Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Musisi Yogyakarta Bersatu Galang Dana untuk Korban Bencana Sumatra

Rahmatul Fajri
24/12/2025 16:08
Musisi Yogyakarta Bersatu Galang Dana untuk Korban Bencana Sumatra
Ilustrasi(Dok Ist)

SEMANGAT gotong royong masyarakat Yogyakarta kembali membuncah melalui gelaran konser amal bertajuk "Jogja Hanyengkuyung Sumatera". Acara ini menggalang donasi untuk membantu korban bencana alam di wilayah Aceh dan Sumatera. Aksi solidaritas ini mendapat dukungan penuh dari pengusaha asal Yogyakarta, Haji Muhammad Suryo atau yang akrab disapa Haji Suryo.

Sedikitnya 14 grup musik ternama turut ambil bagian dalam aksi sosial ini, mulai dari Letto, Jikustik, Shaggydog, Kunto Aji, hingga Wawes dan Aftershine. Kehadiran para musisi lintas genre ini menjadi magnet bagi masyarakat untuk berdonasi sekaligus menunjukkan kepedulian terhadap sesama.

Suryo menyatakan dukungannya terhadap gerakan ini didasari atas filosofi hidup masyarakat Jawa, yaitu lung tinulung atau saling membantu dalam kesusahan.

"Kami merasa terpanggil untuk mengambil langkah nyata mendukung para musisi. Sebagai sesama orang Jogja, kita harus menjadi orang Jawa seutuhnya. Kalau saudara kita terkena musibah, wajib bagi kita untuk saling membantu," ujar Suryo, melalui keterangannya, Rabu (24/12).

Suryo menambahkan bahwa konser ini bukan sekadar panggung hiburan, melainkan ruang kebersamaan untuk menggerakkan kesadaran kemanusiaan secara konkret. Ia berharap kolaborasi antara pengusaha, musisi, dan pelaku event di Yogyakarta ini terus berlanjut ke arah yang positif.

"Konser ini menjadi jembatan yang mempertemukan kepedulian dengan aksi. Bukan soal besar atau kecilnya bantuan, tapi niat dan ketulusannya. Saya berharap musisi dan pelaku event di Jogja jangan berhenti melakukan hal positif," tuturnya.

Ketua Panitia "Jogja Hanyengkuyung Sumatera", Ganesha, menjelaskan bahwa hasil donasi yang terkumpul akan dikelola secara profesional oleh Masjid Jogokariyan. Pemilihan ini didasarkan pada pengalaman Masjid Jogokariyan yang telah memiliki sistem manajemen bantuan yang mumpuni, termasuk keberadaan posko di wilayah terdampak.

"Distribusi donasi akan dilaporkan secara rinci dan transparan melalui media sosial. Ini adalah wujud merawat tradisi tulung tinulung yang sudah mengakar kuat di Yogyakarta," jelas Ganesha.(H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya