Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Dunia Usaha Perkuat Ketahanan Pendidikan Pascabencana

Putri Anisa Yuliani
31/1/2026 03:31
Dunia Usaha Perkuat Ketahanan Pendidikan Pascabencana
Coca-Cola Europacific Partners Indonesia (CCEP Indonesia) menyalurkan beasiswa pendidikan senilai 50.000 euro bagi mahasiswa terdampak bencana banjir dan longsor di wilayah Sumatra, bekerja sama dengan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo).(Dok. Coca-Cola Europacific Partners Indonesia (CCEP Indonesia))

DUNIA usaha memperkuat perannya dalam pemulihan sosial pascabencana, khususnya di sektor pendidikan. Coca-Cola Europacific Partners Indonesia (CCEP Indonesia) menyalurkan beasiswa pendidikan senilai 50.000 euro bagi mahasiswa terdampak bencana banjir dan longsor di wilayah Sumatra, bekerja sama dengan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo).

Berdasarkan data Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) per Desember 2025, bencana alam di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat berdampak terhadap 18.824 mahasiswa di 60 perguruan tinggi. Sebagian mahasiswa terancam tidak dapat melanjutkan studi akibat tekanan ekonomi keluarga pascabencana.

Bantuan beasiswa tersebut disalurkan melalui Apindo dan didistribusikan kepada mahasiswa penerima manfaat di tiga perguruan tinggi, yakni Universitas Syiah Kuala (Aceh), Universitas Sumatra Utara (Medan), dan Universitas Andalas (Padang). Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis di Kantor Sekretariat Apindo, Jakarta, Jumat (30/1).

Direktur Public Affairs, Communications, and Sustainability CCEP Indonesia Lucia Karina mengatakan, program beasiswa ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pemulihan sosial jangka panjang pascabencana, dengan pendidikan sebagai salah satu fondasi utama. 

"Pendidikan adalah kunci membangun ketahanan masyarakat. Melalui beasiswa ini, kami berharap mahasiswa tetap dapat melanjutkan pendidikan meskipun berada dalam kondisi sulit," ujarnya.

Karina menambahkan, keterlibatan dunia usaha dalam pemulihan pascabencana tidak hanya bersifat respons darurat, tetapi juga investasi sosial jangka panjang. Menurutnya, menjaga keberlanjutan pendidikan berarti memastikan kesiapan generasi muda untuk kembali berkontribusi pada pembangunan ekonomi daerah di masa depan.

Dari sisi perguruan tinggi, dukungan dunia usaha dinilai krusial dalam menjaga keberlangsungan studi mahasiswa terdampak. Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kewirausahaan Universitas Syiah Kuala Prof. Mustanir Yahya menyatakan, dampak bencana tidak hanya dirasakan pada infrastruktur, tetapi juga langsung memengaruhi kemampuan mahasiswa untuk bertahan secara ekonomi. 

"Beasiswa ini memberi ruang bagi mahasiswa kami untuk tetap fokus menyelesaikan studi," ujarnya.

Rektor Universitas Andalas Efa Yonnedi menilai kolaborasi antara dunia usaha dan perguruan tinggi menjadi elemen penting dalam menjaga ketahanan pendidikan pascabencana. Menurutnya, pemulihan tidak cukup hanya membangun kembali fasilitas fisik, tetapi juga memastikan masa depan generasi muda tetap terjaga. 

"Beasiswa ini memberikan kepastian bagi mahasiswa terdampak untuk melanjutkan pendidikan," katanya.

Pandangan serupa disampaikan Wakil Rektor III Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kerja Sama Universitas Sumatra Utara Prof. Poppy Anjelisa Zaitun Hasibuan. Ia menilai kolaborasi dengan sektor swasta membantu menjaga akses pendidikan sekaligus memberikan dorongan moral bagi mahasiswa untuk tetap berprestasi di tengah situasi sulit.

Ketua Umum Apindo Shinta W Kamdani menegaskan, keberlanjutan pendidikan harus menjadi prioritas bersama, termasuk saat bencana terjadi. Menurutnya, kolaborasi APINDO dan CCEP Indonesia mencerminkan tanggung jawab dunia usaha untuk hadir ketika masyarakat paling membutuhkan. 

"Pendidikan tidak boleh terhenti karena bencana. Sinergi ini menunjukkan komitmen dunia usaha dalam memperkuat ketahanan sosial," ujarnya.

Selain beasiswa, CCEP Indonesia juga menyalurkan 222 unit mesin filter air bagi masyarakat terdampak bencana di Sumatra. Bantuan tersebut akan didistribusikan melalui ketiga perguruan tinggi penerima beasiswa serta Yayasan Hutan, Alam, dan Lingkungan Aceh (HaKa). Inisiatif ini bertujuan memulihkan akses air bersih dan air minum layak di wilayah terdampak banjir dan longsor.

Karina menekankan, pemenuhan kebutuhan dasar seperti air bersih menjadi bagian tak terpisahkan dari pemulihan pascabencana. "Di banyak lokasi terdampak, akses air minum menjadi kebutuhan mendesak. Kami berharap bantuan ini membantu masyarakat kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih sehat," tutupnya. (Put/E-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Mirza
Berita Lainnya