Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
DARI Sangrila, band yang terbentuk sejak 2017 dengan genre dreamy rock alternative, telah merilis single perdana mereka, yang berjudul Ampunilah Kami pada Kamis (11/7).
Dari Sangrila terdiri dari Dari Febrin sebagai vokalis, Sariana dan Yogix sebagai gitaris, Bayu sebagai bassis, dan Satya sebagai drummer. Kehadiran mereka di industri musik tidak hanya sekadar menciptakan lagu, namun juga menyampaikan pesan yang mendalam kepada pendengar mereka.
Ampunilah Kami bukan sekadar sebuah lagu melainkan narasi tentang keprihatinan mendalam terhadap kehilangan dan ketidakpedulian terhadap lingkungan sosial dan alam.
Baca juga : Felika Stephani Rilis Single Diary Anak Tunggal
Dalam liriknya, Dari Sangrila menggambarkan bagaimana sikap manusia yang tidak mempedulikan adab sosial dan lingkungan yang dapat memicu krisis kemanusiaan, konflik perang, chaos, penindasan, dan bencana alam yang terjadi dimana-mana. Hingga semua terjadi Ini merupakan refleksi dari realitas yang ada di sekitar kita, sebuah panggilan untuk mempertimbangkan ulang sikap kita terhadap bumi yang kita tempati, dan menyayangi segala ciptaan nya.
Baca juga : Gandeng Anggi Marito, Andi Rianto Rilis Ulang Selama Ku Bernafas
Melalui lagu ini, Dari Sangrila mengajak pendengar untuk merenungkan hubungan manusia dengan alam semesta. Mereka menyerukan perlunya menjaga dan melindungi bumi (ibu pertiwi) serta menyayangi segala ciptaannya. Pesan ini tidak hanya relevan, tetapi juga mendalam dalam konteksnya, menawarkan sudut pandang yang dapat memperkaya pengalaman mendengarkan bagi setiap individu.
Single perdana Ampunilah Kami tidak hanya sebuah karya musik, tetapi juga sebuah karya seni yang mengajak kita untuk melihat lebih dalam tentang bagaimana tindakan kita berdampak pada lingkungan dan masyarakat di sekitar kita.
Dari Sangrila dengan apik menggabungkan elemen-elemen dreamy rock alternative untuk mengantar pesan moral yang kuat. (Z-1)
Bagi Pugar Restu Julian, Ramadan bukan hanya tentang satu warna atau tema tunggal.
Nisa Farella mengungkapkan bahwa lirik dalam single Legowo adalah representasi dari proses belajar berdamai dengan perasaan.
Tur ini dirancang secara masif dengan target lebih dari 160 kota di seluruh Indonesia, menjadikannya salah satu perhelatan musik terbesar yang pernah digelar di tanah air.
Kelima ikon musik itu adalah Michael Jackson, Freddy Mercury, Whitney Houston, John Lennon, dan Elvis Presley.
Melalui dinamika melodi yang ekspresif, Atarayo berhasil memotret momen ketika jarak antara dua hati perlahan terkikis dalam intensitas yang tenang namun hangat.
Nasida Ria dianggap merepresentasikan lintas generasi yang selaras dengan semangat teknologi yang inklusif dan tidak terbatas usia.
Bagi Pugar Restu Julian, Ramadan bukan hanya tentang satu warna atau tema tunggal.
Nisa Farella mengungkapkan bahwa lirik dalam single Legowo adalah representasi dari proses belajar berdamai dengan perasaan.
Melalui dinamika melodi yang ekspresif, Atarayo berhasil memotret momen ketika jarak antara dua hati perlahan terkikis dalam intensitas yang tenang namun hangat.
Rumah dan Baju Barumu dari Batas Senja menggambarkan momen subtil namun mendalam ketika keterbatasan ekonomi menjadi ujian bagi sepasang kekasih.
Melalui liriknya, Wali menggunakan metafora dua peristiwa besar dalam sejarah Islam, Perang Badar dan Perang Uhud, untuk menggambarkan dinamika kehidupan masyarakat modern.
Berbeda dengan lagu religi pada umumnya yang kerap identik dengan perayaan momentum tertentu, Menuju Cahaya dari Marcell Siahaan justru menitikberatkan pada proses personal yang mendalam.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved