Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
Warga Desa Pengkolan, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara, masih dilingkupi kebingungan dan ketidakpastian pascabencana banjir dan longsor yang melanda wilayah mereka. Puluhan rumah rusak berat dan tertimbun material longsor, membuat warga kini harus memilih antara membersihkan puing atau meninggalkan tempat tinggal yang sudah tidak aman.
Kerusakan terparah menimpa rumah-rumah yang berada di lereng bukit dan bantaran aliran air. Bagi warga yang tidak memiliki tabungan atau lahan lain, bencana ini bukan hanya menghancurkan tempat tinggal, tetapi juga memutus harapan akan kepastian hidup.
Seorang warga mengungkapkan keputusasaan mereka karena keterbatasan finansial. "Rumah kami luluh lantak tertimbun longsor. Kalaupun nanti tanahnya bisa dibersihkan, kami tidak punya uang untuk membangun rumah lagi,” ujarnya, Rabu (10/12).
Pantauan Media Indonesia di lokasi, sejumlah warga terlihat berusaha menyelamatkan sisa-sisa material rumah kayu mereka. Namun, struktur bangunan dinilai sudah melemah akibat terjangan banjir dan benturan material longsor, sehingga tidak layak dihuni.
Warga Desa Pengkolan saat ini sangat berharap Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah segera memberikan intervensi berupa kepastian bantuan hunian dan program pemulihan pascabencana. Tanpa intervensi cepat, mereka khawatir akan terus terjebak dalam ketidakpastian, tinggal di antara puing-puing dan ancaman longsor susulan. (JH/P-5)
UTUSAN Khusus Presiden untuk Energi dan Lingkungan Hidup Hasyim Djojohadikusumo mengirimkan bantuan logistik seberat 43,5 ton untuk korban bencana di wilayah Sumatra.
Saat ini kondisi masih ada pengungsi yang perlu diperhatikan dan membutuhkan logistik.
Bantu Warga Atasi Kendala Jaringan Pasca Banjir
Meski berhasil menemukan titik indikasi jenazah, tim gabungan menghadapi kendala utama di lapangan.
Bantuan ini sesuai prinsip Filosofi Huma Betang, yakni menjunjung tinggi nilai luhur masyarakat Dayak yang berpusat pada kebersamaan, kesetaraan, toleransi, dan gotong royong.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved