Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Bukan Sekadar Merawat, Kesehatan Ibu Adalah Investasi Keluarga

Basuki Eka Purnama
23/12/2025 21:31
Bukan Sekadar Merawat, Kesehatan Ibu Adalah Investasi Keluarga
Ilustrasi(Freepik)

DI balik keluarga yang hangat dan tangguh, hampir selalu ada sosok ibu yang sehat secara fisik, mental, dan emosional. Momentum Hari Ibu yang jatuh pada 22 Desember 2025 menjadi pengingat penting bahwa menjaga kesehatan ibu sejak dini bukan sekadar bentuk cinta, melainkan investasi jangka panjang bagi kualitas hidup seluruh anggota keluarga.

Psikolog dari Primaya Hospital Kelapa Gading Fransiska Xaveria Aryani, M.Psi. menyoroti bagaimana kondisi psikologis seorang ibu menjadi pilar stabilitas keluarga. 

Menurutnya, kecenderungan ibu yang selalu menempatkan kebutuhan keluarga di atas kepentingan pribadi sering kali menjadi pedang bermata dua.

"Ibu sering kali menempatkan kebutuhan keluarga di atas dirinya sendiri. Perlu menjadi perhatian jika ibu mengalami kelelahan fisik dan tekanan emosional namun tidak tertangani, dapat berdampak pada kesehatan mental ibu, yang kemudian mempengaruhi dinamika keluarga secara keseluruhan," jelas Fransiska.

Tantangan Penyakit Kritis dan Deteksi Dini

Data Kementerian Kesehatan RI menunjukkan tantangan serius bagi perempuan Indonesia. Penyakit tidak menular seperti diabetes, gangguan metabolik, hingga kanker payudara dan kanker serviks masih menjadi penyebab utama penurunan kualitas hidup. Ironisnya, mayoritas kasus baru terdeteksi saat memasuki stadium lanjut, di mana penanganan medis menjadi jauh lebih kompleks.

Khusus untuk ibu hamil, perhatian ekstra diperlukan melalui pemeriksaan fetomaternal. Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi di Primaya Hospital Bekasi Timur dr. Risma Maharani, Sp. OG, MKes menjelaskan bahwa pemantauan medis tidak cukup hanya dengan USG rutin.

"Pemeriksaan kehamilan tidak hanya USG rutin, pemeriksaan fetomaternal juga dibutuhkan untuk membantu mendeteksi risiko sejak dini, baik pada ibu maupun janin, sehingga potensi komplikasi dapat dicegah lebih awal," ujar Risma.

Selain kehamilan, kanker serviks dan payudara menjadi ancaman terbesar bagi perempuan. 

Berdasarkan data Global Cancer Observatory (Globocan), kanker merupakan penyebab kematian ketiga tertinggi di Indonesia. Risma menegaskan bahwa kanker serviks sebenarnya dapat dicegah melalui vaksinasi HPV dan skrining rutin. 

"Deteksi dini dan vaksinasi adalah dua kunci utama menurunkan risiko kanker serviks. Sayangnya, masih banyak perempuan datang berobat saat sudah bergejala berat," tambahnya.

Langkah Menuju Ibu yang Sehat dan Berenergi

Menjaga kesehatan tidak harus selalu dimulai dengan langkah besar. Beberapa kebiasaan sederhana dapat membantu ibu tetap bertenaga dan bahagia dalam menjalankan perannya:

  • Skrining Rutin: Melakukan pemeriksaan kesehatan dasar secara berkala sebelum keluhan muncul.
  • Gaya Hidup Seimbang: Mengonsumsi makanan bergizi, menjaga hidrasi, serta aktif bergerak minimal 15–20 menit setiap hari.
  • Pemulihan Mental: Menjamin tidur yang berkualitas dan meluangkan waktu untuk diri sendiri (self-care) guna mengelola stres.

Memastikan ibu sehat secara menyeluruh adalah cara terbaik untuk memperkuat fondasi keluarga. Karena pada akhirnya, perayaan Hari Ibu bukan sekadar tentang seremoni, melainkan tentang memastikan mereka memiliki akses kesehatan yang tepat untuk tumbuh bersama orang-orang tercinta. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya