Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
MENGAWALI karier di dunia hiburan sebagai komika, kini Raim Laode juga kondang sebagai penyanyi. Lagu Komang sukses melambungkan nama laki-laki asal Wakatobi, Sulawesi Tenggara ini. Tahun lalu, tembang ciptaannya itu menyandang predikat lagu yang paling banyak didengarkan selama 24 jam di Spotify Indonesia. Dua penghargaan bergengsi pun diraihnya, sebagai Artis Solo Pria Pop Terbaik dan Pencipta Lagu Pop Terbaik pada ajang AMI Award 2023.
Apa resep keberhasilannya? Ia mengisahkan, dulu saat awal berkarya di dunia hiburan, dirinya yang menekuni profesi komika sejak 2014 selalu menetapkan target untuk bisa lebih baik dari para seniornya, seperti komika Arie Kriting dan Abdur.
“Saya selalu amati, apa yang mereka kerjakan, saya juga harus bisa lakukan dengan lebih baik. Tapi, lama-lama saya capek sendiri. Lalu, saya ubah strategi, tidak lagi bersaing dengan mereka tapi ‘bersaing’ dengan diri sendiri. Artinya, saya yang sekarang harus lebih baik daripada saya yang kemarin. Saya versi esok hari, harus lebih baik daripada saya yang sekarang, begitu seterusnya, hingga sampailah saya di titik ini,” papar artis berusia 30 tahun ini pada peluncuran kampanye #JuarakanHidupmu, di Jakarta, Selasa (2/7/2024).
Baca juga : Komang Antarkan Raim Laode Jadi Pencipta Lagu dan Artis Solo Terbaik
Ia juga menekankan pentingnya keberanian untuk bermimpi besar dan berupaya sungguh-sungguh untuk mewujudkannya. “Saya berasal dari sebuah tempat yang jauh dari ibu kota, yang bahkan sampai saat ini masih ada sebagian wilayahnya belum terjangkau listrik dan internet. Jika sekarang banyak orang mengenal dan bisa mengapresiasi karya-karya saya, itu karena mimpi yang saya berani perjuangkan. Jadi, beranilah bermimpi, terus berjuang, jangan patah saat menghadapi tantangan,” pesannya.
Terkait kampanye #JuarakanHidupmu, Brand Manager Juara Sugiono Susilo menjelaskan, kampanye yang dilakukan merek Juara bersama Raim Laode itu merupakan ajakan bagi bagi publik untuk berani bermimpi dan menghadapi tantangan, melakukan perubahan positif dan terus berinovasi.
“Kampanye ini berakar pada keyakinan bahwa setiap tantangan sejatinya adalah peluang untuk berkembang. Kualitas seorang juara dapat dilihat dari kegigihannya dalam mengubah tantangan menjadi batu loncatan menuju kesuksesan,” ujar Sugiono.
Ia menambahkan, pihaknya mengajak Raim Laode untuk bergabung dalam kampanye tersebut karena sosoknya dinilai berhasil mengubah tantangan menjadi peluang. Diharapkan, keterlibatannya dalam kampanye tersebut mampu menginspirasi banyak orang untuk berjuang menjadi ‘juara’. (B-1)
Usai pemeriksaan yang berlangsung pada Jumat (6/2/2026), Pandji Pragiwaksono menegaskan bahwa dirinya tidak merasa melakukan pelanggaran sebagaimana yang dituduhkan.
Komika Pandji Pragiwaksono dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas dugaan penistaan agama terkait materi stand up comedy bertajuk Mens Rea.
Menurut Abdullah, sebagai warga negara, Pandji memiliki hak konstitusional untuk menyampaikan pendapat dan kritik, selama hal tersebut dilakukan dengan cara yang baik.
Proses hukum akan diawali dengan langkah klarifikasi untuk memastikan duduk perkara.
Dalam film Suka Duka Tawa, Enzy Storia memerankan karakter bernama Adin, yang bersinggungan erat dengan dunia komedi tunggal.
Rachel Amanda mengaku bahwa pengalaman open mic sempat membuatnya dilanda stres berat karena harus berhadapan langsung dengan penonton tanpa bantuan naskah akting konvensional.
Katyana Mawira mengaku terpengaruh oleh gaya bermusik musisi asal Inggris, Olivia Dean, terutama dalam hal menyusun narasi lagu yang menyatu dengan vokal dan aransemen.
Ke-11 lagu dalam album tersebut secara lirik didasari oleh kisah nyata dari semua perjalanan cinta yang menjadi kenangan dan pelajaran Saphira.
MUSISI Raissa Anggiani sukses menggelar konser album ‘Kepada, Yang Terhormat’ di M Bloc Live House, Jakarta. Raissa menutup gelaran konser album dengan sempurna di Jakarta.
SEBAGAI bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial, penyanyi solo, Rossa, menyalurkan zakat mal senilai Rp500 juta untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana alam di sejumlah wilayah di Sumatra.
Rossa mengaku bahwa ini adalah pengalaman pertamanya terlibat dalam sebuah proyek seni di luar keperluan komersial.
Belum Siap Dewasa adalah lagu tentang perasaan takut tumbuh besar dan meninggalkan masa sekolah yang penuh tawa dan teman-teman.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved