Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
DI tengah duka yang menyelimuti tanah air akibat beruntunnya bencana alam, sebuah kolaborasi hangat lahir dari tangan para musisi berbakat Indonesia.
Melalui karya terbaru berjudul Peganglah Tanganku, sejumlah penyanyi lintas generasi bersatu untuk memberikan dukungan moril dan semangat bagi para penyintas di daerah terdampak.
Lagu ini merupakan buah pemikiran dari Marvel Marlon, yang bertindak sebagai pencipta lagu sekaligus produser.
Tidak tanggung-tanggung, proyek kolaborasi ini menghadirkan perpaduan vokal yang fenomenal, mulai dari penyanyi cilik yang tengah naik daun, Farel Prayoga, hingga duo harmonis Aviwkila (Thana Ajeng dan Uki Diqie).
Kehadiran penyanyi muda berbakat seperti Etenia Croft, Vania Latifa, dan Princess Hurrem turut menambah kedalaman emosi dalam lagu ini.
Peganglah Tanganku dirancang bukan sekadar sebagai karya seni semata, melainkan sebuah pelukan hangat dalam bentuk audio.
Liriknya secara puitis menggambarkan ketangguhan manusia dalam menghadapi cobaan. Pesan utamanya jelas: di tengah situasi seberat apa pun, harapan tidak boleh ikut padam.
Marvel Marlon menegaskan bahwa fokus utama dari proyek ini adalah memberikan kekuatan bagi mereka yang kehilangan, khususnya generasi muda.
"Lagu ini kami persembahkan khusus untuk membangkitkan semangat saudara-saudara kita, terutama anak-anak yang terdampak bencana. Kami ingin mereka tahu bahwa mereka tidak sendirian," ujar Marvel Marlon.
Untuk memastikan pesan kemanusiaan ini tersampaikan dengan sempurna, sisi produksi digarap dengan sangat serius di bawah bendera FP Music.
Aransemen musik sentuhan Jason Timothy serta iringan gitar dari Koko Iryawansyah berhasil membangun atmosfer yang magis, megah, namun tetap terasa intim di telinga pendengar.
Visualisasi dari lagu ini pun digarap dengan pendekatan yang humanis. Video musik hasil produksi Next Production tidak hanya menonjolkan estetika, tetapi juga menekankan kekuatan doa dan pentingnya kepedulian antarsesama.
Melalui visual tersebut, penonton diajak untuk kembali merenungkan pentingnya menjaga bumi sebagai langkah preventif bencana di masa depan.
Saat ini, Peganglah Tanganku sudah dapat dinikmati di berbagai kanal digital. Kehadiran lagu ini diharapkan mampu membasuh air mata para korban dan menjadi pengingat bahwa selalu ada pelangi yang menanti setelah badai berlalu. (Z-1)
Gerakan ini merupakan sinergi lintas sektor yang melibatkan musisi lintas generasi, komunitas, serta dukungan penuh dari pemerintah dan sektor swasta.
Hasil donasi yang terkumpul akan dikelola secara profesional oleh Masjid Jogokariyan.
Didirikan pada 14 Maret 2025, Amustra lahir dari keresahan atas keterbatasan akses, perlindungan profesi, hingga minimnya ruang pengembangan bagi musisi tradisi.
Partisipasi aktif para pelaku musik, penting untuk memastikan hak ekonomi mereka benar-benar terlindungi.
Dalam rangka merayakan 11 tahun perjalanan sebagai wadah bagi musisi perempuan lintas genre dan generasi, Sisterhoodgigs Movement menggelar We Matter.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved