Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
Pada setiap 22 Desember, masyarakat di Indonesia merayakan Hari Ibu sebagai suatu momen yang penuh makna dan haru. Sebagai bagian dari perayaan tersebut, lagu berjudul Ibu yang dinyanyikan Iwan Fals seringkali mengalun di berbagai tempat. Lagu itu bak menjadi simbol penghormatan terhadap perempuan atas peran mereka dalam keluarga dan masyarakat.
Iwan Fals tidak hanya dihormati karena talentanya yang luar biasa, tetapi juga karena kemampuannya menciptakan lagu-lagu yang menembus batas waktu. Pria yang lahir pada 3 September 1961 tersebut telah membawa dampak mendalam dalam dunia musik, merajut kisah-kisah yang terus menggema di hati para pendengarnya.
Lirik-lirik ciptaannya melibatkan beragam tema, mulai dari yang berfokus pada cinta dengan segala kompleksitasnya, hingga kalimat-kalimat yang penuh kritik terhadap realita sosial, bahkan melibatkan ungkapan demonstratif yang membangunkan kesadaran. Ia menjadi suara bagi banyak generasi, mulai dari baby boomer hingga generasi Z.
Baca juga: Hari Ibu, Sejarah Awal dan Pergeseran Makna yang Terjadi di Dalamnya
Meskipun perjalanan kariernya di dunia musik telah lama berlangsung, daya tarik Iwan Fals tidak kunjung surut. Lagu-lagunya seperti "Yang Terlupakan," yang mengusung pesan kemanusiaan, "Aku Bukan Pilihan" yang menggambarkan kerentanan dalam hubungan, "Bento" yang menjadi simbol protes, "Aku Sayang Kamu" yang sarat emosi, hingga "Ibu" yang menghadirkan kedalaman perasaan, tetap mampu mencuri perhatian dan dicintai banyak penggemar musik dari berbagai generasi.
Ketahanan daya tarik karya-karya Iwan Fals tak hanya berbicara tentang musikalitasnya yang istimewa, tetapi juga tentang kemampuannya merangkul perasaan dan pemikiran orang-orang dari segala usia. Dalam setiap liriknya, terdapat kehidupan, perjuangan, dan keberanian untuk menyuarakan kebenaran. Sebuah warisan seni yang terus menginspirasi dan memberikan makna dalam setiap baitnya.
Lirik Ibu karya Iwan Fals
Ribuan kilo jalan yang kau tempuh
Lewati rintang untuk aku, anakmu
Ibuku sayang, masih terus berjalan
Walau tapak kaki penuh darah, penuh nanah
Seperti udara
Kasih yang engkau berikan
Tak mampu ku membalas Ibu
Ibu
Ingin kudekap
Dan menangis di pangkuanmu
Sampai aku tertidur
Bagai masa kecil dulu
Lalu doa-doa
Baluri sekujur tubuhku
Dengan apa membalas Ibu?
Ibu
Ribuan kilo jalan yang kau tempuh
Lewati rintang untuk aku, anakmu
Ibuku sayang, masih terus berjalan
Walau tapak kaki penuh darah, penuh nanah
Seperti udara
Kasih yang engkau berikan
Tak mampu ku membalas Ibu
Ibu
Chord Lagu Ibu
[Intro] : Em Em C Am Em
Em C Em
Ribuan kilo jalan yang kau tempuh
C Am Em
Lewati rintang untuk aku anakmu
Em C Em
Ibuku sayang masih terus berjalan
C Am Em
Walau tapak kaki, penuh darah penuh nanah
G Am
Seperti udara...
C Em
Kasih yang engkau berikan
G Am
Tak mampu ku membalas
Am
Ibu... Ibu...
[Intro] : Em Em C Am Em
#
Em
Ingin kudekat
C Em
Dan menangis di pangkuanmu
C Am
Sampai aku tertidur
Em
Bagai masa kecil dulu
G Am
Lalu doa-doa
C Em
baluri sekujur tubuhku
G Am
Dengan apa membalas
Am
Ibu... Ibu...
Back to :#
Lirik lagu ini mengisahkan kisah tak terlupakan, gambaran epik tentang ketahanan luar biasa seorang ibu. Bahkan dalam kondisi jarak yang jauh dan kaki yang berdarah, ia rela menempuh perjalanan ribuan kilometer, hanya untuk melihat senyuman bahagia anak-anak tercinta. Melalui setiap baitnya, Iwan Fals dengan lihai membawa pendengar masuk ke dalam dunia perjuangan seorang ibu yang tak terukur.
Baca juga: 20 Film Bertema Hari Ibu Memperingati 22 Desember, Bikin Terharu
Meskipun telah berlalu puluhan tahun, Ibu tetap relevan dan menggetarkan hati setiap pendengarnya. Lagu ini bukan hanya sebagai bentuk penghormatan, melainkan juga cerminan atas pengorbanan seorang ibu yang begitu besar dan tak tergantikan. Sebuah karya seni yang melibatkan emosi, melebur dalam kerinduan, dan mengukir kenangan abadi.
Stasiun radio di seluruh negeri sering mengadakan program khusus dan memutar lagu ini secara berulang-ulang sebagai bentuk penghargaan terhadap semua ibu. Masyarakat juga turut serta dalam perayaan ini dengan menyanyikan lagu "Ibu" di acara-acara keluarga, sekolah, dan komunitas. Pada sore dan malam 22 Desember, banyak tempat umum dan pusat perbelanjaan mengalunkan melodi indah Ibu sebagai latar belakang perayaan, menciptakan suasana yang meriah dan penuh cinta.
Selain itu, beberapa televisi lokal juga sering menyiarkan acara khusus atau dokumenter yang mengangkat kisah inspiratif ibu-ibu di berbagai belahan tanah air. Acara tersebut tidak hanya memperkuat nilai-nilai keluarga, tetapi juga memberikan penghargaan kepada sosok ibu yang luar biasa dalam perjuangan dan pengorbanannya.
Ibu tidak hanya mengambil tempat di panggung musik, melainkan tumbuh menjadi ikon peringatan Hari Ibu di Indonesia. Bahkan ketika anak-anaknya telah dewasa, doa-doa seorang ibu tetap mengalir dalam bait-bait lirik, menjadi pelita keberhasilan dan kebahagiaan bagi generasi yang mengikuti.
Bagi banyak orang, mendengarkan lagu Ibu pada Hari Ibu bukan hanya sekadar pengalaman musik, tetapi juga sebuah momen refleksi dan ungkapan rasa terima kasih kepada ibu mereka sendiri. Suasana hangat dan penuh kasih sayang merayapi setiap lirik, mengingatkan kita akan kehadiran dan kebaikan seorang ibu. Dalam perayaan ini, lagu Ibu tidak hanya menjadi sebuah lagu, melainkan menjadi pujaan dan ungkapan terima kasih kepada ibu, pahlawan sejati dalam setiap keluarga.
Melalui setiap nada yang dinyanyikan dan kata yang diucapkan, Ibu karya Iwan Fals bukan sekadar lagu, itu menjadi warisan budaya, simbol kekuatan perjuangan seorang ibu, dan pesan kekal tentang kasih sayang yang tak terkira. (Z-11)
Lagu Ibu sejatinya merupakan karya lama Iwan Fals, yang ia tulis pada tahun 1977 saat masih berusia belasan. Karya tersebut tercipta dari kerinduan mendalam kepada sang ibunda.
Single Ibu dari Iwan Fals dan Ebiet G Ade hadir sebagai pengingat abadi akan pentingnya sosok Ibu, yang disebut sebagai energi hidup dan penjaga kehidupan.
Lagu yang ditulis Ebiet G Ade itu menghadirkan nuansa emosional yang lebih dalam. Kehadiran suara Iwan Fals di dalamnya terasa seperti dialog antara dua sahabat lama.
Rasa kagum Isyana Sarasvati terhadap Iwan Fals telah ditunjukkan berkali-kali dengan mengundang musisi kawakan itu sebagai bintang tamu dalam konser tunggalnya.
Menurut aktor Denny Sumargo (Densu), pengisi suara karakter Panji Tengkorak. lagu Bunga Terakhir sangat relevan dengan kisah Panji yang kehilangan istrinya, Murni, secara tragis.
Iwan Fals dan Isyana Sarasvati berkolaborasi membawakan ulang lagu legendaris berjudul “Bunga Terakhir” karya Bebi Romeo sebagai soundtrack resmi film Panji Tengkorak.
Kecenderungan ibu yang selalu menempatkan kebutuhan keluarga di atas kepentingan pribadi sering kali menjadi pedang bermata dua.
Keluarga merupakan unit sosial terkecil yang perannya strategis dalam membangun karakter dan kualitas generasi masa depan.
Lindsay Lohan mengaku lebih bahagia menjadi seorang ibu sejak pindah ke Dubai pada 2014.
Para peserta, sebagian besar ibu-ibu, tampak antusias mengikuti langkah demi langkah pembuatan berbagai kreasi kue, belajar dari chef profesional dan influencer kuliner.
Lagu Ibu sejatinya merupakan karya lama Iwan Fals, yang ia tulis pada tahun 1977 saat masih berusia belasan. Karya tersebut tercipta dari kerinduan mendalam kepada sang ibunda.
BIDAN memiliki peran yang sangat penting, tidak hanya sebagai tenaga kesehatan, tetapi juga sebagai pendamping utama bagi ibu dan keluarga dalam setiap fase kehidupan anak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved