Headline
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Kumpulan Berita DPR RI
SUARA hati dua maestro musik Indonesia kembali hadir melalui karya legendaris Titip Rindu Buat Ayah yang hadir dengan sentuhan baru.
Proyek sarat makna yang diinisiasi Musica Studios itu dipersembahkan oleh dua sosok inspiratif, Ebiet G Ade dan Iwan Fals, dalam sebuah kolaborasi yang menyatukan perjalanan panjang mereka di dunia musik.
Lagu yang ditulis Ebiet G Ade itu menghadirkan nuansa emosional yang lebih dalam. Kehadiran suara Iwan Fals di dalamnya terasa seperti dialog antara dua sahabat lama yang saling menghormati karya masing-masing.
Ebiet G Ade mengungkapkan, "Lagu ini memiliki makna yang sangat personal karena lahir dari kerinduan mendalam saya kepada orangtua. Sejak SMP, saya harus berpisah dengan mereka untuk sekolah, dan perasaan rindu itulah yang saya tuangkan dalam lagu ini."
Sementara itu, Iwan Fals turut menyampaikan rasa syukurnya atas kesempatan ini.
"Bercandaan saya dengan Mas Ebiet, kolaborasi ini seperti lebar-lebaran jidat karena rambut kami sama-sama sudah habis. Saya benar-benar bersyukur bisa bertemu beliau dalam duet ini. Alhamdulillah, saya juga masih diberi kesehatan untuk bernyanyi bersama" ujar Iwan.
Kolaborasi dua musisi yang diinisiasi oleh Musica Studios ini terwujud berkat dedikasi berbagai pihak.
Executive Producer Musica Studios, Indrawati Widjaja yang akrab disapa Ibu Acin mengungkapkan, "Kolaborasi Ebiet G Ade dan Iwan Fals merupakan momen bersejarah bagi musik Indonesia. Melalui proses panjang dan penuh perhatian, lahirlah Titip Rindu Buat Ayah. Kami berharap karya ini dapat menjadi pengingat akan kehangatan keluarga, menyentuh hati banyak orang, serta membuka jalan bagi kolaborasi istimewa berikutnya"
Menariknya, Titip Rindu Buat Ayah ini juga digarap secara khusus oleh David dan Lukman NOAH sebagai Music Producer.
Keduanya memberikan sentuhan aransemen yang tetap menjaga keaslian nuansa aslinya, namun dengan produksi musik yang lebih segar dan relevan dengan pendengar lintas generasi.
David menghadirkan sentuhan piano dan atmosfer yang emosional, sementara Lukman memperkuat dinamika dengan warna gitar yang hangat, menghasilkan harmoni yang menyatu dengan karakter vokal keduanya.
Dengan hadirnya "Titip Rindu Buat Ayah" ini, publik diajak kembali menyelami pesan mendalam tentang cinta seorang anak kepada ayahnya. Kini, kisah itu diceritakan lewat dua suara besar, menghasilkan karya penuh kejujuran dan ketulusan.
Titip Rindu Buat Ayah dari Ebiet G. Ade & Iwan Fals sudah dirilis pada 2 September 2025 di seluruh platform musik digital. Untuk official Music Video nya dapat disaksikan di Youtube Channel Musica Studios. (Z-1)
Lagu Ibu sejatinya merupakan karya lama Iwan Fals, yang ia tulis pada tahun 1977 saat masih berusia belasan. Karya tersebut tercipta dari kerinduan mendalam kepada sang ibunda.
Single Ibu dari Iwan Fals dan Ebiet G Ade hadir sebagai pengingat abadi akan pentingnya sosok Ibu, yang disebut sebagai energi hidup dan penjaga kehidupan.
Rasa kagum Isyana Sarasvati terhadap Iwan Fals telah ditunjukkan berkali-kali dengan mengundang musisi kawakan itu sebagai bintang tamu dalam konser tunggalnya.
Menurut aktor Denny Sumargo (Densu), pengisi suara karakter Panji Tengkorak. lagu Bunga Terakhir sangat relevan dengan kisah Panji yang kehilangan istrinya, Murni, secara tragis.
Iwan Fals dan Isyana Sarasvati berkolaborasi membawakan ulang lagu legendaris berjudul “Bunga Terakhir” karya Bebi Romeo sebagai soundtrack resmi film Panji Tengkorak.
Bagi Pugar Restu Julian, Ramadan bukan hanya tentang satu warna atau tema tunggal.
Nisa Farella mengungkapkan bahwa lirik dalam single Legowo adalah representasi dari proses belajar berdamai dengan perasaan.
Tur ini dirancang secara masif dengan target lebih dari 160 kota di seluruh Indonesia, menjadikannya salah satu perhelatan musik terbesar yang pernah digelar di tanah air.
Kelima ikon musik itu adalah Michael Jackson, Freddy Mercury, Whitney Houston, John Lennon, dan Elvis Presley.
Melalui dinamika melodi yang ekspresif, Atarayo berhasil memotret momen ketika jarak antara dua hati perlahan terkikis dalam intensitas yang tenang namun hangat.
Nasida Ria dianggap merepresentasikan lintas generasi yang selaras dengan semangat teknologi yang inklusif dan tidak terbatas usia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved