Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
Usai merilis Not Today Not Tomorrow pada akhir tahun lalu, Mea Shahira musisi muda yang berkarya di bawah naungan label Sony Music Entertainment Indonesia semakin menegaskan komitmennya terhadap musik R&B ke level selanjutnya lewat karya terbarunya yang bertajuk "come 'n find me".
Baca juga : Sennheiser Luncurkan Headphone Studio Terbarunya untuk Kreator Musik
Karya midtempo berdurasi 3 menit dan 20 detik ini bisa didengar di digital streaming platform (DSP) favorit para audiens musik Indonesia mulai hari ini.
Baca juga : Flowers Antarkan Miley Cyrus Rengkuh Grammy 2024
Apakah "come 'n find me" merupakan karya terbaik Mea Shahira sejauh ini? Rasanya tidak berlebihan untuk menyimpulkan demikian. Ditulis oleh sang musisi bersama dengan Ezra Kunze dan Fathan Maulana, "come 'n find me'' mengusung aliran neo-R&B seraya Mea Shahira turut mengimbuhkan bumbu afrobeat, hip hop, reggaeton, dan dancehall -- eksplorasi genre yang kemudian menegaskan fleksibilitas dan versatilitas Mea Shahira sebagai seorang musisi.
Mea Shahira berkisah mengenai lagu terbarunya tersebut, "Cikal bakal lagu 'come 'n find me' ini dimulai dari jamming bareng salah satu teman baik aku, Fathan Maulana, di studio. Begitu Fathan memainkan semacam beat, tahu-tahu kita mulai bisa membayangkan kerangka lagu kita dan tahu-tahu Fathan mengajak teman dia, Ezra Kunze, untuk ikut memberikan kontribusi di karya yang kemudian diberi judul 'come 'n find me' ini. Bisa dibilang, ini adalah lagu dengan proses penggarapan paling cepat yang pernah aku alami."
Kelahiran lagu "come 'n find me" memang sangatlah organik, namun Mea Shahira tetap memegang kesadaran diri untuk memastikan agar lagu terbarunya tersebut berdiri dengan tonggak identitasnya sendiri. Dalam proses penggarapan karya terdahulunya, "Not Today Not Tomorrow", Mea Shahira terinspirasi oleh skena musik R&B di kala era kejayaan Radio FM. Namun, dalam melahirkan lagu "come 'n find me", Mea Shahira melirik semesta R&B modern seperti Tyla, Burna Boy, dan Amaarae.
Baca juga : Lirik Lagu Ibu, Karya Iwan Fals yang tidak Lekang oleh Waktu
Mengambil peranan sebagai vocal director, Mo Kamga menyambut hangat tekad Mea Shahira untuk tidak hanya menampilkan sisi vokal yang berbeda dari karya-karya sebelumnya, tetapi juga menghembuskan nyawa untuk tipe produksi musik yang mungkin belum sepenuhnya familiar di telinga audiens musik Tanah Air.
Pada akhirnya, Mea Shahira pun menyimpan harapan besar agar "come 'n find me" bisa semakin memperkaya variasi warna musik Tanah Air.
"Aku berharap lagu ini bisa menjadi bahan bakar bagi kepercayaan diri siapa pun yang mendengarkan. Ada kalanya, tidak ada salahnya bagi kita untuk berhenti overthinking sejenak dan cukup fokus kepada masa kini dan bersenang-senang," celoteh Mea Shahira. (B-4)
Baca juga : Abeliano Persembahkan Single Love Me Like You Say You Do
Hasil donasi yang terkumpul akan dikelola secara profesional oleh Masjid Jogokariyan.
Didirikan pada 14 Maret 2025, Amustra lahir dari keresahan atas keterbatasan akses, perlindungan profesi, hingga minimnya ruang pengembangan bagi musisi tradisi.
Partisipasi aktif para pelaku musik, penting untuk memastikan hak ekonomi mereka benar-benar terlindungi.
Dalam rangka merayakan 11 tahun perjalanan sebagai wadah bagi musisi perempuan lintas genre dan generasi, Sisterhoodgigs Movement menggelar We Matter.
Rendy Laks menghadirkan tiga single terbaru sekaligus yang berjudul “Berakhir Di Sini”, “Mahligai”, dan “Pengagum Rahasia.
“Kita bentuk caranya, misalnya dalam bentuk PNBP di bawah ekonomi kreatif. Setiap pencipta boleh mendaftarkan karyanya dan diverifikasi oleh ekonomi kreatif sehingga lebih clear,"
MUSISI Raissa Anggiani sukses menggelar konser album ‘Kepada, Yang Terhormat’ di M Bloc Live House, Jakarta. Raissa menutup gelaran konser album dengan sempurna di Jakarta.
SEBAGAI bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial, penyanyi solo, Rossa, menyalurkan zakat mal senilai Rp500 juta untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana alam di sejumlah wilayah di Sumatra.
Rossa mengaku bahwa ini adalah pengalaman pertamanya terlibat dalam sebuah proyek seni di luar keperluan komersial.
Belum Siap Dewasa adalah lagu tentang perasaan takut tumbuh besar dan meninggalkan masa sekolah yang penuh tawa dan teman-teman.
Paa Perasuk menarik perhatian tidak hanya karena alur ceritanya yang unik tetapi juga karena berhasil mengandeng penyanyi internasional Anggun C. Sasmi untuk debut.
PENYANYI muda Prince Poetiray berhasil menyabet penghargaan Pendatang Baru Terbaik Terbaik di AMI Awards 2025. Musisi berusia 11 tahun itu merebut penghargaan lewat lagu Selalu Ada di Nadimu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved