Headline
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
Pemerintah Indonesia melalui Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memacu pembangunan Hunian Sementara (Huntara) di wilayah Sumatra. Langkah ini diambil guna memastikan ribuan warga terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat dapat segera meninggalkan tenda darurat sebelum memasuki bulan suci Ramadan dan Idul Fitri 2026.
Berbeda dengan konsep hunian darurat sebelumnya, Huntara Sumatra 2026 mengusung standar kualitas yang lebih tinggi. Berdasarkan instruksi Presiden Prabowo Subianto, unit hunian kini dirancang untuk memberikan kenyamanan maksimal bagi penghuninya selama masa transisi menuju Hunian Tetap (Huntap).
Hingga akhir Februari 2026, realisasi pembangunan fisik menunjukkan tren positif di berbagai titik strategis:
| Provinsi | Titik Prioritas | Estimasi Progres |
|---|---|---|
| Sumatera Barat | Agam (Batang Anai), Padang Pariaman (Asam Pulau), Pesisir Selatan | 77% (Tertinggi) |
| Sumatera Utara | Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan (Angkola Selatan) | 57% |
| Aceh | Aceh Utara (Seunuddon), Pidie Jaya, Gayo Lues | 20% (Volume Unit Terbesar) |
Banyak warga yang masih bingung mengenai status hunian yang mereka tempati. Huntara adalah hunian sementara yang digunakan selama masa transisi (maksimal 1 tahun). Sementara itu, Huntap (Hunian Tetap) adalah rumah permanen yang akan dibangun di lokasi relokasi yang aman dari zona bencana. Saat ini, pembangunan Huntap juga mulai berjalan secara paralel di beberapa titik di Sumatera Barat dan Aceh.
Bagi keluarga yang belum mendapatkan unit Huntara atau memilih untuk tinggal di rumah kerabat, pemerintah menyalurkan Dana Tunggu Hunian (DTH). Di tahun 2026, bantuan ini diberikan sebesar Rp600.000 per bulan (naik dari periode sebelumnya Rp500.000) untuk membantu biaya sewa hunian mandiri.
Sebelum menempati unit, warga disarankan memastikan beberapa hal berikut:
1. Kapan seluruh pengungsi ditargetkan masuk Huntara?
Pemerintah menargetkan seluruh pengungsi di tenda darurat sudah pindah ke Huntara atau menerima DTH paling lambat pertengahan Maret 2026 (sebelum Lebaran).
2. Apakah Huntara ini gratis?
Ya, pembangunan dan pemanfaatan Huntara sepenuhnya ditanggung oleh pemerintah melalui dana siap pakai BNPB dan dukungan BUMN.
3. Berapa lama warga boleh tinggal di Huntara?
Maksimal satu tahun, hingga unit Hunian Tetap (Huntap) selesai dibangun dan siap ditempati.
4. Bagaimana jika unit Huntara mengalami kerusakan?
Warga dapat melaporkan kepada pengelola kawasan Huntara atau posko BPBD terdekat untuk dilakukan perbaikan oleh Satgas TNI/Polri atau BUMN pelaksana.
Percepatan pembangunan Huntara di Sumatra pada awal 2026 merupakan bukti nyata kehadiran negara dalam memulihkan kehidupan masyarakat pascabencana. Dengan standar hunian yang lebih layak dan target waktu yang ketat, diharapkan para penyintas dapat merayakan hari raya dengan lebih tenang dan bermartabat, sembari menunggu proses pembangunan hunian permanen yang lebih aman di masa depan.
Pelni memperkirakan puncak arus mudik Lebaran 2026 diperkirakan terjadi pada 18 Maret 2026 atau H-3 Lebaran 2025, sedangkan puncak arus balik berada pada 2 April 2026.
Puncak arus mudik lebaran 2026 diprediksi terjadi dua kali. Mengantisipasi lonjakan masyarakat, Polda Jateng mengimbau masyarakat merencanakan perjalanan
Pelajari strategi pengiriman Ramadan agar lebih efisien. Simak tips untuk kelola lonjakan pesanan, kirim paket besar, hingga fitur COD Ongkir.
MENDENGAR adanya kebijakan Pemerintah yang melarang truk sumbu 3 beroperasi pada momen Lebaran selama 17 hari, istri para sopir truk merasa kaget dan bingung memikirkan keuangan keluarga.
BNI membuka pendaftaran Mudik Gratis BNI 2026 agi nasabah setia, debitur, hingga Agen46 yang ingin pulang kampung secara gratis menggunakan armada bus.
Berdasarkan data Kemdiktisaintek per Desember 2025, bencana alam di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat berdampak terhadap 18.824 mahasiswa di 60 perguruan tinggi.
KEMENTERIAN Sosial (Kemensos) terus mengintensifkan upaya pemulihan pascabencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Hasil donasi yang terkumpul akan dikelola secara profesional oleh Masjid Jogokariyan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved