Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanah Datar, Sumatera Barat, secara resmi memperpanjang masa status tanggap darurat bencana. Perpanjangan ditetapkan selama tujuh hari, terhitung mulai 10 hingga 17 Desember 2025 mendatang.
Keputusan perpanjangan ini disampaikan langsung oleh Bupati Eka Putra dalam Rapat Evaluasi di posko bantuan utama Batu Taba, Kecamatan Batipuh Selatan, setelah masa tanggap darurat sebelumnya selama 14 hari berakhir.
Bupati Eka Putra menjelaskan, keputusan ini diambil berdasarkan rapat koordinasi menyeluruh dengan seluruh unsur Forkopimda dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Alasan utama perpanjangan status adalah masih adanya kebutuhan mendesak di lapangan.
"Saat ini kondisi masih ada pengungsi yang perlu diperhatikan dan membutuhkan logistik. Masih ada daerah yang butuh penanganan khusus untuk memperbaiki akses, perbaikan jembatan putus, lahan pertanian rusak, dan juga pembersihan rumah warga," terang Bupati Eka Putra.
Kepala Pelaksana BPBD Tanah Datar, Ermon Revlin, menambahkan bahwa berdasarkan kajian teknis, perpanjangan status tanggap darurat mutlak diperlukan. Ia menyebut, bencana yang dipicu curah hujan tinggi dan angin kencang ini menyebabkan kerusakan parah di beberapa kecamatan, dengan dampak terparah di Batipuh Selatan, Batipuh, dan X Koto.
Ermon merinci dua masalah krusial yang harus segera dituntaskan yaitu masih ada satu daerah yang belum bisa diakses dengan kendaraan, yakni Subarang Luak Batipuh Baruah, karena masih harus menggunakan jembatan darurat.
Serta masih banyak rumah warga yang belum selesai dibersihkan akibat tertimbun longsor dan material, sehingga kondisi pengungsi masih membutuhkan perhatian logistik khusus.
Bupati Eka Putra berharap penetapan status ini akan membuat seluruh unsur pemerintah daerah dapat fokus dan optimal dalam menanggulangi sisa dampak bencana selama sepekan ke depan. (YH/P-5)
Berdasarkan data Kemdiktisaintek per Desember 2025, bencana alam di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat berdampak terhadap 18.824 mahasiswa di 60 perguruan tinggi.
UTUSAN Khusus Presiden untuk Energi dan Lingkungan Hidup Hasyim Djojohadikusumo mengirimkan bantuan logistik seberat 43,5 ton untuk korban bencana di wilayah Sumatra.
Keputusasaan mereka karena keterbatasan finansial.
Bantu Warga Atasi Kendala Jaringan Pasca Banjir
Meski berhasil menemukan titik indikasi jenazah, tim gabungan menghadapi kendala utama di lapangan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved