single Different People
Lagu yang sarat dengan bahasa sensual flirting ala lelaki bajingan itu seakan-akan membuka sisi lain Atlesta dalam bagaimana dia mengagungkan kemolekan seseorang yang selama ini dia kagumi. Ditambah lagi dengan penyampaian lirik seperti "Rayakan Tarian Jariku, Memicu Desahan Manjamu" dalam verse bait pertama dan kedua.
Baca juga : Ampunilah Kami Eksplorasi Musikal Dari Sangrila
Semakin diperkuat dengan penggalan lirik repetitif dalam tiap chorus nya, "Melebur Dalamku, Mengalir Darahmu, Sekujur Tubuhku, Ingin kau, Ingin kau, Ini Gelora Bertemu", menjadikan lagu ini semakin sensual.
Tak heran di Listening Party beberapa waktu lalu, banyak fans Atlesta yang mengatakan "dengerin lagu ini tuh bikin salting banget, duh!"
Fifan juga menyebut, "Proses produksi lagu ini aku kerjakan lumayan lama, but it's totally worth it! Gelora Bertemu adalah racikan baru dari rangkaian lagu berbahasa Indonesiaku, menghormati tersohornya musik dangdut yang makin kesini makin jadi laga industri mainstream, tapi ga nyelonong dari warna musik benang merah Atlesta biasanya."
Baca juga : Felika Stephani Rilis Single Diary Anak Tunggal
Ketika ditanya alasan mengapa membuat lagu dangdut, Atlesta menjawab, "Karena lirik dan notasi di lagu ini terasa matching banget sama beat Dangdut."
Gelora Bertemu ditulis oleh Fifan Christa, dibantu Shem Dwi Nehemia dan Kansa Rhana. Gitar akustik diisi oleh Bayu Priaganda dan Bass oleh Wendy Tians.
Mulai 10 Juli 2024, Gelora Bertemu sudah bisa didengarkan di semua platform streaming digital, beserta lirik video yang sudah tersedia di YouTube. (Z-1)
Memulai perjalanannya sebagai kreator konten, Eca Aura kini semakin memantapkan posisinya sebagai penyanyi profesional di bawah naungan label besar.
Penyanyi cilik Chelsea Felicia kembali meramaikan industri musik anak Tanah Air dengan meluncurkan album kedua bertajuk My Precious Moments.
Tahun ini, Java Jazz Festival resmi memindahkan lokasi acaranya ke Nusantara International Convention Exhibition (NICE) di kawasan PIK 2, Tangerang, Banten.
Melalui lagu Inikah Cinta, Juke Band berusaha membawa pendengar bernostalgia dengan warna musik pop alternatif romantis yang sempat berjaya di medio 2000-an.
Secara filosofis, RANGR merupakan evolusi dari identitas sebelumnya yang bernama Ranger.
RiSing dirancang sebagai jembatan antara penikmat musik dan pelaku industri yang saling menguntungkan dengan menghadirkan layanan profesional berkaraoke di rumah yang praktis dan legal.
Melalui lagu Inikah Cinta, Juke Band berusaha membawa pendengar bernostalgia dengan warna musik pop alternatif romantis yang sempat berjaya di medio 2000-an.
Secara filosofis, RANGR merupakan evolusi dari identitas sebelumnya yang bernama Ranger.
Setelah sukses mencatatkan ratusan ribu stream di Spotify dengan lagu-lagu bertema dinamika hubungan, Nanda Prima merilis single bertajuk Memori Satu Atap.
Lindee Cremona merilis single terbaru berjudul Yang Masih Bisa Berdoa, sebuah lagu yang menghadirkan kedalaman emosi yang matang.
Dalam I Always Knew, Shye membedah sebuah kesadaran pahit tentang hubungan manusia.
Single Perfect menjadi pembuka jalan menuju peluncuran EP terbaru BALLISTIK BOYZ, BEAT, yang dijadwalkan menyusul pada April mendatang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved